Jakarta, EKOIN.CO – Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) meresmikan Drilling Fluid dan Cementing Laboratory di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/7). Laboratorium ini berada di kompleks Warehouse Pertamina Drilling.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, yang hadir bersama jajaran direksi dan sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan ini menandai langkah baru dalam penguatan layanan teknis pengeboran migas nasional.
Avep menyatakan bahwa laboratorium ini akan mendukung peningkatan efisiensi operasional, akurasi pengujian, serta riset dan pengembangan. “Laboratorium ini tidak hanya meningkatkan kecepatan dan akurasi analisa teknis, tetapi juga sebagai sarana riset dan pengembangan,” katanya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas ini sejalan dengan target Pertamina Drilling dalam mendorong efisiensi biaya pengeboran dan memperkuat kualitas layanan teknis. Fasilitas ini akan digunakan untuk pengujian fluida pengeboran serta semen untuk mendukung operasional di berbagai wilayah.
Laboratorium tersebut dilengkapi dengan peralatan uji terbaru dan akan menjadi pusat pelatihan teknis bagi sumber daya manusia internal perusahaan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis para personel di lapangan.
Komitmen Operational Excellence
Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, menambahkan bahwa penguatan laboratorium merupakan bagian penting dari pengembangan operational excellence secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kendali mutu dalam operasional pengeboran.
“Laboratorium ini akan memperkuat kendali mutu dan keandalan teknis di setiap proses pengeboran yang kami lakukan,” kata Aziz saat memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Pertamina Drilling akan terus menjaga standar tinggi di setiap layanannya.
Di sisi lain, VP Non Rig Services Operation, Agung Subagio, menyebut bahwa laboratorium ini lahir dari hasil kolaborasi berbagai fungsi dalam perusahaan. Ia juga menekankan peran laboratorium sebagai bagian dari strategi layanan terintegrasi.
“Kami akan terus mengembangkan laboratorium ini agar dapat memberikan layanan uji teknis yang tidak hanya mendukung internal Pertamina Drilling,” ujarnya. Agung menyebut adanya potensi kerja sama eksternal di industri migas.
Peresmian laboratorium ini dipandang sebagai tonggak transformasi Pertamina Drilling menjadi perusahaan jasa pengeboran yang tidak hanya andal dalam pengoperasian rig, tetapi juga unggul dalam bidang pendukung pengeboran secara menyeluruh.
Dorong Kemandirian Energi Nasional
Pertamina Drilling menilai keberadaan fasilitas ini sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Dengan laboratorium ini, Pertamina Drilling juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap layanan teknis eksternal.
Sejumlah pihak di internal Pertamina menyambut positif kehadiran laboratorium tersebut. Langkah ini juga dinilai akan memperkuat daya saing Pertamina Drilling di tingkat nasional maupun regional.
Dari sisi keberlanjutan, laboratorium ini diharapkan turut mempercepat program-program efisiensi di sektor hulu migas. Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam riset teknis.
Peresmian Drilling Fluid dan Cementing Laboratory menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam mendorong peningkatan kapasitas layanan teknis pengeboran. Fasilitas ini dirancang tidak hanya untuk mendukung operasional internal, tetapi juga sebagai pusat riset dan pelatihan.
Dengan hadirnya laboratorium ini, Pertamina Drilling memperkuat posisi sebagai pemain penting di sektor jasa pengeboran nasional. Transformasi layanan melalui pendekatan terintegrasi semakin memperkuat peran perusahaan dalam menunjang produksi energi nasional.
Fasilitas laboratorium ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak di industri migas, mempercepat alih teknologi, serta mendukung tercapainya efisiensi biaya dan kemandirian dalam pengujian teknis.(*)





