Pecahan Drone Houthi Tewaskan Warga di Taif

Pecahan Drone Houthi jatuh di Taif setelah drone dicegat. Satu warga Yaman tewas dan dua orang lainnya terluka.
Pecahan Drone Houthi jatuh di Taif setelah drone dicegat. Satu warga Yaman tewas dan dua orang lainnya terluka (Foto:Istimewa).

Jakarta, Ekoin.co – Pecahan Drone Houthi yang telah dicegat dan dihancurkan Arab Saudi jatuh di wilayah Taif, Kamis (17/9/2026). Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebut pecahan drone juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan kendaraan.

Berdasarkan keterangan Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban meninggal merupakan warga negara Yaman. Sementara itu, dua orang lainnya mengalami luka setelah pecahan drone jatuh di wilayah tersebut. Laporan Saudi Gazette menyebut salah satu korban luka merupakan warga negara Arab Saudi, sedangkan satu lainnya merupakan warga Pakistan.

Peristiwa itu terjadi setelah sistem pertahanan Arab Saudi mencegat drone yang disebut diluncurkan oleh kelompok Houthi. Setelah drone berhasil dicegat dan dihancurkan, pecahan dari perangkat tersebut jatuh di wilayah Taif dan mengenai kawasan di sekitarnya.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan timnya langsung menangani dampak jatuhnya pecahan drone tersebut. Selain korban jiwa dan luka-luka, material yang jatuh juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta kendaraan.

“Jatuhnya pecahan peluru dari drone yang jatuh di provinsi Taif mengakibatkan satu orang tewas, dua orang terluka, dan kerusakan material pada beberapa bangunan dan kendaraan,” kata Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.

Keterangan tersebut kemudian diperkuat laporan media Saudi yang menyebut korban meninggal merupakan seorang warga Yaman. Adapun salah satu korban luka merupakan warga Saudi dan korban lainnya warga Pakistan. Kondisi warga Pakistan tersebut dilaporkan kritis.

Kerusakan Bangunan dan Kendaraan

Dampak jatuhnya pecahan drone tidak hanya mengenai warga di lokasi. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga mengalami kerusakan akibat material yang jatuh setelah drone dicegat. Kondisi tersebut ditangani oleh tim pertahanan sipil setempat.

Gambar yang dipublikasikan media pemerintah Saudi memperlihatkan kerusakan pada kendaraan dan bagian bangunan. Beberapa jendela serta etalase toko terlihat mengalami kerusakan akibat pecahan yang jatuh di kawasan Taif.

Sementara itu, laporan Anadolu Agency menyebut drone tersebut dicegat dan dihancurkan di atas wilayah Taif sebelum pecahannya jatuh ke kawasan di bawahnya. Tim pertahanan sipil kemudian merespons lokasi untuk menangani dampak kejadian.

Insiden di Taif berlangsung ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat. Dalam beberapa hari sebelumnya, Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat drone yang bergerak ke arah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci tersebut.

Pihak Houthi membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan Makkah. Dalam laporan sebelumnya, kelompok tersebut menyatakan operasi mereka ditujukan terhadap sasaran militer dan energi Arab Saudi, bukan tempat-tempat suci.

Di sisi lain, laporan mengenai perkembangan konflik juga mencatat adanya pertukaran serangan antara kelompok Houthi dan pihak yang didukung Arab Saudi di Yaman. Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya serangan di wilayah Arab Saudi dan Yaman pada Kamis (17/9).

Dalam perkembangan di Yaman, media yang didukung Houthi, Almasirah, melaporkan adanya serangan udara yang mereka kaitkan dengan pihak Saudi. Laporan tersebut menyebut satu warga sipil tewas dan satu lainnya terluka di kota Abs, sementara tiga menara telekomunikasi di Provinsi Taiz disebut menjadi sasaran.

Almasirah juga melaporkan tiga anak tewas dan sejumlah warga Yaman terluka dalam serangan yang disebut dilakukan oleh pasukan yang didukung Saudi. Laporan tersebut merujuk pada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Informasi tersebut merupakan laporan dari media yang didukung Houthi.

Dengan demikian, korban jiwa dalam rangkaian serangan yang dilaporkan pada Kamis (17/9/2026) mencapai sedikitnya lima orang, berdasarkan laporan yang mengaitkan kematian tersebut dengan berbagai serangan di Arab Saudi dan Yaman.

Insiden Taif menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam peningkatan ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Pecahan drone yang telah dicegat tetap menimbulkan korban serta kerusakan meskipun perangkat tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai wilayah yang dituju.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan prosedur penanganan telah dilakukan setelah material drone jatuh. Sementara itu, perkembangan mengenai pertukaran serangan di kawasan tersebut masih terus menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan di Yaman dan Arab Saudi.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak, penanganan terhadap korban dan kerusakan menjadi bagian langsung dari respons setelah insiden. Informasi resmi dari otoritas setempat menjadi rujukan utama untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.

Peristiwa tersebut juga menunjukkan bahwa pecahan perangkat udara yang berhasil dicegat masih dapat menimbulkan dampak ketika jatuh ke kawasan permukiman atau area yang memiliki bangunan dan kendaraan.

Selanjutnya, perkembangan situasi akan bergantung pada informasi resmi dari otoritas Arab Saudi serta laporan mengenai serangan dan respons pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Yaman.

Pemerintah dan badan terkait di Arab Saudi terus menangani dampak insiden sesuai prosedur yang berlaku, sementara informasi mengenai korban dan kerusakan menjadi bagian dari laporan kejadian.

Rangkaian serangan pada Kamis (17/9/2026) menambah catatan korban dalam meningkatnya pertukaran serangan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di kawasan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights