IHSG Berhasil Rebound Akibat Aksi Berburu Saham Murah
Jakarta, Ekoin.co – Aksi bargain hunting (berburu saham murah/diskon) investor menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat.
IHSG berada di level terendah pada Rabu (04/03), akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dan Kamis sore, IHSG ditutup menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke posisi 7.710,54.
“Sesuai perkiraan, IHSG berhasil rebound, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global, serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang mengalami rally seperti misalnya saham sektor migas,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.084.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,46 miliar lembar saham senilai Rp17,94 triliun.
Sebanyak 597 saham naik, 125 saham menurun dan 96 tidak bergerak nilainya.
Ratna mengatakan, saat ini pelaku pasar akan menantikan data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2026, yang berpotensi kembali mengalami penurunan di tengah berlanjutnya depresiasi nilai tukar Rupiah.
Sementara itu, dari Amerika Serikat (AS), terdapat sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis, diantaranya nonfarm payrolls dan unemployment rate bulan Februari 2026, serta retail sales bulan Januari 2026.
Menurut konsensus, data nonfarm payrolls AS diperkirakan melambat menjadi 59.000 pada Februari 2026, dari sebelumnya 130.000 pada Januari 2026. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 4,3 persen.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 3,39 persen, diikuti oleh dan sektor industri dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 2,66 persen dan 2,29 persen.
Sedangkan satu sektor turun yaitu sektor transportasi & logistik yang turun sebesar 0,01 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu RODA, LAND, BIPP, KOTA, dan INCF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ELPI, INDS, BBSS, MMLP dan ZATA. (*)























Tinggalkan Balasan