Prabowo dan Presiden Mesir Dorong Perjanjian Kemitraan Ekonomi, Sepakat Bentuk Dana Investasi Bersama
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyepakati langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA) dan dana investasi bersama. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral yang digelar pada Minggu (11/10/2026).
EPA Indonesia-Mesir Ditargetkan Rampung 2027
Kedua kepala negara mendorong percepatan negosiasi EPA Indonesia-Mesir yang ditargetkan rampung pada tahun 2027. Perjanjian ini mencakup liberalisasi perdagangan barang dan jasa, fasilitasi investasi, serta kerja sama di bidang ekonomi digital. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Mesir pada tahun 2025 mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS, dan pemerintah kedua negara menargetkan peningkatan signifikan melalui EPA.
Indonesia dan Mesir memiliki potensi ekonomi komplementer yang besar. EPA akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan kedua negara, ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama setelah pertemuan bilateral.
Dana Investasi Bersama untuk Infrastruktur dan Energi
Salah satu terobosan penting dari pertemuan ini adalah kesepakatan pembentukan dana investasi bersama (joint investment fund) yang akan fokus pada sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan ketahanan pangan. Dana ini akan dikelola bersama oleh lembaga investasi kedua negara dan terbuka bagi partisipasi investor swasta dari Indonesia maupun Mesir.
Presiden el-Sisi menyambut positif inisiatif ini dan menyatakan bahwa Mesir siap menjadi hub perdagangan Indonesia menuju pasar Afrika Utara dan Timur Tengah. Kerja sama ekonomi Indonesia-Mesir memiliki dimensi strategis, bukan sekadar bilateral tetapi juga membuka akses ke dua kawasan pertumbuhan ekonomi dunia, tegas el-Sisi.
Kerja Sama Berantas Penangkapan Ikan Ilegal
Selain bidang ekonomi, kedua negara juga menyepakati penguatan kerja sama di sektor kelautan dan perikanan. Indonesia dan Mesir akan berkolaborasi dalam pemberantasan penangkapan ikan ilegal (IUU fishing), pertukaran teknologi perikanan berkelanjutan, dan pengembangan budidaya perikanan.
Posisi Strategis Mesir bagi Perdagangan Indonesia
Mesir merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Afrika dengan populasi lebih dari 110 juta jiwa. Negara ini juga menjadi pintu masuk strategis bagi produk Indonesia ke pasar Timur Tengah melalui Terusan Suez. Komoditas utama yang diperdagangkan antara kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, karet, tekstil, pupuk, dan produk petrokimia.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, hubungan ekonomi Indonesia-Mesir memasuki babak baru yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Para pelaku usaha dari kedua negara diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk mengeksplorasi peluang kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
Dampak bagi Ekonomi Domestik
Kementerian Perdagangan menilai EPA Indonesia-Mesir berpotensi meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir sebesar 15-20 persen dalam tiga tahun pertama implementasi. Sektor yang paling diuntungkan mencakup kelapa sawit, otomotif, elektronik, dan produk makanan olahan.























Tinggalkan Balasan