Beri Penghormatan Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, SBY: Hati Saya Ikut Bergetar

Ainurrahman Yudi Permana
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut memberikan penghormatan kepada tiga prajurit TNI gugur di Lebanom

Jakarta, Ekoin.co – Tiga prajurit TNI gugur saat bertugas misi perdamaian PBB di Lebanon. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut memberikan penghormatan.

Lewat unggahan di media sosial X, SBY menyampaikan Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper).

“Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenasah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar,” tulis SBY dikutip, Minggu (5/4).

Tulis SBY, prajurit TNI sejatinya mengorbankan jiwa dan raga ketika bertugas demi negara. SBY merasakan duka mendalam dari keluarga yang ditinggalkan.

SBY juga turut mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendesak PBB melakukan investigasi serius. PBB perlu juga menjelaskan sejumlah insiden beruntun yang menyebabkan peacekeeper dari Indonesia gugur.

“Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative),” kata SBY.

SBY mengaku pernah mengemban tugas sebagai penjaga perdamaian.

“Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB. Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan,” katanya.

SBY menjelaskan peacekeeper tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran. Seperti diatur dalam Chapter 6 Piagam PBB.

Dia mengatakan peacekeeper bertugas di ‘blue line’ atau di wilayah ‘blue zone’ yang bukan merupakan daerah pertempuran atau ‘war zone’. Kontingen Indonesia, hakikatnya bertugas di ‘Blue Line’ yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Lebanon.

Sekarang ini, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar ‘Blue Line’ kini sudah berada di ‘war zone’, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah.

“Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari ‘Blue Line’,” ucap SBY.

Kondisi tersebut dinilai SBY sangat berbahaya bagi peacekeeper. Sebab, setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung.

“Dengan argumentasi ini, seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini,” jelasnya.

SBY juga mendorong agar Dewan Keamanan PBB segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas.

SBY mengungkit ketika menjabat sebagai Menkopolkam RI menghadiri Sidang DK PBB tahun 2000 karena insiden di Atambua yang menewaskan 3 orang petugas kemanusiaan PBB akibat unjuk rasa.

“PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda. Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi, saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Libanon ini,” katanya.

SBY menerangkan, saat menjabat sebagai Presiden RI berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalyon plus Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB di Lebanon.

Kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A pada November 2006 berangkat ke Lebanon. Hingga 2026 ini, sudah 19 kali kontingen RI bertugas di Lebanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun.

“Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights