Bhayangkara Tumbangkan Arema 2-1, Munster Puji Mental Pemain, Marcos Santos Soroti Kepemimpinan Wasit
Bandarlampung, Ekoin.co – Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Arema Malang dalam laga yang berlangsung ketat. Kemenangan tersebut diraih setelah Bhayangkara sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan pada babak kedua.
Gol kemenangan Bhayangkara dicetak oleh Privat Mbarga dan Muossa Sidibe, setelah sebelumnya Arema unggul lebih dulu melalui Joel Vicinius.
Munster: Arema Lawan yang Sulit Ditaklukkan
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui pertandingan melawan Arema Malang berjalan sulit meski timnya bermain di kandang sendiri.
“Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arema adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus, sehingga kami harus fokus seratus persen,” ujar Munster.
Munster mengatakan situasi pertandingan juga tidak mudah meskipun Arema harus bermain dengan sembilan pemain setelah dua pemainnya mendapat kartu merah.
“Bahkan saat 11 melawan sembilan pemain pun mereka tetap tidak mudah ditaklukkan. Jika kami tidak fokus, mereka bisa saja menciptakan peluang,” katanya.
Ia juga mengakui permainan timnya pada babak pertama belum berjalan sesuai harapan, salah satunya karena kondisi lapangan yang kurang baik akibat hujan.
“Kondisi lapangan juga tidak terlalu bagus karena hujan,” ujarnya.
Namun pada babak kedua, Bhayangkara melakukan evaluasi dan perubahan taktik yang akhirnya mampu mengubah jalannya pertandingan.
“Memasuki babak kedua, kami melakukan evaluasi dan perubahan taktik bagaimana membangun permainan. Akhirnya kami bisa mencetak gol dan melakukan skor balik 2-1,” kata Munster.
Ia menegaskan yang terpenting dari laga tersebut adalah raihan tiga poin yang menjadi kemenangan kelima bagi Bhayangkara musim ini.
“Yang paling penting adalah tiga poin. Ini kemenangan kelima kami dan tentu saja hasil yang sangat bagus bagi tim,” ujarnya.
Arema Kritik Kepemimpinan Wasit
Di sisi lain, pelatih Arema Malang, Marcos Santos, menilai kekalahan timnya tidak lepas dari kepemimpinan wasit yang menurutnya banyak merugikan timnya sepanjang pertandingan.
“Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga,” kata Marcos Santos.
Ia menilai Bhayangkara merupakan tim dengan kualitas pemain yang baik, namun keputusan wasit sejak awal hingga akhir pertandingan membuat Arema berada dalam situasi yang tidak mudah.
“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian kartu merah memang merupakan hak wasit, tetapi keputusan yang diambil membuat timnya harus bermain dalam tekanan.
“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Sepak bola Indonesia sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi,” katanya.
Meski demikian, Marcos tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Arema yang telah berjuang hingga peluit akhir pertandingan.
Kekalahan tersebut membuat Arema harus pulang tanpa poin setelah Bhayangkara berhasil membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan 2-1 di kandang.























Tinggalkan Balasan