Moscow EKOIN.CO – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Iran belum meminta bantuan militer dari Rusia, sekaligus menegaskan bahwa Moskow tidak mengirimkan sistem pertahanan seperti S‑400 atau dukungan udara karena memang tidak ada permintaan resmi. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menerima Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, di Kremlin, Moskow, pada 23 Juni 2025 .
Dalam pertemuan itu, Putin menegaskan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran sama sekali tidak berdasar dan tidak bisa dibenarkan. Ia menyebut aksi tersebut merupakan “agresi tidak berdasar” dan menegaskan Rusia akan terus membantu rakyat Iran, meskipun tidak merinci bentuk bantuannya
Iran sejatinya telah mengajukan kerjasama melalui perjanjian strategis 20 tahun yang ditandatangani Januari 2025, namun perjanjian tersebut tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama
Kendati begitu, Putin menekankan bahwa kedua negara menjalin komunikasi “secara berkelanjutan”, dan spesialis Rusia tetap hadir di pembangkit nuklir Bushehr, dengan jumlah mencapai 250 hingga 600 orang
Iran dilaporkan kecewa dengan dukungan Rusia yang dianggap kurang memadai dan menginginkan tindakan lebih konkret .
Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov juga memperingatkan AS agar tidak melakukan serangan terhadap Iran, dengan alasan hal itu dapat “mengganggu stabilitas di seluruh Timur Tengah” dan membawa dunia ke ambang bahaya nuklir
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa penolakan terhadap serangan AS ke Iran mencerminkan “posisi jelas” Rusia yang menetapkan sikap menolak eskalasi konflik .
Peskov menambahkan bahwa Rusia telah menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam konflik Israel–Iran, meski AS tidak mengambil tawaran tersebut .
Pada pertemuan tersebut, Araqchi menyampaikan bahwa Iran menjalankan hak membela diri secara sah dan memberikan salam dari Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, serta Presiden Iran
Menurut Araqchi, Rusia saat ini “berdiri di sisi yang benar” dalam hal sejarah dan hukum internasional .
Putin juga menyebut bahwa Rusia telah menginformasikan kepada Israel bahwa sejauh ini belum ada indikasi bahwa Iran berupaya membuat senjata nuklir
Kantor berita RIA melaporkan bahwa Iran menolak tawaran Rusia untuk memasok sistem pertahanan udara, sehingga diskusi tersebut tidak berkembang lebih lanjut .
Putin menjelaskan bahwa dukungan militer Rusia kepada Iran sebelumnya bersifat rutin dan terbatas, bukan bagian dari eskalasi saat ini
Kremlin menekankan kembali bahwa tidak ada dokumen resmi yang diserahkan dalam pertemuan, walau terdapat pesan verbal dari pimpinan tertinggi Iran .
Peskov menyoroti bahwa dampak pada fasilitas nuklir Iran akibat serangan AS masih belum jelas. Dia juga menyebut pengawasan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tetap perlu diwaspadai .
Sebelumnya, Rusia sempat menawarkan menyimpan uranium Iran di wilayahnya dan mengonversinya menjadi bahan bakar nuklir sipil, sebagai bagian dari opsi diplomatik .
Dalam konferensi internasional sebelumnya, Putin menegaskan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran bukanlah opsi politik yang pantas dibicarakan .
Secara keseluruhan, Rusia menolak dukungan militer konkret terhadap Iran, memperingatkan eskalasi regional, dan menawarkan mediasi serta opsi teknis nuklir untuk meredakan ketegangan.
Dukungan Diplomatik dan Opsi Non-Militer
Peran Rusia saat ini lebih diplomatik dengan beberapa langkah penting. Pertama, Rusia mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan mengecam eskalasi konflik tanpa dasar tersebut .
Kedua, Moskow menawarkan diri sebagai mediator, membuka kemungkinan negosiasi damai, dan menawarkan opsi penyimpanan uranium Iran sebagai bahan bakar sipil .
Ketiga, Rusia menjaga kehadiran personil dan teknisi di fasilitas nuklir Iran, terutama di Bushehr, sebagai bentuk komitmen kerjasama non-militer
Keempat, Moskow mengibaratkan dirinya sebagai penyangga dalam konflik, berharap bisa mencegah intervensi langsung AS atau Israel yang berpotensi memperluas perang .
Kelima, Rusia menegaskan tidak akan mengubah perjanjian strategis menjadi aliansi militer penuh karena Iran tidak meminta pengiriman senjata atau dukungan udara .
Rusia harus mempertegas peran mediasi yang bisa menenangkan pihak-pihak yang bertikai, agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik berskala luas.
Disarankan untuk memperkuat komunikasi dengan lembaga internasional seperti IAEA guna memastikan transparansi kondisi fasilitas nuklir Iran.
Moskow perlu memonitor perkembangan internal Iran terkait respon publik terhadap dukungan non-militer yang disediakan, demi menjaga stabilitas regional.
Perlu evaluasi berkelanjutan terhadap perjanjian strategis untuk memastikan bahwa setiap dukungan tetap sesuai kebutuhan dan tidak memicu konflik baru.
Rusia sebaiknya terus memisahkan diri dari tindakan militer langsung, menjaga hubungan dengan AS dan negara-negara Teluk, serta mendukung solusi diplomatik.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2





