EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Pemerintah Dorong Keseimbangan Baru Pusat-Daerah

Sumber dok ui.ac.id

Pemerintah Dorong Keseimbangan Baru Pusat-Daerah

Cheka Virgowansyah menyatakan pemerintah tengah menyiapkan revisi UU Pemda untuk menciptakan keseimbangan baru antara pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan desentralisasi yang semakin kompleks.

Agus DJ oleh Agus DJ
3 Agustus 2025
Kategori EDUKASI, POLITIK, RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Setelah seperempat abad penerapan kebijakan otonomi daerah di Indonesia, pemerintah menyadari perlunya evaluasi menyeluruh untuk menilai dampak desentralisasi terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun, belum ada indikator nasional tunggal yang disepakati hingga kini.

Diskusi itu mencuat dalam Brown Bag Discussion yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) pada Selasa, 22 Juli 2025. Acara ini berlangsung di Smart Class, Lantai 3, Gedung M FIA UI, Depok, Jawa Barat.

Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, menyoroti lemahnya koordinasi antar pemerintah daerah. Ia menilai integrasi lintas wilayah masih menjadi persoalan pokok dalam pelaksanaan otonomi.

Cheka mencontohkan masyarakat di daerah kerap tak memedulikan batas kewenangan dalam penanganan jalan rusak. “Bagi mereka, yang penting jalan diperbaiki, bukan soal itu wewenang siapa,” ujarnya di depan peserta diskusi.

Ia juga menyoroti belanja wajib (mandatory spending) yang dinilai terlalu seragam antar daerah. Banyak pemerintah daerah terjebak dalam skema anggaran yang tidak relevan dengan kebutuhan lokal.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

Keseimbangan Baru Otonomi Daerah

Selain itu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) belum optimal meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Penyederhanaan pajak dinilai lebih menguntungkan daerah dengan basis jasa dan perdagangan kuat.

Dampaknya, masih terdapat ketimpangan fiskal antarwilayah. Cheka menyebut perlunya kebijakan lebih fleksibel agar seluruh daerah memiliki peluang peningkatan penerimaan yang seimbang dan berkelanjutan.

Dalam forum yang sama, Cheka mengungkapkan pemerintah tengah mempersiapkan revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Salah satu tujuannya ialah memperjelas pembagian kewenangan dan mewujudkan desentralisasi yang tidak hanya simbolis.

“Dalam revisi ini, keseimbangan antara pemerintah pusat dan daerah akan disesuaikan kembali. Ada kecenderungan pendulum kekuasaan hari ini mengarah ke titik yang berbeda dibandingkan saat UU ini pertama kali diberlakukan pada 2014,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat desentralisasi berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Hal ini mencakup koordinasi kewenangan, pembagian urusan, dan penguatan fiskal daerah.

Sorotan pada Struktur Fiskal dan Kelembagaan

Konsep otonomi di Indonesia dibangun atas dasar pembagian urusan, bukan hanya struktur administratif. Maka, setiap perubahan dalam tata kelola urusan akan memengaruhi skema anggaran dan struktur fiskal.

Diskusi ini mempertemukan berbagai pihak dari akademisi, pakar kebijakan publik, hingga pejabat pemerintah. Forum ini menjadi ruang terbuka dalam mencari titik temu antara kebutuhan daerah dan regulasi pusat.

Acara Brown Bag Discussion rutin digelar sebagai bagian dari agenda riset ilmiah. Forum ini diselenggarakan oleh Klaster Riset Policy, Governance, and Administrative Reform (PGAR) dan Democracy and Local Governance (DeLOGO) FIA UI.

Pada diskusi kali ini, topik yang diangkat bertajuk “Menakar Desentralisasi Fiskal untuk Kemandirian Daerah”. Acara dipandu oleh Alfie Syarien, ahli kebijakan kelembagaan dari FIA UI.

Selain Cheka Virgowansyah, narasumber lainnya adalah Direktur KPPOD Armand Suparman, Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Kemenkeu Adriyanto, dan pakar keuangan daerah Achmad Lutfi. Ketua Klaster DeLOGO, Prof. Irfan Ridwan Maksum, turut memberikan dukungan penuh.

Diskusi kebijakan desentralisasi yang digelar FIA UI menggarisbawahi pentingnya evaluasi serius terhadap otonomi daerah setelah 25 tahun berjalan. Ketimpangan fiskal dan lemahnya koordinasi antarwilayah menjadi sorotan utama yang perlu segera diatasi melalui revisi kebijakan nasional.

Revisi UU Pemda yang sedang disiapkan menjadi harapan besar bagi terwujudnya desentralisasi yang tidak hanya administratif, tetapi juga substantif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pembenahan struktur fiskal dan pembagian urusan secara adil menjadi titik krusial reformasi ini.

Kolaborasi lintas sektor, seperti yang tercermin dalam forum diskusi ini, diharapkan dapat menciptakan pendekatan kebijakan yang lebih responsif, adaptif, dan partisipatif, serta mampu mengakomodasi keragaman kondisi daerah di seluruh Indonesia.(*)

Tags: Brown Bag DiscussionCheka Virgowansyahdesentralisasi fiskalevaluasi kebijakanFIA UIkebijakan fiskalKemenkeukementerian dalam negerikeseimbangan pusat-daerahkoordinasi pemerintahan daerahKPPOD.otonomi daerahrevisi UU PemdaUU HKPD
Post Sebelumnya

Sumur Bor dan Tower Air Bersih Kamanglale Hampir Rampung, Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Dibantu Masyarakat

Post Selanjutnya

Dr. Harli Siregar Ajarkan Public Speaking Jaksa Muda

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Post Selanjutnya
Public Speaking

Dr. Harli Siregar Ajarkan Public Speaking Jaksa Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.