EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS INFRASTRUKTUR
Sumber Foto: Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

Sumber Foto: Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

Pakar Ingatkan Potensi Gempa 14 Zona Megathrust Indonesia

Pemerintah mengidentifikasi titik kritis pada lempeng tektonik yang memerlukan langkah mitigasi struktural dan non-struktural secara cepat.

Agus DJ oleh Agus DJ
3 Februari 2026
Kategori INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus melakukan pemantauan intensif terhadap ancaman aktivitas seismik di berbagai wilayah Indonesia. Ancaman ini bersumber dari pergerakan lempeng tektonik yang dikenal dengan istilah 14 zona megathrust yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara. Pemerintah meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi berkekuatan besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Fenomena geologi ini menjadi perhatian utama setelah para ahli mendeteksi adanya akumulasi energi yang signifikan pada beberapa segmen lempeng di dasar laut. Seperti yang dilansir dari laporan BMKG, pergeseran lempeng tersebut berisiko memicu gempa bermagnitudo tinggi yang dapat berdampak luas pada permukiman warga di pesisir. Oleh karena itu, langkah mitigasi bencana harus segera diperkuat guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang parah akibat guncangan.

Pakar kegempaan telah mengidentifikasi titik-titik kritis yang masuk dalam kategori zona merah karena sejarah aktivitas gempa yang berulang secara periodik. Wilayah tersebut meliputi Segmen Aceh-Andaman, Nias-Simeulue, Kepulauan Mentawai-Siberut, serta wilayah di sepanjang selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Pengamatan sensor seismik menunjukkan bahwa tekanan pada area ini terus meningkat seiring waktu tanpa adanya pelepasan energi dalam skala kecil yang rutin terjadi.

Selain wilayah barat, zona berbahaya juga mencakup area di Sulawesi Utara, Laut Maluku, serta bagian utara Papua yang memiliki karakteristik tektonik kompleks. Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia menjadi pemicu utama terbentuknya tekanan di area tersebut. Lokasi-lokasi ini memerlukan perhatian khusus karena letaknya yang sangat dekat dengan pusat pemukiman penduduk yang padat di sepanjang garis pantai.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau untuk mengenali tanda-tanda alam yang muncul sebelum terjadinya guncangan hebat yang berpotensi tsunami. Pengetahuan mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman menjadi modal utama dalam menghadapi situasi darurat yang seringkali muncul secara tiba-tiba. Pemerintah daerah setempat kini mulai rutin melakukan simulasi bencana guna memastikan kesiapan perangkat desa dan warga dalam merespons setiap peringatan dini.

Berita Menarik Pilihan

Menko AHY Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Pemulihan Pascabencana Dikebut, Pemerintah Klaim Progres Signifikan

Peringatan Pakar Mengenai Perubahan Struktur Lempeng

Seorang pakar kegempaan asal Jepang turut memberikan pandangan mendalam mengenai kondisi tektonik di Indonesia yang terus mengalami perubahan dinamis setiap tahunnya. Dikutip dari paparan ilmiahnya, ia menunjuk beberapa wilayah yang saat ini memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibandingkan dengan data pada periode-periode sebelumnya. Perubahan pola gesekan antar lempeng di dasar laut menyebabkan akumulasi energi berpindah ke titik-titik yang selama ini dianggap stabil oleh para peneliti.

Kondisi tersebut memaksa otoritas terkait untuk melakukan pembaruan pada peta kerawanan bencana secara berkala agar tetap relevan dengan situasi geologi terkini. Kerjasama internasional dalam bidang teknologi pemantauan gempa bumi sangat membantu Indonesia dalam mendapatkan data yang lebih akurat serta tepat waktu. Pemanfaatan sensor bawah laut terbaru diharapkan mampu memberikan jeda waktu evakuasi yang lebih lama bagi warga yang berada di pusat zona terdampak.

Meskipun teknologi sudah semakin canggih, tantangan terbesar tetap terletak pada kecepatan penyampaian informasi kepada masyarakat yang berada di daerah terpencil. Infrastruktur komunikasi yang kuat harus tersedia agar peringatan dini tidak terhambat oleh kendala teknis saat bencana alam terjadi secara mendadak. Integrasi antara sistem peringatan dini nasional dengan perangkat komunikasi lokal menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penyelamatan nyawa manusia di kawasan risiko.

Selanjutnya, penataan ruang di kawasan pesisir juga harus mempertimbangkan aspek keamanan dari ancaman gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi tektonik. Pembangunan tanggul laut atau penanaman hutan mangrove dapat menjadi benteng alami untuk meredam kekuatan air yang masuk ke wilayah daratan pemukiman. Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan penanganan pascabencana yang memerlukan biaya serta alokasi sumber daya manusia yang sangat besar.

Pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk turut serta dalam program tanggung jawab sosial yang berfokus pada edukasi mitigasi bencana secara masif. Kesadaran kolektif yang dibangun sejak dini akan menciptakan generasi yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan geofisika di masa yang akan datang. Melalui sinergi antara pemerintah, pakar, dan masyarakat, dampak buruk dari aktivitas seismik diharapkan dapat ditekan hingga ke level yang sangat minimal.

Konstruksi Sarang Laba-Laba dengan Teknologi Perencanaan Pondasi Ramah Gempa. Sumber foto katama.co.id
Konstruksi Sarang Laba-Laba dengan Teknologi Perencanaan Pondasi Ramah Gempa. Sumber foto katama.co.id

Teknologi Konstruksi Sarang Laba-laba Efisien Hadapi Risiko Bencana

Teknologi konstruksi sarang laba-laba (KSLL) yang merupakan karya anak bangsa dan PT. Katama Suryabumi pemilik paten teknologi memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional karena keunggulannya yang sangat efisien dan ramah gempa. Teknologi fondasi ini dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap guncangan gempa dan teruji di gempa Aceh, Sumatera Barat, Palu, Nusa Tenggara Barat dan beberapa daerah rawan gempa lainnya sehingga menjadi pilihan utama dalam pembangunan gedung bertingkat serta infrastruktur strategis nasional. Pemanfaatan material yang lebih hemat namun tetap menjaga integritas struktur menjadi daya tarik utama bagi para investor global yang ingin berinvestasi di Indonesia.

PT. Katama Suryabumi terus melakukan sosialisasi agar inovasi kebanggaan nasional tersebut semakin dikenal oleh para pelaku industri konstruksi di berbagai belahan luar negeri. Pengerjaan proyek yang menggunakan sistem ini terbukti lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional sehingga mampu menekan biaya operasional pembangunan secara signifikan. Rekam jejak penggunaan teknologi ini yang sudah teruji di berbagai daerah menjadi modal berharga untuk meyakinkan pasar dunia akan kualitas inovasi tersebut.

Konstruksi sarang laba-laba memang dirancang khusus untuk memberikan keamanan maksimal bagi penghuni bangunan yang berada di wilayah rentan terhadap guncangan gempa bumi. Sistem ini bukan sekadar pondasi ramah gempa, melainkan solusi cerdas untuk menghadapi tantangan geografis Indonesia yang terletak di jalur cincin api pasifik. Keberhasilan implementasi di dalam negeri diharapkan dapat mendorong standarisasi internasional agar teknologi ini dapat diterima secara luas oleh masyarakat global di mancanegara.

Fenomena ini adalah pentingnya integrasi antara peringatan dini dan kekuatan struktur bangunan di area 14 zona megathrust yang berbahaya. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap pembangunan di wilayah pesisir telah mengadopsi teknologi tahan gempa guna meminimalisir risiko kerugian materiil. Kesadaran masyarakat akan pentingnya evakuasi mandiri juga menjadi faktor penentu keselamatan saat sistem peringatan dini mulai diaktifkan. Kolaborasi antara data ilmiah dan kearifan lokal dalam mitigasi bencana akan menciptakan ketahanan nasional yang jauh lebih kuat. Pada akhirnya, kewaspadaan yang terencana merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika lempeng tektonik yang terus bergerak secara aktif setiap hari.

Penggunaan teknologi inovatif seperti sistem konstruksi sarang laba-laba patut dipertimbangkan oleh pengembang proyek di zona merah untuk menjamin aspek keamanan jangka panjang. Selain itu, penyediaan tas siaga bencana di setiap rumah tangga harus menjadi kebiasaan baru yang dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat pesisir. Pemerintah juga perlu memperluas jangkauan sensor seismik hingga ke wilayah laut dalam yang belum terjangkau oleh peralatan pemantau saat ini. Marilah kita dukung terus inovasi karya anak bangsa sebagai solusi perlindungan diri dari ancaman bencana alam yang nyata.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: 14 zona megathrustBMKGGempaGempa bumiKatama Suryabumimitigasi bencanateknologi sarang laba-labazona merah Indonesia
Post Sebelumnya

Lisa BLACKPINK Ditunjuk Jadi Duta Pariwisata Thailand

Post Selanjutnya

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Presiden Prabowo dan AHY Bahas Sinergi Pemerintah Pusat Daerah. Sumber dok kemenkoinfra.go.id

Menko AHY Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi...

Menko PMK Pratikno Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (26/1/2026)

Pemulihan Pascabencana Dikebut, Pemerintah Klaim Progres Signifikan

oleh Iwan Purnama
28 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pemerintah pusat mengklaim progres pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, di...

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Bengkak Rp1,6 Triliun

Biaya Pembangunan Tol Serang-Panimbang Bengkak Rp1,6 Triliun, APBN Bisa Boncos

oleh Ainurrahman
28 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Biaya pembangunan proyek Tol Serang-Panimbang, diperkirakan membengkak hingga Rp1,6 triliun. Membengkaknya biaya proyek ini akibatnya molornya pengerjaannya....

Menko Infrastruktur AHY Town Hall Meeting: Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Jakarta, Senin (26/1). foto: Ist

Dekarbonisasi Transportasi Indonesia Dipercepat, Menko Infrastruktur: Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia

oleh Iwan Purnama
26 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Upaya percepatan dekarbonisasi sektor transportasi nasional terus diperkuat seiring target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia....

Post Selanjutnya
Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional. Sumber dok bankbsi.co.id

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.