Pakistan Menyatakan Dukungan Kuat untuk Iran
Islamabad, EKOIN.CO – Iran kembali mendapat dukungan signifikan di tengah meningkatnya tekanan geopolitik, kali ini datang dari Pakistan. Perdana Menteri Pakistan serta pejabat tinggi lainnya menegaskan kesiapan mereka membantu Teheran, khususnya dalam aspek pertahanan nuklir, menyusul mundurnya dukungan Rusia dari Iran.
Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, dalam pidatonya di majelis nasional Islamabad Minggu lalu, Pakistan akan mendukung Iran sepenuhnya dan menggalakkan “persatuan Muslim melawan Israel” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pakistan akan “mendukung mereka di setiap forum internasional” untuk melindungi kepentingan Iran
Selain itu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai “pelanggaran terang‑terangan terhadap kedaulatan Iran” Pernyataan ini memperjelas sikap Islamabad yang siap membela Teheran di berbagai arena diplomatik.
Kerja sama nuklir dan militer Pakistan–Iran
Hubungan Pakistan dan Iran telah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak konflik regional memanas. Kedua negara merupakan anggota Shanghai Cooperation Organization dan telah menjalin kerja sama erat dalam bidang pertahanan, termasuk produksi alat militer bersama dan latihan gabungan angkatan laut di Laut Arab
Pada 16 Juni 2025, anggota Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaee, sempat mengklaim bahwa Pakistan “memastikan Iran akan meluncurkan serangan nuklir ke Israel apabila Israel menggunakan senjata nuklir terhadap Iran” Klaim ini menunjukkan tingkat komitmen militer strategis Iran–Pakistan, meskipun kemudian dibantah oleh pemerintah Pakistan .
Lebih jauh, Pakistan menutup semua perbatasan dengan Iran karena peningkatan ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv . Langkah ini menandakan kesiapan Islamabad untuk mengambil tindakan nyata terhadap ancaman terhadap sekutunya.
Respons Rusia dan dinamika geopolitik
Sebelumnya, Rusia sempat menunjukkan dukungan terhadap program nuklir damai Iran melalui pernyataan Presiden Putin bahwa Moskow siap membantu Teheran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai, sambil menolak penyebaran senjata nuklir Namun belakangan Rusia perlahan mundur dalam beberapa aspek dukungannya, menjadikannya peluang bagi Pakistan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Moskow juga menawarkan bantuan dalam mediasi perundingan nuklir antara AS dan Iran tapi tetap menentang pengiriman senjata nuklir ke Teheran. Dalam peralihan ini, Islamabad tampil menonjol sebagai sekutu kuat Teheran, terutama pada isu-isu militer.
Penguatan hubungan Iran–Pakistan juga terlihat pada kerja sama demokratis dan militer. Kedua negara sering mengadakan pertemuan diplomatik dan militer, serta terlibat dalam latihan bersama dan konstruksi program pertahanan bersama .
Prioritas Pakistan dalam dukungan nuklir Iran
Pakistan melipatgandakan dukungannya kepada Iran setelah serangan Israel terhadap situs nuklir Teheran. Menhan Khawaja Asif menegaskan bahwa Islamabad dan Teheran memiliki “hubungan yang erat” dan bahwa Pakistan akan membela Iran di forum internasional Pernyataan ini memperlihatkan komitmen kuat Pakistan.
Sementara itu, klaim kontroversial oleh pejabat Iran bahwa Pakistan bersedia membantu jika Iran diserang menggunakan senjata nuklir, meski kemudian dibantah Islamabad, memperlihatkan kesiapan militer strategis mereka . Fakta penutupan perbatasan menunjukkan kesiapan nyata negara itu untuk mengambil langkah operasional.
Dampak regional dan internasional
Dukungan Pakistan terhadap Iran menambah tekanan pada Barat dan Israel, terutama AS. Langkah Islamabad bisa memperkuat front Muslim dalam konflik regional ini, dan berpotensi meningkatkan konflik jika eskalasi berlanjut. Rusia, meski ragu memberikan dukungan militer, tetap memegang peran diplomatik.
China juga bersuara mendukung mediasi damai di kawasan, seiring dengan dinamika pertemuan trilateral sebelumnya antara China, Rusia, dan Iran Namun, China belum menunjukkan niat untuk memasok senjata seperti Pakistan.
Peningkatan aliansi militer Iran–Pakistan berpotensi memperluas konflik Timur Tengah dan meningkatkan risiko konflik berskala lebih luas. Di sisi lain, ini bisa memperkuat posisi negosiasi Iran dalam pembicaraan nuklir dengan Barat.
Mengingat ketegangan yang meningkat di kawasan, diplomasi antarnegara Muslim perlu diperkuat agar konflik tidak semakin meluas. Pakistan dan Iran sebaiknya terus membangun dialog regional melalui organisasi seperti OKI, agar langkah-langkah militer tertahan.
Negara-negara besar termasuk Rusia, China, dan AS juga berperan penting dalam mendorong kembali Iran dan sekutunya pada jalur nuklir damai dan dialog. Intervensi mendalam harus dihindari agar eskalasi tidak melampaui batas.
Regionalisasi aliansi militer bisa membawa risiko besar bagi stabilitas global. Oleh sebab itu, mekanisme pengawasan internasional, seperti IAEA dan PBB, sebaiknya diberdayakan untuk memastikan transparansi program nuklir.
Demi mencegah ketidakpastian dan kekhawatiran global, semua pihak perlu memprioritaskan solusi damai. Negosiasi sebaiknya dijalankan melalui forum resmi dan tetap menghindari ancaman militer secara terbuka.
Secara keseluruhan, dinamika baru ini menunjukkan pergeseran signifikan geopolitik nuklir di Asia Selatan dan Timur Tengah. Pakistan tampil sebagai pendukung kuat Iran dalam kondisi kritis, menandai babak baru dalam aliansi strategis regional. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v






















Tinggalkan Balasan