Mandiri Bakti Kesehatan Jangkau Ribuan Warga
Yogyakarta Ekoin.co – Mandiri Bakti Kesehatan menjadi salah satu program unggulan Bank Mandiri dalam rangkaian kegiatan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 dan menyambut Hari Ulang Tahun ke-28 perseroan. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penguatan literasi keuangan, serta pelestarian budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Melalui program tersebut, Bank Mandiri mempertegas komitmennya dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat. Berbagai kegiatan sosial dan lingkungan dijalankan sebagai bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan akselerasi pertumbuhan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurut Adhika, Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem dirancang untuk memperkuat akses kesehatan, meningkatkan pemahaman keuangan, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini berperan dalam menjaga warisan budaya Yogyakarta.
“Melalui Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem, Bank Mandiri ingin memperkuat akses kesehatan, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini turut menjaga dan melestarikan warisan budaya Yogyakarta,” kata Adhika Vista.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Mini General Check Up bagi para Abdi Dalem. Pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung di Puro Pakualaman dan Puralaya Imogiri pada 19 Juni 2026, kemudian dilanjutkan di Keraton Ngayogyakarta pada 20 Juni 2026.
Program kesehatan tersebut menjangkau sebanyak 1.650 orang yang berasal dari kelompok Abdi Dalem di tiga lokasi berbeda. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tekanan darah, hingga pemeriksaan kesehatan mata.
Selain pemeriksaan kesehatan, Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan alat kesehatan dan perlengkapan medis pendukung kepada klinik keraton. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang tersedia di lingkungan keraton.
Bank Mandiri Dukung Khitanan Massal dan Literasi UMKM
Bersamaan dengan pelaksanaan program kesehatan, Bank Mandiri menggelar Khitanan Massal Mandiri Bakti Kesehatan yang diikuti oleh 280 anak. Peserta berasal dari wilayah sekitar Prambanan serta anak dan kerabat keluarga Abdi Dalem Keraton.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh layanan khitan gratis yang aman dan berkualitas. Selain itu, setiap anak juga menerima bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan menulis sebagai dukungan terhadap kebutuhan pendidikan mereka.
Pada saat yang sama, Bank Mandiri juga menyelenggarakan program Literasi UMKM Pasar Ngasem yang menyasar para pedagang di Pasar Ngasem Yogyakarta. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pengelolaan keuangan modern.
Materi yang diberikan mencakup edukasi pengelolaan keuangan digital, pemanfaatan layanan transaksi non-tunai, serta penguatan literasi keuangan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas usaha masyarakat, Bank Mandiri turut menyalurkan bantuan perangkat kebersihan dan melakukan pengecatan sarana umum. Langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat, nyaman, dan produktif.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, perusahaan berupaya mendorong penguatan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan yang mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.
Digitalisasi Manuskrip Kuno Pakualaman
Selain fokus pada kesehatan dan pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri juga memperkuat upaya pelestarian budaya melalui program bertajuk “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua”.
Program ini mendukung digitalisasi manuskrip kuno yang tersimpan di Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman. Inisiatif tersebut bertujuan menjaga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai naskah bersejarah peninggalan Kadipaten Pakualaman.
Widyapustaka Pakualaman dikenal sebagai salah satu pusat khazanah budaya Jawa yang menyimpan berbagai manuskrip penting. Naskah-naskah tersebut merekam sejarah, tata pemerintahan, seni, sastra, hingga nilai etika yang menjadi bagian dari identitas budaya Yogyakarta.
Melalui dukungan Bank Mandiri, proses digitalisasi, alih aksara, dan alih bahasa dilakukan agar warisan pengetahuan tersebut terdokumentasi dengan baik. Langkah ini juga bertujuan memudahkan akses bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan tersebut melengkapi berbagai program TJSL lain yang dijalankan dalam penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon 2026. Salah satunya adalah program Mandiri Sahabat Desa yang diwujudkan melalui perbaikan jalan, pembangunan batas desa, serta aksi bersih desa.
Program tersebut dilaksanakan di 28 desa yang dilalui rute lomba Mandiri Jogja Marathon. Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan sebanyak 2.800 paket sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial perusahaan.
Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai program kesehatan yang disediakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pelaku UMKM juga dapat terus memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan dan memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan daya saing usaha.
Di sisi lain, pelestarian budaya melalui digitalisasi naskah kuno menjadi langkah penting dalam menjaga warisan sejarah agar tetap dapat diakses generasi mendatang.
Kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program sosial yang berkelanjutan.
Pengembangan program berbasis kesehatan, ekonomi, dan budaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Sebagai kesimpulan, Mandiri Bakti Kesehatan menjadi bagian penting dari rangkaian Mandiri Jogja Marathon 2026 dan perayaan HUT ke-28 Bank Mandiri.
Program tersebut menghadirkan layanan kesehatan bagi 1.650 Abdi Dalem, khitanan massal untuk 280 anak, serta edukasi literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Bank Mandiri juga memberikan dukungan berupa alat kesehatan, perlengkapan medis, perangkat kebersihan, dan perbaikan fasilitas umum.
Selain itu, perusahaan turut berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui digitalisasi manuskrip kuno di Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman.
Melalui berbagai inisiatif TJSL tersebut, Bank Mandiri terus berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pelestarian budaya di Yogyakarta. (*)























Tinggalkan Balasan