EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
KMP Tunu Pratama Jaya, Manifes Tak Akurat

KMP Tunu Pratama Jaya, Manifes Tak Akurat

Data korban KMP Tunu Pratama Jaya masih berubah-ubah. Sejumlah penumpang tidak tercantum dalam daftar manifes.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
5 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banyuwangi, EKOIN.CO – Kekacauan dalam pencatatan daftar manifes penumpang kapal KMP Tunu Pratama Jaya mencuat setelah kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. Sejumlah penumpang diketahui tidak tercantum dalam daftar resmi, sementara data korban terus mengalami perubahan hingga Kamis, 3 Juli 2025.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers menyatakan bahwa total penumpang berjumlah 65 orang, terdiri dari 12 awak kapal dan 53 penumpang. Selain itu, tercatat 22 unit kendaraan turut berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Namun, berdasarkan hasil temuan tim SAR di lapangan, tidak semua penumpang yang berada di kapal masuk dalam daftar manifes resmi. Salah satu contohnya adalah Faisal, warga negara asing asal Malaysia, yang namanya tidak ditemukan pada daftar korban yang ditempelkan oleh tim SAR gabungan di papan informasi.

Tak hanya Faisal, nama Elok Rimantini yang merupakan pekerja kantin kapal juga tidak tercantum dalam daftar manifes yang beredar. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang validitas data penumpang yang telah dikumpulkan.

Menanggapi hal tersebut, Dudy menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan ulang guna memastikan seluruh penumpang yang berada di kapal tercatat dengan benar. Ia juga mengakui adanya kemungkinan bahwa beberapa penumpang selamat belum melapor.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Mengenai manifes sebagaimana tadi disampaikan dalam rapat evaluasi dan nanti akan kami lakukan pendataan ulang apakah ada penumpang yang tidak tercatat atau ada penumpang yang selamat tapi tidak melapor,” jelas Dudy kepada awak media.

Lebih lanjut, Dudy menyebutkan bahwa Basarnas tidak terburu-buru merilis data karena proses konfirmasi ulang masih berlangsung. Ia mengingatkan agar media dan publik menunggu hasil verifikasi final dari tim gabungan.

“Itu kenapa Basarnas tidak buru-buru melakukan rilis karena akan dilakukan konfirmasi ulang oleh tim gabungan Basarnas, kami belum bisa memastikan apakah data yang dimiliki oleh media itu sebagai kesalahan atau mungkin belum terverifikasi oleh tim gabungan Basarnas,” ungkapnya.

Dudy juga menegaskan bahwa semua pihak perlu berhati-hati dalam menyampaikan informasi, agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan keluarga korban yang sedang menanti kepastian nasib orang terdekat mereka.

“Kami tidak ingin memberikan informasi tersebut dengan gegabah yang ujungnya nanti akan memberikan keresahan bagi keluarga,” ujar Dudy dengan tegas.

Sementara itu, pada Kamis siang, papan pengumuman di posko informasi menunjukkan jumlah korban selamat sebanyak 31 orang dan korban meninggal sebanyak 5 orang. Namun, data tersebut kembali berubah pada sore hari menjadi 28 selamat dan tetap 5 meninggal.

Perubahan data ini kembali menimbulkan kebingungan dan keraguan di kalangan keluarga korban serta publik terhadap keakuratan informasi yang diberikan. Hal ini direspons oleh pihak Basarnas yang menyatakan bahwa revisi memang diperlukan untuk memastikan data benar-benar akurat.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno menyebutkan bahwa perubahan data selamat menjadi 28 dan kemudian 29 orang dilakukan karena ada tiga nama yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

“Kenapa memang harus jadi 28 malah 29 karena yang 3 ini perlu konfirmasi ulang,” kata Eko kepada media.

Menurut Eko, seluruh korban selamat kini telah dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk. Karena itu, proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terpusat di sana, dan bukan di lokasi lain.

“Jadi yang perlu rekan-rekan ketahui seluruh korban yang selamat itu ada di Gilimanuk makanya di Gilimanuk tidak kita bikinkan pers rilis semuanya di sini. Sehingga korban meninggal yang tadinya 5 sekarang 6 makanya ter-update 6. Yang selamat 29,” terang Eko.

Kondisi ini menunjukkan bahwa proses verifikasi korban dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya masih berlangsung dan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan di lapangan.

Sementara pendataan ulang masih dilakukan, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan dan memastikan proses evakuasi serta pengumpulan informasi berjalan sesuai prosedur.

Salah satu tantangan dalam proses pendataan ini adalah belum adanya sistem integrasi data manifes yang ketat serta lemahnya pengawasan terhadap jumlah pasti penumpang sebelum kapal diberangkatkan.

Selain itu, lemahnya kontrol pada pos pemeriksaan juga turut menyumbang potensi lolosnya penumpang tidak tercatat, seperti yang dialami oleh Faisal dan Elok.

Untuk itu, pihak Kementerian Perhubungan bersama Basarnas dan operator pelayaran perlu meningkatkan akurasi pencatatan dan transparansi informasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya reformasi sistem manajemen manifes di sektor transportasi laut Indonesia yang selama ini masih menghadapi tantangan serius dalam aspek akurasi dan akuntabilitas.


Melihat kekacauan yang terjadi dalam data manifes kapal, semua pemangku kepentingan di bidang pelayaran perlu memperbaiki sistem pencatatan penumpang yang lebih akurat dan real-time. Sistem digitalisasi manifes dapat menjadi solusi utama untuk menghindari kesalahan serupa.

Selain itu, koordinasi antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan instansi penanganan darurat seperti Basarnas harus diperkuat. Setiap data yang dirilis ke publik harus melalui proses verifikasi yang ketat dan lintas sektor agar tidak menimbulkan simpang siur informasi.

Pihak keluarga korban juga perlu mendapatkan akses informasi yang cepat dan valid agar tidak menimbulkan kepanikan. Posko informasi dengan data terkini dan personel yang informatif menjadi kebutuhan penting dalam setiap situasi darurat seperti ini.

Pemerintah juga seharusnya melakukan evaluasi mendalam terhadap kelayakan operator pelayaran yang selama ini tidak menerapkan standar keselamatan dan administrasi penumpang yang baik. Ini penting sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Dengan segala kekurangan yang terungkap, insiden KMP Tunu Pratama Jaya harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh di sektor transportasi laut nasional demi keamanan, keselamatan, dan transparansi bagi seluruh pengguna jasa.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Basarnasdata korbankecelakaan lautKMP Tunu Pratama Jayamanifes kapalSelat Bali
Post Sebelumnya

Tumbler Terjatuh, Turis Indonesia Ditahan Polisi

Post Selanjutnya

Anggaran PU Diakui Boros oleh Menteri

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Anggaran PU Diakui Boros oleh Menteri

Anggaran PU Diakui Boros oleh Menteri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.