Viral Lagi, Ini Kronologi Pemberhentian Listyo Sigit dan Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Ekoin.co – Kabar pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri kembali ramai dibahas di media sosial, termasuk masuk dalam daftar konten Instagram paling populer di Indonesia pada Minggu (1/11/2026). Meski pergantian pucuk pimpinan Polri sebenarnya sudah terjadi sejak awal Oktober lalu, topik ini kembali viral setelah publik ramai membahas kronologi di balik pemberhentian tersebut.
Listyo Sigit resmi diberhentikan dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026) setelah Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon penggantinya. Dalam Rapat Paripurna Ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, DPR menyetujui dua hal sekaligus: pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan Kapolri, dan pengangkatan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.
Suyudi Ario Seto Resmi Dilantik
Presiden Prabowo Subianto langsung melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. Dalam acara yang sama, Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Suyudi, yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Dalam pelantikan tersebut, ia juga menerima kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Jenderal Polisi. Sementara Wahyu Hadiningrat, lulusan Akademi Kepolisian 1992, sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran.
Listyo Sigit Tak Lama Menganggur
Menariknya, hanya beberapa jam setelah diberhentikan sebagai Kapolri, Listyo Sigit langsung dilantik Presiden Prabowo dalam posisi baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Dudung Abdurachman yang kemudian dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Listyo Sigit sendiri telah menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021 setelah dilantik Presiden Joko Widodo, menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. Masa jabatannya sejatinya baru akan berakhir pada 2029, namun rotasi kepemimpinan di tubuh Polri dilakukan lebih cepat oleh pemerintahan Prabowo.
Visi “Polri Bersama Masyarakat”
Dalam proses persetujuannya di DPR, Suyudi Ario Seto memaparkan visi kepemimpinannya yang mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat”. Visi ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah yang menginginkan institusi kepolisian lebih dekat dengan masyarakat, terutama dalam penanganan isu-isu sosial dan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari.
Mengapa Ramai Dibahas Kembali?
Munculnya kembali topik ini di linimasa media sosial sepekan terakhir diduga terkait dengan berbagai dinamika politik dan hukum yang terjadi belakangan, termasuk isu-isu sensitif yang melibatkan aparat keamanan. Warganet menilai perubahan kepemimpinan di Polri turut berdampak pada gaya penanganan sejumlah kasus besar yang sedang berjalan, sehingga topik pergantian Kapolri kembali relevan untuk dibahas publik.
Pengamat kepolisian menilai, pergantian pucuk pimpinan Polri yang relatif cepat ini mengindikasikan keinginan pemerintah untuk melakukan penyegaran kepemimpinan di tengah berbagai tantangan keamanan dan ketertiban yang dihadapi, termasuk pengawasan terhadap aparat di lapangan yang kerap disorot publik dalam berbagai insiden belakangan ini.
Selain soal pergantian jabatan, publik juga menyoroti rekam jejak Listyo Sigit selama hampir lima tahun memimpin Polri, termasuk sejumlah kebijakan reformasi internal yang pernah digaungkannya seperti program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Dengan posisi barunya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, banyak pihak menilai pengalaman Listyo Sigit di bidang keamanan tetap akan dimanfaatkan pemerintah, meski dalam kapasitas yang berbeda dari sebelumnya.
Ke depan, publik akan terus memantau bagaimana kepemimpinan baru di Polri menangani berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari penegakan hukum yang transparan hingga respons terhadap dinamika sosial-politik yang terus berkembang di tengah tahun-tahun pertengahan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Beberapa kalangan masyarakat sipil juga berharap transisi kepemimpinan Polri ini dibarengi dengan penguatan pengawasan eksternal terhadap kinerja kepolisian, mengingat sejumlah insiden yang melibatkan oknum aparat di lapangan masih kerap mencoreng citra institusi. Konsistensi penerapan prinsip Presisi yang dirintis era Listyo Sigit diharapkan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan baru, sembari membuka ruang evaluasi terhadap aspek-aspek yang masih dinilai kurang maksimal selama periode sebelumnya.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan