Jakarta, EKOIN.CO – PT Pertamina (Persero) berpartisipasi dalam ajang Pasar Digital (PaDi) UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN di Grand City Convex Surabaya, mulai 31 Juli hingga 3 Agustus 2025.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku UMKM dari seluruh Indonesia dan menjadi ajang interaksi langsung antara pelaku usaha dengan perusahaan BUMN. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf.
Dalam sambutannya, Aminuddin menyebut kegiatan ini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sektor formal maupun informal. Ia menekankan pentingnya sinergi BUMN dengan pelaku UMKM.
“UMKM menjadi ujung tombak penyerapan tenaga kerja, sektor-sektor informal, jadi kami himbau kepada BUMN agar terus menggunakan produk-produk UMKM,” ucap Aminuddin di hadapan peserta dan tamu undangan.
Menurutnya, keterlibatan aktif BUMN dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha dalam negeri serta penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
Pertamina Dorong Ekonomi Nasional lewat PaDi UMKM
Senior Vice President Procurement Pertamina Hery Murahmanta menegaskan bahwa melalui platform PaDi, Pertamina ingin berkontribusi langsung sebagai penggerak ekonomi nasional.
Ia menyebut kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan penjual dan pembeli dalam ekosistem yang terintegrasi. Dengan begitu, terjadi pertukaran informasi dan transaksi yang berdampak luas.
“Event ini sangat bagus dan bisa dilakukan rutin, karena bisa mempertemukan penjual dan pembeli terutama produk barang-barang yang kita butuhkan,” terang Hery dalam sesi wawancara.
Ia menambahkan bahwa kehadiran BUMN dalam ekosistem ini berfungsi sebagai motor penggerak bagi penguatan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Pertamina juga menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan volume transaksi dengan UMKM agar memberikan dampak berkelanjutan di berbagai daerah.
Testimoni Pelaku UMKM Binaan Pertamina
Salah satu pelaku UMKM, Galih Sendy, turut menyampaikan pengalamannya sebagai mitra binaan Pertamina yang merasakan manfaat besar dari pameran ini.
Menurut Galih, ajang PaDi membuka peluang besar untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. Bahkan, terjadi peningkatan pesanan dari pembeli baru selama acara berlangsung.
“Pertamina sangat informatif tentang pameran ini. Kami harap sering diadakan acara seperti ini supaya banyak pembeli yang tergiur dengan produk UMKM,” ungkap Galih penuh antusias.
Ia menilai kehadiran Pertamina dalam pameran memberikan dorongan moral dan ekonomi bagi UMKM agar bisa naik kelas dan bersaing secara lebih profesional.
Galih berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkala agar lebih banyak pelaku UMKM dapat tumbuh bersama industri besar.
Ekosistem UMKM Kreatif, Arah Strategis Pertamina
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, Pertamina terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui program strategis berkelanjutan.
Salah satu program andalan adalah UMK Academy, yang difokuskan pada pembinaan kualitas dan kapasitas UMKM untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional.
“Pertamina memiliki berbagai program, seperti UMK Academy untuk membimbing dan mendampingi UMKM supaya bisa lebih berkualitas,” ujar Fadjar.
Ia menyebut bahwa beberapa mitra binaan Pertamina kini sudah merambah pasar ekspor berkat peningkatan kualitas produk dan dukungan promosi yang terstruktur.
Pertamina menargetkan penguatan peran UMKM tidak hanya di sektor produksi, namun juga dalam industri kreatif yang membuka peluang kerja dan nilai tambah ekonomi lokal.
Keterlibatan Pertamina dalam ajang Pasar Digital UMKM 2025 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui kolaborasi konkret bersama pelaku usaha kecil.
Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa BUMN dapat menjadi fasilitator pertumbuhan ekonomi kerakyatan, tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pembina dan mitra strategis UMKM.
Melalui dukungan program-program pembinaan dan promosi berkelanjutan, Pertamina berharap mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan global.(*)





