Kebakaran di Blok M Hub, MRT Jakarta Lakukan Evaluasi
JAKARTA, Ekoin.co – Kebakaran kios Cuanki Sadaya di lantai B1 Blok M Hub, Jakarta Selatan, pada Senin (02/11/2026), diduga dipicu kebocoran instalasi gas kompor. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.24 WIB tersebut menyebabkan dua pegawai kios mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Dugaan awal penyebab kebakaran itu disampaikan PT MRT Jakarta (Perseroda) setelah melakukan penanganan terhadap insiden tersebut. Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan informasi sementara mengarah pada kemungkinan kebocoran instalasi gas yang terhubung dengan kompor di kios.
“Penyebab pasti masih dalam pemeriksaan,” kata Rendy, dikutip Selasa (03/11/2026).
Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan dari tim operasional Blok M Hub bersama petugas terkait. Mereka bergerak melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap pengunjung maupun pekerja di sekitar lokasi kejadian.
Petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, tim kemudian mengaktifkan sistem pembuangan asap guna membantu mengeluarkan asap yang terkumpul di area terdampak.
Penanganan berlangsung dengan melibatkan sejumlah petugas yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan kawasan Blok M Hub. Selain itu, petugas Pemadam Kebakaran Kebayoran Baru juga mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kehadiran petugas pemadam kebakaran bertujuan memastikan kondisi area yang terdampak setelah proses pemadaman berlangsung. Pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan lokasi berada dalam kondisi aman setelah insiden kebakaran.
Dua Pegawai Kios Mengalami Luka
Dampak kebakaran tidak hanya menimbulkan gangguan pada aktivitas kios, tetapi juga menyebabkan dua pegawai mengalami luka. Keduanya langsung memperoleh penanganan awal dari petugas di lokasi sebelum mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.
Setelah menerima pertolongan pertama, kedua pegawai tersebut kemudian diantar menuju fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini maupun tingkat luka yang dialami masing-masing korban.
Sementara itu, kios Cuanki Sadaya yang menjadi lokasi kebakaran menghentikan sementara kegiatan operasionalnya. Penghentian tersebut dilakukan hingga proses pemeriksaan dan penanganan lanjutan selesai.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan sebelum aktivitas usaha kembali berlangsung. Dengan demikian, pengelola dapat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kios, termasuk instalasi yang diduga berkaitan dengan munculnya api.
MRT Jakarta Evaluasi Keselamatan Kios
Menindaklanjuti kejadian tersebut, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan kios di kawasan Blok M Hub. Evaluasi diperlukan untuk meninjau kembali penerapan prosedur keamanan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan peralatan memasak dan instalasi gas.
Selain evaluasi, MRT Jakarta juga berencana memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran kepada para pelaku usaha. Upaya tersebut mencakup peningkatan pemahaman mengenai potensi bahaya kebakaran serta langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
Perusahaan juga akan meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat. Penguatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut agar petugas dapat merespons kejadian serupa secara cepat dan terkoordinasi.
Rendy Primartantyo menyampaikan bahwa MRT Jakarta turut memberikan perhatian kepada pegawai kios yang terdampak dalam insiden tersebut. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang muncul akibat kejadian kebakaran di kawasan Blok M Hub.
“MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta perhatian kepada pegawai yang terdampak,” ujar Rendy.
Hingga Selasa (03/11/2026), penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan. Dugaan kebocoran instalasi gas kompor masih menjadi informasi awal yang disampaikan pihak MRT Jakarta. Karena itu, hasil pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan kronologi terjadinya insiden.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas dan peralatan memasak di area usaha. Pemeriksaan kondisi selang, regulator, sambungan gas, serta kompor dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran.
Pengelola kawasan dan pelaku usaha perlu memastikan peralatan keselamatan tersedia serta dapat digunakan ketika keadaan darurat terjadi. Selain itu, pemahaman pekerja mengenai penggunaan APAR dan prosedur evakuasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan usaha.
Penanganan terhadap dua pegawai yang mengalami luka juga perlu menjadi perhatian hingga keduanya memperoleh perawatan yang dibutuhkan. Keselamatan pekerja harus tetap menjadi prioritas dalam setiap proses pemeriksaan dan pemulihan setelah insiden.
Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab kebakaran sekaligus mengidentifikasi aspek keselamatan yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, risiko kejadian serupa dapat ditekan melalui langkah pencegahan yang lebih terarah.
MRT Jakarta masih melakukan tindak lanjut terhadap insiden tersebut, termasuk pemeriksaan penyebab kebakaran dan evaluasi keselamatan kios. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya sebelum operasional kios terdampak kembali berjalan.
Informasi mengenai penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan petugas terkait. (*)
**Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v**





















Tinggalkan Balasan