EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Thailand-Kamboja Bentrok, 32 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi

Thailand-Kamboja Bentrok, 32 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi

Pertempuran di perbatasan Thailand-Kamboja telah menewaskan 32 orang. Sebanyak 81.000 warga dari kedua negara mengungsi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
26 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURIN, Thailand – EKOIN.CO – Puluhan ribu warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang memasuki hari ketiga pada Sabtu, 26 Juli 2025. Konflik bersenjata ini terjadi di wilayah perbatasan kedua negara dan telah menewaskan sedikitnya 32 orang.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa sebanyak 58.000 orang mengungsi ke tempat penampungan darurat di empat provinsi perbatasan. Di sisi lain, otoritas Kamboja menyebutkan lebih dari 23.000 warganya telah dievakuasi dari kawasan dekat garis perbatasan.

Bentrokan ini memunculkan kekhawatiran luas akan pecahnya konflik berkepanjangan di Asia Tenggara. Dewan Keamanan PBB pun mengadakan pertemuan darurat tertutup pada Jumat, 25 Juli 2025, di New York untuk membahas situasi tersebut.

Permintaan Gencatan Senjata dan Mediasi ASEAN

Dalam pertemuan itu, Dewan Keamanan tidak mengeluarkan pernyataan resmi, tetapi seorang diplomat menyatakan bahwa seluruh 15 anggota dewan mendesak kedua negara untuk meredakan ketegangan. Mereka juga mendorong Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) agar turun tangan menyelesaikan konflik.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, menyampaikan kepada wartawan bahwa pihaknya mendesak “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan penyelesaian damai atas sengketa ini.” Kamboja juga membantah tuduhan telah menyerang Thailand lebih dahulu.

“Kami tidak menyerang. Bagaimana negara kecil tanpa angkatan udara bisa menyerang negara yang militernya tiga kali lebih besar?” kata Keo. Ia menegaskan bahwa Dewan Keamanan juga meminta agar kedua negara menahan diri secara maksimal dan mencari jalan keluar melalui diplomasi.

Keo menambahkan, Kamboja telah mengikuti seruan damai itu dan menunggu respons dari semua pihak. Duta Besar Thailand untuk PBB tidak memberikan pernyataan usai pertemuan tersebut.

Kondisi Terkini dan Upaya Diplomatik

Pertempuran dipicu oleh ledakan ranjau darat di perbatasan pada Rabu, 23 Juli 2025, yang menyebabkan lima tentara Thailand luka-luka. Sejak saat itu, konfrontasi bersenjata terus terjadi dan telah merenggut nyawa 19 warga Thailand, sebagian besar warga sipil. Sementara Kamboja mengonfirmasi 13 korban tewas, termasuk 12 korban baru pada Sabtu.

Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyebut Kamboja mungkin telah melakukan kejahatan perang akibat serangan yang merusak rumah sakit dan menyebabkan kematian warga sipil. Ia menegaskan bahwa Thailand telah menunjukkan “pengekangan dan kesabaran maksimal” dalam menghadapi agresi tersebut.

Konflik bersenjata ini menjadi kasus langka antar negara ASEAN, meskipun Thailand sebelumnya pernah terlibat ketegangan dengan Kamboja dan Myanmar. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan pada Jumat bahwa kedua negara telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan menarik pasukan, namun masih membutuhkan waktu sebelum langkah itu dijalankan.

Anwar menyatakan telah berbicara dengan pemimpin Kamboja Hun Manet dan Phumtham dari Thailand, serta mendesak keduanya membuka ruang untuk “dialog damai dan penyelesaian diplomatik.” Malaysia juga menawarkan diri untuk memfasilitasi perundingan antara kedua pihak.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyerukan pengekangan diri dan mengimbau Thailand dan Kamboja menyelesaikan perselisihan melalui dialog. Pernyataan ini disampaikan oleh wakil juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers di New York.

Hingga kini, belum ada kejelasan kapan gencatan senjata akan diterapkan sepenuhnya. Kedua negara tampak masih mempersiapkan langkah-langkah untuk meredakan situasi. ASEAN sebagai organisasi regional juga belum mengumumkan langkah resmi mediasi.

Ketegangan di wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja sudah berlangsung lama, namun eskalasi kekerasan kali ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini mengancam stabilitas regional dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga.

Sebagian besar warga yang mengungsi kini tinggal di tenda-tenda darurat dan tempat penampungan sementara. Otoritas di kedua negara telah mengerahkan bantuan makanan dan obat-obatan ke lokasi pengungsian, meskipun keterbatasan logistik masih menjadi kendala.

Masyarakat internasional, termasuk negara-negara anggota ASEAN, terus memantau situasi dan mendorong agar dialog segera dilakukan. Para pengungsi berharap bisa segera kembali ke rumah mereka setelah kondisi aman.

Belum ada laporan lanjutan mengenai kerugian infrastruktur secara detail, tetapi kerusakan pada rumah-rumah dan fasilitas umum dilaporkan cukup parah, terutama di desa-desa dekat garis perbatasan.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan masih menunggu respons resmi dari Kamboja terkait rencana perundingan damai. Sementara itu, pemerintah Kamboja menyatakan kesiapan untuk berdialog dalam forum regional.

Dalam perkembangan terakhir, pejabat senior ASEAN dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas langkah konkret meredakan ketegangan. Negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam disebut-sebut mendukung inisiatif mediasi bersama Malaysia.

Konflik ini menunjukkan pentingnya mekanisme resolusi damai di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara ASEAN diharapkan mampu menyatukan suara guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang berpotensi meluas.

Dengan meningkatnya jumlah korban dan pengungsi, komunitas internasional menyerukan bantuan kemanusiaan segera, sekaligus menegaskan pentingnya stabilitas dan perdamaian di kawasan yang selama ini relatif damai.

Diharapkan upaya diplomatik akan segera membuahkan hasil konkret agar penderitaan warga sipil bisa diakhiri. Sementara itu, semua pihak diminta menjaga situasi agar tidak semakin memburuk.

dari konflik antara Thailand dan Kamboja ini menunjukkan pentingnya penyelesaian damai atas sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama. Eskalasi kekerasan telah mengorbankan banyak nyawa dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik ini dapat memperburuk stabilitas kawasan.

Langkah ASEAN dan PBB dalam memediasi sangat krusial untuk mencegah konflik berkepanjangan. Dukungan dari negara-negara tetangga serta keterlibatan organisasi internasional diharapkan mampu mendorong kedua negara menuju gencatan senjata. Proses perundingan harus segera dimulai agar tidak timbul dampak kemanusiaan lebih besar.

Sementara itu, pemerintah kedua negara diminta memberi prioritas pada perlindungan warga sipil. Bantuan kemanusiaan yang memadai sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Kondisi di lapangan harus dipantau agar korban jiwa tidak terus bertambah.

Komitmen politik dari para pemimpin Thailand dan Kamboja sangat diperlukan untuk mencapai kesepakatan damai. Keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat sipil, harus dimaksimalkan untuk membangun kepercayaan antar negara.

Perdamaian dan stabilitas di kawasan ASEAN adalah tanggung jawab bersama. Konflik bersenjata seperti ini sebaiknya tidak terulang lagi, agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa terjamin. (*)

 

Tags: ASEANKambojaKonflik perbatasanPBBpengungsiThailand
Post Sebelumnya

Syarat Prabowo Soal IKN Terungkap Harus Siap, Baru Teken

Post Selanjutnya

200 Anggota Parlemen Dukung Palestina Merdeka Inggris Didesak Akui Negara Palestina

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
200 Anggota Parlemen  Dukung Palestina Merdeka Inggris Didesak Akui Negara Palestina

200 Anggota Parlemen Dukung Palestina Merdeka Inggris Didesak Akui Negara Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.