Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman, Polisi Buru Pelaku

Akmal Solihannoer Yudi Permana
Ilustrasi Dikeroyok

Purwakarta, Ekoin.co – Seorang pemilik hajatan bernama Dadang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria preman yang disebut meminta jatah uang dalam sebuah acara di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Polisi kini tengah melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang menggelar hajatan di lingkungan tempat tinggalnya. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun aparat, kejadian bermula dari kedatangan beberapa orang yang diduga meminta sejumlah uang kepada pihak penyelenggara acara. Permintaan tersebut memicu keributan antara korban dan kelompok tersebut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, situasi yang awalnya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang hingga mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya melerai, namun kondisi korban sudah terlanjur parah.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai dugaan pembunuhan yang terjadi saat kegiatan hajatan berlangsung.

“Benar, kami menerima laporan adanya peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” ujar Enjang dalam keterangan resminya, Minggu (5/4).

Setelah menerima laporan, petugas dari Satreskrim Polres Purwakarta langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi guna mengetahui kronologi secara lebih rinci.

Selain itu, petugas turut mengamankan barang bukti yang ditemukan di sekitar tempat kejadian.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dideritanya. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

Enjang menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan identitas para pelaku telah dikantongi.

“Saat ini tim Satreskrim sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Kami juga masih mendalami motif serta peran masing-masing pihak yang terlibat,” katanya.

Polisi juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor. Hal ini dinilai penting guna mempercepat proses pengungkapan kasus.

Selain itu, aparat mengimbau warga agar tetap menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keributan diduga berkaitan dengan permintaan jatah uang yang tidak dipenuhi. Namun, polisi menegaskan bahwa motif tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut. Aparat juga akan memeriksa rekaman kamera pengawas apabila tersedia untuk membantu mengungkap kejadian secara utuh.

Proses pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah personel. Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran wilayah sekitar untuk mempersempit ruang gerak terduga pelaku. Langkah ini dilakukan guna memastikan para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami akan bekerja maksimal untuk menangkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan,” kata Enjang.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali kondusif. Pihak keluarga korban masih dalam suasana duka dan berharap pelaku segera ditangkap.

Polisi juga terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap seluruh fakta terkait peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pemilik hajatan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights