EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Negosiasi Biaya KF‑21 Selesai, Ekspor Terhambat AS

Negosiasi Biaya KF‑21 Selesai, Ekspor Terhambat AS

Program KF‑21 tak lagi terkendala biaya, namun izin ekspor AS masih menghambat. Indonesia memastikan peran dalam produksi dan MRO, tetap menunggu lampu hijau AS.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Juli 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pengembangan jet tempur KF‑21 Boramae mendapat angin segar setelah Indonesia dan Korea Selatan mencapai kesepakatan baru mengenai pembagian biaya. Namun, hambatan terkait izin ekspor AS masih menjadi tantangan utama program tersebut .

Progres Negosiasi BiayaKendala Izin Ekspor AS

KF‑21 Boramae, jet tempur generasi 4,5 hasil kolaborasi Korea Selatan dan Indonesia, kini memiliki ruang gerak lebih setelah penyelesaian negosiasi biaya pengembangan bersama . Korea Selatan menanggung 60 % dari total biaya, sementara Indonesia sebelumnya diperkirakan menyumbang 20 %, meski belakangan terjadi revisi dan pengurangan kontribusi menjadi sekitar 7,4 % (~600 miliar won) . Kesepakatan terbaru ditegaskan saat ajang Indo Defence Jakarta pada 10 Juni 2025, memperkuat komitmen kedua negara

Namun demikian, situasi tidak sepenuhnya mulus karena Amerika Serikat memegang peran signifikan dalam regulasi ekspor teknologi kritis AS seperti mesin GE F414, radar AESA, dan perangkat avionik, yang terdapat dalam KF‑21  Tanpa persetujuan AS, jet tempur ini tidak dapat diekspor ke pihak ketiga, termasuk Indonesia dan Uni Emirat Arab

Seorang pakar industri pertahanan Korsel menyampaikan, “Tanpa persetujuan AS, ekspor KF‑21 pasti akan dibatasi, jadi konsultasi dengan AS penting” Hanwha Aerospace, yang memegang lisensi produksi mesin F414 di dalam negeri, juga masih bergantung pada AS untuk hak kekayaan intelektual dan izin ekspor

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Proses Pengembangan dan Alternatif

Regulasi ketat seperti International Traffic in Arms Regulations (ITAR) menempatkan AS sebagai penentu utama dalam peredaran teknologi jet tempur tersebut Akibatnya, saat ini pengembangan KF‑21 tidak hanya mencakup teknologi dan pembagian biaya, tetapi juga negosiasi dengan otoritas AS.

Sebagai alternatif jangka panjang, Korea Selatan bersama mitranya, termasuk Hanwha dan Doosan, berupaya mengembangkan mesin jet domestik pada pertengahan 2030‑an. Bahkan Inggris menawarkan Rolls‑Royce sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada AS  Pemerintah Inggris dikabarkan menawarkan dukungan agar Korsel dapat berkolaborasi dengan Rolls‑Royce demi memitigasi kendala izin AS .

Eksplorasi mesin jet domestik bertujuan agar varian ekspor KF‑21 di masa mendatang bebas dari regulasi AS, sekaligus menjaga fleksibilitas dan kedaulatan ekspor

Indonesia, sebagai mitra utama, akan memperoleh 48 unit KF‑21 berdasarkan kesepakatan terbaru. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga akan mendapat peran dalam produksi badan pesawat dan fasilitas MRO untuk mendukung program ini secara berkelanjutan

Pasar potensial seperti Uni Emirat Arab dan negara-negara lain kini masih menunggu kepastian izin AS sebelum menandatangani komitmen pembelian Hal ini membuat tekanan terhadap otoritas AS meningkat guna memberikan lampu hijau ekspor teknologi.

Meskipun demikian, langkah ke arah pengembangan mesin mandiri dan kerja sama potensial dengan Inggris menunjukkan bahwa Korsel serius mencari alternatif agar program KF‑21 tidak terlalu terbatas oleh regulasi AS.

Secara keseluruhan, program KF‑21 berhasil melewati satu tantangan besar berupa negosiasi biaya. Namun, hambatan perizinan AS masih harus diselesaikan agar jet tersebut dapat benar-benar masuk ke armada Indonesia dan negara ekspor lainnya.

Sebagai penutup, program ini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga dinamika geopolitik dan industri internasional. Kolaborasi multi-negara memperlihatkan fleksibilitas strategi pertahanan Indonesia dan Korsel. Pilihan strategi masa depan, termasuk opsi mesin lokal maupun kerjasama global, akan menentukan keberlanjutan ekspor dan kedaulatan teknologi. Kesepakatan biaya dan alternatif pengembangan mesin diharapkan memperkuat posisi kedua negara di panggung industri pertahanan global.

Sebagai langkah awal, penting bagi pemerintah dan PTDI untuk memantau perkembangan negosiasi perizinan dengan AS secara intensif, termasuk menguatkan diplomasi teknis dan regulasi. Untuk jangka panjang, mempercepat pengembangan mesin jet dalam negeri bersama mitra seperti Hanwha dan Doosan sangat strategis, agar tidak lagi bergantung pada teknologi AS. Kolaborasi dengan Inggris dalam riset dan pengembangan mesin bisa menjadi pilihan menguntungkan menengah hingga akhir 2030‑an. Selain itu, menjaga transparansi dan komunikasi publik terkait perkembangan program akan membangun kepercayaan internal dan internasional. Seluruh strategi ini perlu diintegrasikan dalam kerangka kebijakan pertahanan Indonesia agar KF‑21 mampu berkontribusi maksimal pada kemampuan militer nasional.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Amerika SerikatbiayaeksporindonesiaKF‑21Rolls‑Royce
Post Sebelumnya

Tuntutan Kasus Impor Gula Dibacakan Hari Ini

Post Selanjutnya

Jenderal Gudkov Tewas dalam Pertempuran Kursk

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Jenderal Gudkov Tewas dalam Pertempuran Kursk

Jenderal Gudkov Tewas dalam Pertempuran Kursk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.