Jakarta, EKOIN.CO – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo merilis evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran Triwulan II 2025 yang menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 78 satuan kerja (satker) mitra yang diawasi, realisasi anggaran mencapai Rp3,86 triliun atau 44,40% dari total pagu Rp8,71 triliun.
Indeks Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang diukur melalui tujuh indikator utama mencatat nilai hampir sempurna. “Enam dari tujuh indikator mencapai nilai optimal 100, hanya pengelolaan UP dan TUP yang masih 99,51,” jelas Kepala KPPN Sidoarjo dalam laporannya. Data ini diambil dari aplikasi OM-SPAN per 8 Juli 2025.
Evaluasi detail menunjukkan capaian tertinggi pada indikator revisi anggaran, deviasi halaman III DIPA, penyerapan anggaran, belanja kontraktual, penyelesaian tagihan, dan capaian output. Namun, beberapa tantangan masih ditemui. “Masih ada kendala teknis seperti pemblokiran anggaran dan keterlambatan juknis yang mempengaruhi beberapa satker,” tambahnya.
Salah satu isu strategis adalah dampak perubahan nomenklatur kementerian/lembaga pasca pembentukan Kabinet Merah Putih. “Penyesuaian struktur organisasi menyebabkan keterlambatan proses pencairan di beberapa satker,” ungkap analis KPPN Sidoarjo. Kebijakan efisiensi anggaran nasional juga mempengaruhi realisasi belanja.
Meski demikian, KPPN Sidoarjo terus memberikan pendampingan intensif. “Kami fokus pada asistensi teknis dan monitoring untuk memastikan optimalisasi anggaran di semester berikutnya,” tegas Kepala KPPN. Rekomendasi perbaikan khususnya menyasar pengelolaan UP/TUP dan percepatan proses kontraktual.





