EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Indonesia Tawar Turun Tarif AS Jadi 10 Persen

Indonesia Tawar Turun Tarif AS Jadi 10 Persen

Pemerintah Indonesia menargetkan tarif ekspor ke AS bisa lebih rendah dari 19 persen. Sejumlah negara seperti Jepang dan Uni Eropa telah mendapat tarif lebih ringan setelah negosiasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
29 Juli 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) agar tarif resiprokal terhadap sejumlah komoditas unggulan nasional dapat diturunkan. Saat ini, tarif yang diberlakukan oleh AS terhadap produk ekspor dari Indonesia masih sebesar 19 persen, turun dari tarif sebelumnya sebesar 32 persen.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan bahwa proses negosiasi masih terus berjalan. Selama belum ada penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan AS, peluang untuk mengupayakan penurunan tarif tetap terbuka lebar.

Menurut Haryo, sejumlah negara lain juga tengah berusaha menurunkan tarif resiprokal mereka melalui jalur diplomasi perdagangan. Ia menyebut, target utama dari semua negara adalah mendekati tarif nol persen untuk memaksimalkan daya saing ekspor mereka di pasar global.

Negosiasi tarif bergulir, Indonesia fokus komoditas unggulan

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

“Sejatinya, nego tarif itu berlangsung terus. Semua negara menginginkan serendah mungkin menuju 0 persen,” kata Haryo kepada Kompas.com, Senin (28/7/2025). Pemerintah Indonesia, lanjutnya, tengah memfokuskan negosiasi pada sejumlah komoditas tertentu yang memiliki nilai ekspor tinggi dan tidak diproduksi oleh Amerika Serikat.

Komoditas yang dimaksud antara lain kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian unggulan, serta produk mineral. Selain itu, komponen industri seperti suku cadang pesawat terbang juga menjadi prioritas untuk mendapat perlakuan tarif lebih rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya juga menegaskan bahwa negosiasi masih memungkinkan untuk menurunkan tarif di bawah 19 persen. Selama belum ada kesepakatan final, tarif ekspor dari Indonesia ke AS masih dapat dinegosiasikan lebih lanjut.

“Fokus Indonesia masih sama, mengupayakan penurunan tarif bagi komoditas tertentu,” ungkap Haryo. Ia menambahkan, Indonesia optimis bahwa pemerintah AS akan menyetujui permintaan penurunan tarif, terlebih setelah melihat kebijakan tarif AS terhadap Uni Eropa.

Uni Eropa dan Jepang dapat potongan tarif, RI ikut desak

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah mencapai kesepakatan penurunan tarif pada Minggu (27/7/2025). Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor dari Uni Eropa ke AS turun dari 30 persen menjadi 15 persen.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai “yang terbesar pernah dibuat,” dikutip dari Reuters. Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan intens selama satu jam antara kedua pemimpin. Uni Eropa setuju membeli energi Amerika senilai 750 miliar dolar AS dan meningkatkan investasi sebesar 600 miliar dolar AS.

Selain itu, Uni Eropa juga sepakat membeli peralatan militer Amerika dan bersama AS sepakat untuk menghapus tarif menjadi nol pada berbagai barang strategis. Barang tersebut termasuk pesawat terbang, suku cadang pesawat, bahan kimia, obat generik, peralatan semikonduktor, dan beberapa produk pertanian.

Tarif baru sebesar 15 persen yang diberikan kepada Uni Eropa jauh lebih rendah dibandingkan tarif untuk negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jepang sendiri juga berhasil mendapatkan tarif 15 persen dari AS setelah melalui jalur negosiasi bilateral.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia menjadikan kebijakan terhadap Uni Eropa dan Jepang sebagai acuan dalam melanjutkan negosiasi. Airlangga mengatakan, beberapa komoditas Indonesia seperti crude palm oil (CPO) bahkan telah mendapatkan tarif nol persen dari Uni Eropa dalam kerangka perjanjian I-EU CEPA.

“Kita menjadikan kesepakatan UE-AS sebagai benchmark, termasuk tarif nol persen untuk CPO Indonesia,” kata Airlangga. Ia menyatakan bahwa harapan Indonesia adalah agar tarif untuk beberapa komoditas bisa turun mendekati nol persen atau setidaknya di bawah 15 persen.

Menurut dia, kesepakatan yang telah dicapai AS dengan Uni Eropa dan Jepang menunjukkan bahwa negosiasi tarif bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai. Pemerintah Indonesia akan terus mendorong pendekatan diplomatik untuk memperoleh perlakuan tarif yang lebih baik.

Haryo menambahkan bahwa Indonesia juga sedang mengusulkan agar beberapa komponen industri di kawasan industri bebas (free trade zone) bisa mendapat fasilitas tarif rendah. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS.

Pemerintah optimistis bahwa argumentasi mengenai tidak diproduksinya beberapa komoditas unggulan Indonesia di AS dapat menjadi dasar kuat dalam perundingan. Selain itu, Indonesia juga tengah mempersiapkan data dan kajian pendukung untuk memperkuat posisi dalam negosiasi tarif ini.

Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya tekanan dari pelaku industri dalam negeri agar pemerintah memperjuangkan akses pasar yang lebih kompetitif. Turunnya tarif ekspor diyakini akan meningkatkan daya saing produk Indonesia, terutama dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar global.

dari perkembangan negosiasi ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia tengah diuji di level tertinggi. Pemerintah berkomitmen mengupayakan agar tarif ekspor ke AS bisa turun lebih rendah dari 19 persen, mengikuti langkah negara-negara lain.

Pemerintah Indonesia juga terus menganalisis dinamika hubungan perdagangan internasional dan belajar dari strategi negosiasi yang digunakan oleh Uni Eropa dan Jepang dalam menghadapi AS. Pendekatan pragmatis berbasis manfaat timbal balik diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia.

Negosiasi ini menjadi krusial karena menyangkut nasib komoditas unggulan Indonesia di pasar ekspor. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat bagi industri nasional, khususnya sektor-sektor strategis.

Selama proses negosiasi berlangsung, koordinasi antar lembaga dan keterlibatan pelaku usaha sangat diperlukan. Hal ini penting agar kebijakan tarif yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan ekspor nasional dan mampu meningkatkan devisa negara.

Diperlukan langkah-langkah strategis yang lebih terukur, termasuk lobi tingkat tinggi dan aliansi dagang internasional, guna memperkuat posisi Indonesia dalam mendapatkan keringanan tarif dari AS. Upaya ini akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. (*)

Tags: Amerika SerikatJepangkomoditas Indonesianegosiasi dagangtarif eksporUni Eropa
Post Sebelumnya

Distribusi Minim, Harga Beras Kian Tak Terkendali Dan Melambung, Pemerintah Gelontorkan SPHP

Post Selanjutnya

Industri Otomotif Thailand Terancam Impor Bebas Thaksin Desak Tarif Tinggi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Industri Otomotif Thailand Terancam Impor Bebas Thaksin Desak Tarif Tinggi

Industri Otomotif Thailand Terancam Impor Bebas Thaksin Desak Tarif Tinggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.