EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Zulkifli Hasan Anggap Pengaruh Tarif AS Kecil, Impor Pangan Tergantung Harga Pasar

Zulkifli Hasan Anggap Pengaruh Tarif AS Kecil, Impor Pangan Tergantung Harga Pasar

Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan dampak tarif resiprokal AS sebesar 19% terhadap produksi pangan Indonesia tidak akan signifikan karena komoditas yang diimpor, seperti gandum dan kedelai, produksinya di dalam negeri sangat minim. Zulhas juga menekankan bahwa impor tersebut dilakukan secara business to business (B2B) dan tidak dipaksakan, melainkan bergantung pada harga yang kompetitif. Hal ini menjadi respons atas adanya komitmen pembelian produk pertanian AS senilai US$ 4,5 miliar.

Ray oleh Ray
6 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai dampak pemberlakuan tarif resiprokal sebesar 19% oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produksi pangan Indonesia tidak akan signifikan. Hal ini dikarenakan Indonesia mengimpor komoditas dari AS yang produksinya di dalam negeri tergolong sedikit.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (6/8/2025). Menurutnya, pemberlakuan tarif tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang besar terhadap ketahanan pangan nasional. “Insyaallah pengaruhnya kecil,” ujar Zulhas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komoditas pangan yang diimpor dari Amerika Serikat adalah gandum dan kedelai. Dua komoditas ini, lanjutnya, sangat sedikit diproduksi di Indonesia sehingga pasokannya memang bergantung pada impor. “Di dalam negeri kan kecil, hampir gak ada,” tambahnya. Oleh karena itu, tarif impor yang ditetapkan AS tidak akan terlalu membebani karena produk tersebut memang dibutuhkan dan tidak dapat dipenuhi dari produksi lokal.

Zulhas juga menekankan bahwa impor pangan dari AS tidak bersifat paksaan, melainkan bergantung pada harga pasar. Ia menegaskan, “Sekarang kita impornya itu tergantung Amerika, kalau harganya kompetitif. Sekarang kita impor dari Kanada, kalau Amerika bisa kasih harga yang sama, pengusaha kita impor dari Amerika.” Rencana impor ini, menurutnya, akan dilakukan secara business to business (B2B), bukan paksaan dari pemerintah. Pernyataan ini sekaligus menanggapi adanya kesepakatan komitmen pembelian produk pertanian dari AS senilai US$ 4,5 miliar. Dengan demikian, keputusan impor sepenuhnya ada di tangan pengusaha berdasarkan pertimbangan harga yang paling kompetitif.

Tags: Amerika SerikatB2BgandumimporIstana Kepresidenankedelaiketahanan panganMenteri Koordinator Bidang Pangantarif resiprokalzulhasZulkifli Hasan
Post Sebelumnya

Survei APJII 2025: Harga Langganan Murah Picu Kenaikan Pengguna Internet Rumah di RI

Post Selanjutnya

120 Ribu Rekening Nasabah Dijual di Facebook

Ray

Ray

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
120 Ribu Rekening Nasabah Dijual di Facebook

120 Ribu Rekening Nasabah Dijual di Facebook

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.