Iran Tutup Peluang Dialog, Bersiap Perang Habis-Habisan dengan AS-Israel
Taheran, Ekoin.co – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan: tidak ada lagi dialog dengan AS. Garda Revolusi Iran siap perang habis-habisan membalas agresi AS dan Israel. Hanya Teheran yang menentukan kapan perang berakhir.
Araghchi menyebut serangan AS pada 28 Februari terjadi tepat setelah pembicaraan diplomatik yang disebut Washington “maju”.
“Kami sangat siap menyerang dengan rudal selama diperlukan,” tegasnya.
“Berbicara dengan orang Amerika tidak lagi ada dalam agenda kami,” tambahnya.
Iran menegaskan tujuan AS dan Israel untuk menggulingkan rezim gagal total. Dukungan publik pun mengalir: warga Iran turun ke jalan mendukung Ayatollah Mojtaba Khamenei.
“Selama Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan,” tulis mereka di media sosial.
Ketegasan juga datang dari Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, yang menolak gencatan senjata.
“Agresor harus dipukul mulutnya agar tidak berani menyerang Iran lagi,” tulisnya di X.
Di sisi lain, Donald Trump menegaskan agresi AS akan meningkat jika Iran mengancam pasokan minyak global.
“Jika Iran menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul DUA PULUH KALI LIPAT lebih keras,” tulis Trump di Truth Social.
Dampak nyata perang sudah terasa. Selat Hormuz, jalur vital 20% minyak dunia, praktis terblokade. IRGC menegaskan tidak ada minyak yang keluar selama serangan AS-Israel.
CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengungkap kapal tanker dialihkan, sementara jalur pipa Timur-Barat dijalankan penuh hingga 7 juta barel per hari. Meski begitu, volume minyak tertahan tetap signifikan.
“Blokade Selat Hormuz menghentikan volume minyak besar dari seluruh wilayah,” kata Nasser.
Jika konflik berlanjut, harga bensin dan avtur global bisa melambung drastis, memperburuk krisis energi dunia.























Tinggalkan Balasan