BI: Ketidakpastian Global Masih Tinggi Meski AS-Iran Berdamai

Bank Indonesia menyatakan ketidakpastian ekonomi global masih tinggi meski AS-Iran berdamai. Gubernur Perry Warjiyo tegaskan BI tetap waspada terhadap berbagai risiko.
Ketidakpastian Global masih tinggi meski Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kesepakatan damai sementara. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya sekitar 3 persen dengan inflasi global mencapai 4,4 persen pada 2026 (Foto:Istimewa).

Jakarta, Ekoin.co – Ketidakpastian Global masih menjadi tantangan utama perekonomian dunia meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kesepakatan damai sementara atau interim deal pada 14 Juni 2026. Bank Indonesia (BI) menilai dampak perang yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir masih meninggalkan tekanan terhadap aktivitas ekonomi internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers yang digelar seusai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (18/6/2026). Menurutnya, perkembangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran memang membawa perbaikan sentimen pasar, namun belum mampu menghilangkan risiko ekonomi global secara menyeluruh.

Perry menjelaskan bahwa berbagai dampak yang muncul selama konflik berlangsung masih memengaruhi banyak sektor ekonomi. Oleh karena itu, dunia usaha dan pelaku pasar tetap menghadapi tantangan yang tidak ringan meskipun ketegangan geopolitik mulai mereda.

“Ketidakpastian global akibat perang tetap tinggi walaupun mereda setelah interim deal AS dan Iran,” kata Perry saat konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

Menurut Bank Indonesia, kesepakatan damai tersebut memberikan sinyal positif bagi stabilitas global. Namun demikian, pemulihan ekonomi dunia diperkirakan membutuhkan waktu karena berbagai gangguan yang terjadi selama konflik belum sepenuhnya terselesaikan.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi internasional. Gangguan pada rantai pasok menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan oleh berbagai negara dan pelaku industri.

Selain memicu hambatan distribusi barang dan jasa, perang juga memberikan tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat sejumlah lembaga dan otoritas ekonomi tetap berhati-hati dalam menyusun proyeksi ekonomi ke depan.

Dampak Perang Masih Membayangi Ekonomi Dunia

Perry Warjiyo menegaskan bahwa meskipun terdapat perkembangan positif melalui kesepakatan damai, pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini masih diperkirakan berada pada level yang relatif rendah.

BI memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh di kisaran 3 persen sepanjang 2026. Angka tersebut mencerminkan masih besarnya tantangan yang dihadapi berbagai negara dalam memulihkan aktivitas ekonomi pasca konflik.

Di sisi lain, tekanan inflasi global juga diperkirakan masih bertahan pada level tinggi. Bank Indonesia memperkirakan inflasi dunia berada di kisaran 4,4 persen selama tahun ini.

Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian global belum sepenuhnya berakhir. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian berbagai bank sentral di dunia.

“Perang berlangsung sejak akhir Februari menimbulkan gangguan rantai pasok serta penurunkan prospek ekonomi global,” ujar Perry.

Gangguan rantai pasok yang terjadi selama konflik memengaruhi berbagai sektor, mulai dari perdagangan internasional hingga distribusi komoditas. Dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang terlibat langsung dalam konflik, tetapi juga berbagai kawasan lainnya.

BI Terus Cermati Perkembangan Global

Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi global sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Perubahan kondisi internasional dinilai memiliki pengaruh terhadap berbagai indikator ekonomi di dalam negeri.

Perkembangan geopolitik, arah inflasi global, serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia menjadi beberapa faktor yang terus menjadi perhatian otoritas moneter. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan dinamika yang terjadi.

Meski kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai, pasar keuangan global masih menunggu berbagai perkembangan lanjutan yang dapat memberikan kepastian lebih besar terhadap kondisi ekonomi dunia.

Pelaku usaha dan investor juga terus mencermati dampak dari perjanjian tersebut terhadap perdagangan internasional, distribusi energi, serta aktivitas ekonomi lintas negara dalam beberapa bulan mendatang.

Bank Indonesia menilai bahwa stabilitas global yang lebih baik akan menjadi faktor penting dalam mendukung pemulihan ekonomi dunia. Namun, proses tersebut memerlukan waktu karena dampak perang yang terjadi selama beberapa bulan tidak dapat dipulihkan secara instan.

Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan terus mengikuti perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi nasional. Informasi yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi dinamika ekonomi internasional.

Selain itu, pemantauan terhadap perkembangan pasar global perlu dilakukan secara berkelanjutan agar berbagai pihak dapat menyesuaikan langkah sesuai kondisi yang berkembang.

Kondisi ekonomi dunia yang masih menghadapi tantangan menunjukkan pentingnya menjaga ketahanan ekonomi di berbagai sektor. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian yang masih berlangsung.

Di tengah membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran, perhatian terhadap perkembangan ekonomi global tetap diperlukan. Berbagai indikator ekonomi internasional masih menunjukkan adanya tekanan yang perlu dicermati secara serius.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai Ketidakpastian Global masih berada pada level tinggi meskipun kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani. Dampak perang terhadap rantai pasok, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi dunia masih menjadi faktor utama yang memengaruhi prospek ekonomi global pada 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights