Jakarta, EKOIN.CO – Bank DKI melanjutkan komitmennya dalam mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bidang pendidikan. Pada tanggal 31 Mei dan 3 Juni 2025, Bank DKI mendistribusikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada ribuan mahasiswa penerima baru.
Distribusi tahap pertama berlangsung di Kantor Cabang Bank DKI Juanda, Jakarta Pusat, pada 31 Mei 2025, dengan 695 mahasiswa menerima KJMU. Selanjutnya, pada 3 Juni 2025 di Kantor Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, sebanyak 1.399 mahasiswa menerima kartu tersebut.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan. “Bank DKI menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas Pendidikan selama ini kepada Bank DKI dalam mendistribusikan KJMU di DKI Jakarta,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta (04/06).
Ia juga menyampaikan bahwa Bank DKI akan terus mengoptimalkan perannya sebagai bank pembangunan daerah. Proses penyaluran KJMU akan dipastikan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan transparan.
Keterlibatan Bank DKI dalam penyaluran dana KJMU merupakan bentuk nyata sinergi dan kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini untuk mewujudkan visi mencerdaskan kehidupan masyarakat sebagai fondasi utama pertumbuhan.
Penyaluran Dana dan Layanan Digital
Agus H. Widodo menambahkan, “Bank DKI berkomitmen untuk terus mendukung program-program strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Jakarta,” dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (03/06).
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu atau rentan secara ekonomi, namun memiliki potensi akademik yang baik.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke rekening Bank DKI milik masing-masing penerima manfaat. Besaran bantuan yang diterima adalah total Rp9 juta per semester, sudah termasuk uang saku sebesar Rp750 ribu per bulan.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa dukungan Bank DKI dalam penyaluran KJMU sejalan dengan komitmen perseroan menyediakan layanan perbankan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan sosial masyarakat Jakarta, terutama di bidang pendidikan.
Ia juga mengimbau seluruh penerima manfaat agar berhati-hati dan waspada dalam melakukan transaksi keuangan. “Bank DKI terus berinovasi dalam memberikan kemudahan transaksi dan layanan digital kepada para penerima manfaat, termasuk mahasiswa penerima KJMU, melalui aplikasi JakOne Mobile, layanan ATM, dan EDC Bank DKI yang tersebar luas untuk dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan layanan keuangan mahasiswa,” kata Arie Rinaldi.
Pencairan KJMU Semester I 2025
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pencairan bantuan dana KJMU Semester I Tahun 2025 secara bertahap sejak Selasa, 27 Mei 2025. Pada tahap ini, sebanyak 16.979 mahasiswa telah menerima bantuan tersebut.
Jumlah bantuan yang diterima setiap mahasiswa adalah Rp9 juta per semester, yang sudah termasuk uang saku bulanan Rp750 ribu. Penyaluran dilakukan langsung melalui rekening Bank DKI penerima manfaat.
Penyaluran ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Bank DKI sebagai bank pembangunan daerah yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan distribusi KJMU ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan pihak terkait sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan tinggi di DKI Jakarta.
Penyaluran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang dilakukan Bank DKI adalah langkah strategis untuk memastikan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu. Transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran dana sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan efektivitas program.
Bank DKI juga memberikan kemudahan akses layanan digital yang menunjang aktivitas finansial mahasiswa penerima bantuan. Ini mendukung mahasiswa dalam mengelola dana secara aman dan praktis, sejalan dengan era digitalisasi perbankan.
Ke depannya, edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa penerima KJMU perlu diperkuat agar mereka dapat menggunakan bantuan ini secara optimal dan menghindari risiko penyalahgunaan dana. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan institusi pendidikan harus terus dipererat demi keberlanjutan program ini.(*)





