EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Rudal Oreshnik Rusia: Hipersonik dan Sulit Dicegat

Rudal Oreshnik Rusia: Hipersonik dan Sulit Dicegat

Oreshnik melaju hingga Mach 10 dan mampu membawa enam hingga delapan hulu ledak konvensional atau nuklir. Sistem ini sangat sulit dilacak atau dicegat oleh pertahanan udara manapun.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Moscow EKOIN.CO – Rusia sejak akhir 2024 diketahui telah menerapkan teknologi rudal balistik hipersonik baru bernama Oreshnik. Presiden Vladimir Putin menyebut senjata ini telah digunakan dalam operasi serangan terhadap Ukraina sebagai respons atas penggunaan rudal jarak jauh oleh Amerika Serikat dan Inggris  RS‑26 Rubezh yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MIT). Rudal ini memakai bahan bakar padat dengan kemampuan peluncuran bergerak

Laporan menyebutkan Oreshnik memiliki kecepatan hingga Mach 10, menjadikannya hampir tak dapat dicegat menggunakan sistem pertahanan udara konvensional milik Ukraina Rentang jangkauannya dilaporkan antara 2.000 hingga 5.500 km Rudal ini mampu mengangkut 6 hingga 8 hulu ledak MIRV, baik konvensional maupun nuklir

Fitur dan Tantangan Intersepsi

Kemampuan Oreshnik melaju di fase orbital atas atmosfer membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar pertahanan Ukraina, serta tidak dapat dicegat bahkan oleh sistem pertahanan canggih seperti Arrow‑3 atau SM‑3 yang tak tersedia di wilayah itu

Menurut pakar MIT, Dave Postol, serta Igor Korotchenko, rudal ini praktis tidak bisa dilacak atau dihancurkan oleh teknologi militer manapun saat ini  Setiap hulu ledaknya dilengkapi sistem propulsi independen yang memungkinkan manuver antirudal untuk menghindari intersepsi

Berita Menarik Pilihan

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

Asal-Usul dan Tahapan Pengembangan

Rudal ini dikembangkan dari platform RS‑26 Rubezh yang mulai dikembangkan sejak 2008 dan berbasis pada keluarga rudal Yars. Peluncurnya bersifat bergerak dan lebih ringan sekitar 80 ton dibanding Yars yang lebih dari 120 ton

Menurut BBC, senjata ini diluncurkan pada malam hari 21 November 2024 ke kota Dnipro, Ukraina, dalam kondisi uji coba pertempuran oleh militer Rusia

Varian dan Dampak Global

Rudal Oreshnik dikategorikan sebagai rudal jarak menengah (IRBM), bukan ICBM, dengan rentang antara 500 sampai 5.500 km, meski diperebutkan termasuk dekat ambang ICBM  Pentagon menyebut Oreshnik bukan senjata nuklir strategis, tetapi memiliki daya hancur setara dalam serangan konvensional jika digunakan dalam jumlah besar

Presiden Putin menyebut sistem ini sedang memasuki produksi massal dan akan segera ditempatkan di Belarus sebelum akhir 2025 sebagai bagian dari pos pertahanan nuklir Rusia bersama Belarus

Dampak global dari rudal ini mendorong negara-negara Barat dan NATO menuntut de-eskalasi. Dewan Keamanan PBB serta pejabat NATO mengingatkan penggunaan senjata hipersonik berbahaya bagi stabilitas global

Jenis Rudal Rusia Lainnya

Beberapa rudal Rusia lain yang juga dikenal luas antara lain: rudal jelajah Kalibr, anti- kapal Kh‑22, aeroballistik X‑47M2 Dagger, serta supersonik Zirkon. Komposisi serangan terhadap Ukraina selama Juli 2024 melibatkan berbagai jenis rudal seperti Kh‑101, Kalibr, Kh‑22, Kh‑59/69, Iskander‑M, Dagger, dan Zirkon

Rudal-rudal tersebut memiliki karakteristik yang berbeda tetapi secara umum lebih rentan terhadap intersepsi dibanding Oreshnik, terutama cruise missile yang terbang rendah dan lebih lambat.

Sebagai ilustrasi:

  • Kalibr: rudal laut/ darat jelajah dengan jangkauan hingga 2.500 km, akurasi sekitar 2‑3 m
  • Kh‑22: rudal anti-kapal supersonik kecepatan Mach 4.6, jangkauan ~600 km:

Berdasarkan informasi tersedia, Oreshnik adalah rudal hipersonik jarak menengah Rusia yang mematikan karena kecepatan ekstrem dan kemampuan menghadapi intersepsi. Disebut sangat sulit dilacak dan digagalkan bahkan oleh sistem pertahanan modern. Ia dikembangkan dari RS‑26 Rubezh dan telah digunakan dalam operasi pertempuran di Ukraina. Kapasitas membawa beberapa hulu ledak MIRV meningkatkan potensi destruktifnya dalam serangan massal, konvensional maupun nuklir. Kebijakan Rusia yang memasang senjata ini di Belarus menunjukkan eskalasi strategis terhadap NATO dan Eropa Timur.

Saran dan kesimpulan:

Perlu peningkatan sistem deteksi dan pertahanan udara terhadap ancaman hipersonik melalui teknologi baru. Diplomasi internasional agar kembali menegakkan batasan terhadap senjata jarak menengah dibutuhkan. Negara sahabat Ukraina dan NATO perlu meningkatkan solidaritas serta kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi eskalasi. Komunitas global harus mengupayakan de‑eskalasi konflik militer agar tidak meluas ke perang nuklir. Pemantauan ketat terhadap penempatan senjata ini di Belarus penting untuk menjaga stabilitas kawasan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: hipersonikMIRVOreshnikpertahanan udaraRS‑26 Rubezhrudal hipersonik
Post Sebelumnya

Gubernur Sulbar Desak Penyelesaian Temuan BPK, Ancam Lapor Kejaksaan.

Post Selanjutnya

Somasi Resmi ke Jokowi, Roy Suryo Ungkap Kekecewaan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

oleh Yudi Permana
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kekayaan alam Indonesia dinikmati 10 orang pengusaha besar. Dia mengklaim, memiliki...

Presiden Prabowo di Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN)....

Kolase foto dokumen resmi "Epstein Files" dan tangkapan layar video viral Gabriela Rico Jimenez pada 2009. Rilis terbaru 3 juta halaman berkas dari Departemen Kehakiman AS kembali memicu perdebatan publik mengenai kebenaran tudingan sang model terkait praktik menyimpang di lingkaran elite global. (Foto: Istimewa)

Dibalik ‘Epstein Files’ 2026: Teka-teki Hilangnya Gabriela Jimenez yang Pernah Bongkar Rahasia Elite

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa pembukaan Epstein Files merupakan mandat undang-undang melalui Epstein Transparency Act, dengan tujuan membuka akses publik...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan MRT Lintas Kembangan - Balaraja di Balaikota, Rabu (4/2/2026)

Sinergi Jakarta-Banten: Pramono Anung dan Andra Soni Saksikan MoU MRT Lintas Barat-Timur

oleh Ridwansyah
4 Februari 2026
0

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Pemprov DKI Jakarta yang melibatkan Banten secara aktif...

Post Selanjutnya
Somasi Resmi ke Jokowi, Roy Suryo Ungkap Kekecewaan

Somasi Resmi ke Jokowi, Roy Suryo Ungkap Kekecewaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.