EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Survei APJII 2025: Harga Langganan Murah Picu Kenaikan Pengguna Internet Rumah di RI

Survei APJII 2025: Harga Langganan Murah Picu Kenaikan Pengguna Internet Rumah di RI

Pada tahun 2025, jumlah pelanggan internet rumah di Indonesia melonjak tajam, dari 27,4% menjadi 38,7%, karena tarif berlangganan yang semakin murah. Sebagian besar warga membayar antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per bulan, dengan IndiHome-Telkomsel menjadi operator dominan. Meskipun demikian, kualitas layanan masih menjadi masalah, karena mayoritas pelanggan masih menikmati kecepatan internet yang tergolong lambat, yaitu antara 10 Mbps hingga 30 Mbps.

Ray oleh Ray
6 Agustus 2025
Kategori EKONOMI, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Jumlah pengguna internet rumahan di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh semakin terjangkaunya tarif berlangganan. Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sekitar 38,7% warga RI kini memiliki langganan internet sambungan tetap (fixed broadband), angka yang naik tajam dari 27,4% pada tahun 2024.

Peningkatan jumlah pelanggan internet sambungan tetap ini, baik untuk layanan fiber optik, nirkabel, maupun satelit, utamanya disebabkan oleh harga yang kian kompetitif. Survei APJII menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan baru—mereka yang baru berlangganan dalam setahun terakhir—menyatakan alasan utama mereka beralih ke layanan ini adalah karena tarif yang lebih terjangkau.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua APJII, Muhammad Arif, pada hari Rabu (6/8/2025) mengungkapkan, “Entah ini masyarakatnya pendapatan meningkat atau harga internet broadband yang turun.” Biaya berlangganan yang lebih murah juga tercermin dari penurunan tarif yang dibayarkan oleh sebagian besar pengguna. Pada tahun 2025, sekitar 74,31% warga RI berlangganan internet dengan tarif antara Rp 100.000 hingga Rp 300.000, meningkat dari 67,4% pada tahun 2024. Sebaliknya, jumlah pelanggan yang membayar tarif lebih tinggi, yaitu Rp 300.000 hingga Rp 500.000, mengalami penurunan dari 22,5% menjadi 16,8%.

Survei yang sama juga memperlihatkan dominasi IndiHome, yang kini berada di bawah naungan Telkomsel, sebagai operator internet terkemuka di Indonesia. Sekitar 43,9% warga RI mengaku menggunakan layanan IndiHome-Telkomsel. Sementara itu, posisi berikutnya ditempati oleh IconNet milik PLN dengan pangsa pasar 4,24%, diikuti oleh Biznet dengan 3,87%.

Meski jumlah pelanggan meningkat, kualitas layanan internet masih menjadi tantangan. Survei APJII menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan—sekitar 73%—masih menggunakan layanan internet dengan kecepatan yang terbatas, yaitu antara 10 Mbps hingga 30 Mbps. Hanya 2,31% warga yang menikmati kecepatan internet 100 Mbps atau lebih. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun harga semakin murah, kecepatan internet di Indonesia masih terbilang lambat.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Tags: APJIIBiznetekonomi digitalfixed broadbandIconnetIndiHomeinternet rumahkecepatan internetMuhammad ArifPLNsurvei APJII 2025tarif langgananTelkomsel
Post Sebelumnya

Sisi Sebut Warga Gaza Hadapi Genosida Sistematis Truk Bantuan Menumpuk, Gaza Masih Tertutup

Post Selanjutnya

Zulkifli Hasan Anggap Pengaruh Tarif AS Kecil, Impor Pangan Tergantung Harga Pasar

Ray

Ray

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Post Selanjutnya
Zulkifli Hasan Anggap Pengaruh Tarif AS Kecil, Impor Pangan Tergantung Harga Pasar

Zulkifli Hasan Anggap Pengaruh Tarif AS Kecil, Impor Pangan Tergantung Harga Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.