Dewa United Incar Comeback di Leg Kedua Perempat Final AFC Challenge League

Danang F Pradhipta Yudi Permana
Bhayangkara Presisi Indonesia FC meraih kemenangan penting atas Dewa United dengan skor 1-0 pada pertandingan pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (5/1/2026).

Tangerang, Ekoin.co – Pelatih Dewa United FC Jan Olde Riekerink menyebutkan bahwa timnya menargetkan kebangkitan pada leg kedua perempat final AFC Challenge League 2026 melawan Manila Digger FC.

Ia bahkan menjadikan mentalitas Liverpool sebagai inspirasi untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada leg pertama.

Dewa United akan menjamu Manila Digger FC pada leg kedua yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (12/3). Pada pertemuan pertama, klub asal Tangerang itu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1.

Riekerink mengatakan keyakinan untuk bangkit di kandang sendiri menjadi hal penting bagi timnya dalam menghadapi laga penentuan tersebut.

“Saya melihat komentar setelah pertandingan Galatasaray melawan Liverpool di Liga Champions. Liverpool kalah 1-0 dan mereka mengatakan, ‘Oke, kita akan menyelesaikannya di kandang’,” ujar Riekerink dalam konferensi pers, Rabu.

Terinspirasi Mentalitas Liverpool

Pelatih asal Belanda itu menilai sikap optimistis seperti yang ditunjukkan Liverpool menjadi gambaran mentalitas yang juga ingin dimiliki para pemain Dewa United.

“Saya pikir itu juga sikap yang akan kami miliki. Tentu saja kami kalah 1-0 pada pertandingan tandang, tapi sekarang kami bermain di kandang dan tujuan kami jelas, yaitu memenangi pertandingan,” kata mantan pelatih Galatasaray tersebut.

Menurutnya, dukungan bermain di kandang sendiri menjadi peluang bagi Dewa United untuk membalikkan agregat sekaligus menjaga asa melangkah ke babak selanjutnya.

Fokus Perbaiki Penyelesaian Akhir

Riekerink menyebut persiapan tim selama sepekan terakhir berjalan dengan baik. Ia juga mengingatkan para pemain bahwa mereka tidak hanya mewakili klub, tetapi juga membawa nama Indonesia di kompetisi Asia.

“Saya pikir persiapan berjalan dengan baik. Kita harus ingat bahwa kita berada di kompetisi ini karena musim lalu finis di posisi kedua liga. Dalam pertandingan ini kita mewakili Dewa United dan juga Indonesia,” ujarnya.

Ia mengakui pada leg pertama timnya kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. Namun fokus utama tim bukan hanya soal finishing, tetapi juga meningkatkan jumlah pemain yang masuk ke area kotak penalti.

“Pada akhirnya sentuhan akhir selalu berkaitan dengan bakat. Kami lebih fokus pada bagaimana menempatkan lebih banyak pemain di depan gawang,” kata Riekerink.

Waspadai Gaya Bermain Manila Digger

Riekerink juga menyoroti karakter permainan Manila Digger FC yang menurutnya berbeda dengan kebanyakan tim Asia Tenggara.

Menurut dia, komposisi pemain Manila Digger yang didominasi pemain asal Afrika membuat gaya permainan mereka lebih menyerupai sepak bola Afrika.

“Mereka memiliki sembilan pemain dari Gambia, jadi ini bukan benar-benar tim Filipina. Gaya bermain mereka lebih seperti sepak bola Afrika,” ujarnya.

Ia menambahkan Dewa United harus mampu beradaptasi dengan perbedaan gaya bermain tersebut.

“Kami mencoba bermain dengan penguasaan bola dan menciptakan peluang dari sana. Sementara mereka memiliki pendekatan yang berbeda, jadi kami harus menyesuaikan diri,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini