EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Investasi Emas Marak, Pakar IPB University Peringatkan Risiko Berutang

Sumber foto pexels.com

Investasi Emas Marak, Pakar IPB University Peringatkan Risiko Berutang

Dr. Muhammad Findi, Pakar Kebijakan Publik IPB University, mengingatkan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa dalam berinvestasi emas, terutama jika harus berutang, dan menekankan pentingnya menggunakan dana dingin untuk investasi agar terhindar dari jeratan utang.

Agus DJ oleh Agus DJ
9 Mei 2025
Kategori EDUKASI, EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Di tengah semakin maraknya tawaran investasi emas yang menjanjikan keuntungan besar, masyarakat diimbau untuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan finansial. Pesan tersebut disampaikan oleh Pakar Kebijakan Publik IPB University, Dr. Muhammad Findi, yang menekankan pentingnya bersikap realistis dalam menghadapi tren investasi ini.

Dalam seminar bertajuk “Manajemen Keuangan di Era Digital” yang digelar di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Findi menguraikan pentingnya mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum berinvestasi emas. Menurutnya, emas memang aset likuid yang menjanjikan, namun risiko berutang demi investasi emas tidak sebanding dengan manfaatnya.

“Meskipun emas merupakan aset yang sangat likuid, saya mengimbau masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, agar tidak tergesa-gesa dalam pembelian, terlebih hingga berhutang,” tegasnya.

Findi, yang juga merupakan dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, menyoroti fenomena investasi emas yang kian marak. Ia menekankan bahwa investasi tersebut lebih bersifat spekulatif daripada bijak jika dilakukan tanpa perencanaan matang.

“Idealnya, investasi emas dilakukan dengan dana dingin atau dana lebih setelah pengeluaran rutin tercukupi,” imbuhnya.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Ia pun mengkritik praktik masyarakat yang nekat mengambil pinjaman digital demi membeli emas. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menjerumuskan masyarakat dalam lingkaran utang yang sulit keluar.

Menurut Findi, uang yang digunakan untuk investasi sebaiknya berasal dari pendapatan kerja, bukan dari utang. “Masyarakat seharusnya kembali pada pola hidup sederhana, yakni pengeluaran disesuaikan dengan pendapatan hasil kerja,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menggunakan layanan pinjaman digital. Kemudahan pencairan dana, menurutnya, kerap menjebak masyarakat untuk berutang tanpa memperhitungkan kemampuan bayar.

“Prinsip kehati-hatian menjadi kunci. Masyarakat perlu mengukur kemampuan membayar sebelum mengambil pinjaman, serta menghindari praktik-praktik pinjaman berbasis riba,” tegasnya.

Findi juga mengingatkan agar masyarakat memastikan bank digital yang digunakan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini penting untuk menghindari praktik ilegal yang merugikan nasabah.

“Kendati demikian, kecepatan transaksi yang ditawarkan bank digital, terutama untuk simpanan darurat, harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam penggunaannya,” tutupnya.

Tags: Dr. Muhammad FindiFEM IPBinvestasi emasIPB Universitymanajemen keuanganOJKpinjaman digitalrisiko investasiseminar keuangan
Post Sebelumnya

Konflik India-Pakistan Ancam Ekspor Batu Bara Indonesia

Post Selanjutnya

Dari Barang Bekas ke Tanah Suci : Kisah Legiman dan Istri

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Dari Barang Bekas ke Tanah Suci : Kisah Legiman dan Istri

Dari Barang Bekas ke Tanah Suci : Kisah Legiman dan Istri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.