Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza: Hamas Pelajari Isi Proposal

Jakarta, EKOIN.CO – Hamas sedang mempelajari proposal gencatan senjata 60 hari yang diajukan mediator internasional, namun menegaskan hanya akan menerima kesepakatan yang mengakhiri perang secara permanen. Pernyataan ini disampaikan Hamas melalui siaran persnya yang dilansir Al Jazeera, Kamis (3/7/2025), sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesediaan Israel untuk gencatan senjata sementara.

“Kami bertujuan mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang dan memastikan penarikan pasukan Israel dari Gaza,” tegas Hamas dalam pernyataannya. Sikap ini langsung mendapat respons keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan “Tidak akan ada Hamas di Gaza pascaperang.”

Trump yang semakin aktif mendorong perdamaian mengatakan periode 60 hari akan digunakan untuk merintis penyelesaian konflik. Namun menurut laporan Axios, pejabat Israel mengancam akan meningkatkan operasi militer jika negosiasi mandek. “Kami akan lakukan terhadap Kota Gaza seperti yang kami lakukan terhadap Rafah,” ancam seorang pejabat senior Israel.

Di tengah ketegangan, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan dukungan terhadap proposal. “Setiap peluang membebaskan sandera tidak boleh dilewatkan,” ujarnya. Sementara dua menteri lainnya, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, belum memberikan dukungan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini