Jakarta, EKOIN.CO – Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan kehormatan dari pimpinan Universitas Gaziantep, Turki, pada Jumat (18/7), di Ruang Tamu Rektor UGM, Yogyakarta. Pertemuan ini mempererat kerja sama strategis lintas benua dalam bidang pendidikan, riset, dan mobilitas internasional.
Wakil Rektor UGM bidang Riset, Pengembangan Usaha, dan Kemitraan, Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc., menjelaskan bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang antara kedua universitas. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan.
“Kami berharap ini bukan hanya awal, tapi menjadi fondasi kolaborasi masa depan, tidak hanya antar profesor tetapi juga untuk mahasiswa, termasuk program inovasi bersama, dosen tamu, dan riset kolaboratif,” ujar Danang.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Teknik UGM telah mencanangkan inisiatif program musim panas dan pertukaran mahasiswa dengan Universitas Gaziantep. Inisiatif ini dirancang untuk membangun interaksi lintas budaya serta memperkuat jejaring riset global.
Prof. Fahrettin Göğüş, Wakil Rektor Universitas Gaziantep, menyatakan bahwa pihaknya melihat peluang besar dalam membangun kemitraan akademik yang produktif dan saling menguntungkan antar peneliti kedua universitas.
Penguatan Jejaring Akademik Global
“Kami melihat potensi besar untuk mempertemukan para peneliti dan menciptakan peluang kolaborasi bersama di masa depan, termasuk pertukaran pelajar lintas jenjang,” tutur Fahrettin Göğüş dalam sambutannya.
Dari sisi akademik, Prof. Poppy Sulistyaning Winanti, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM, turut menyambut baik potensi kolaboratif yang ditawarkan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini memperluas peluang kerja sama antar civitas akademika.
“Pertemuan ini membuka banyak ruang kolaborasi yang bisa dimanfaatkan oleh para dosen, baik dalam bentuk kegiatan akademik, riset, maupun pertukaran dosen,” jelas Poppy. Ia juga menambahkan pentingnya memperkuat reputasi universitas lewat kegiatan kolaboratif.
Kunjungan ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan delegasi Universitas Gaziantep yang dimulai sejak Rabu (16/7), mencakup kunjungan ke Fisipol, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Teknik UGM.
MoU dan Erasmus+ Sebagai Pondasi Kolaborasi
Kedua universitas telah menjalin kerja sama melalui perjanjian MoU dan program Erasmus+ Teaching Mobility. Program tersebut telah memfasilitasi pertukaran dosen dan staf pendidikan sejak Juni 2025.
Pertemuan pada Jumat ini menjadi penegasan kembali atas keseriusan kedua belah pihak dalam membangun relasi strategis yang berkelanjutan. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan komitmen UGM dalam memperkuat posisi globalnya.
Melalui penguatan jaringan akademik internasional, UGM menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menjalin kemitraan dengan universitas luar negeri dalam pengembangan inovasi.
Pertemuan antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Gaziantep menandai babak baru kerja sama antar dua institusi pendidikan tinggi lintas negara. Dalam atmosfer dialog yang terbuka, keduanya menyusun rencana-rencana konkret untuk memperkuat jejaring riset dan mobilitas akademik.
Keseriusan ini tidak hanya terlihat dalam diskusi tingkat pimpinan, tetapi juga dalam implementasi teknis melalui Erasmus+ Teaching Mobility. UGM menunjukkan kesiapannya untuk memperluas kolaborasi, termasuk dalam bentuk pertukaran pelajar, program musim panas, dan proyek inovasi lintas disiplin.
Kunjungan delegasi Gaziantep menjadi simbol penting bahwa pendidikan tinggi Indonesia terus merajut relasi strategis dengan mitra global. Harapan besar pun digantungkan pada kesinambungan kerja sama ini, yang mampu melahirkan solusi akademik yang berdampak global.(*)





