EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Gasifikasi Listrik Nias Hemat Rp153 Miliar per Tahun

Sumber dok web.pln.co.id

Gasifikasi Listrik Nias Hemat Rp153 Miliar per Tahun

Proyek gasifikasi PLN di Nias mampu menghemat hingga Rp153 miliar per tahun dan menurunkan emisi karbon 47 ribu ton, memberikan dampak ekonomi dan lingkungan secara nyata.

Agus DJ oleh Agus DJ
7 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pembangunan infrastruktur gasifikasi Klaster Nias. Acara peletakan batu pertama dilaksanakan di PLTMG Nias, Kamis (3/7).

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen PLN mendukung program swasembada energi nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto, dengan memanfaatkan sumber daya gas alam yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, menilai proyek ini sebagai bagian penting dari peta jalan transisi energi nasional sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

“Groundbreaking gasifikasi di PLTMG Nias bukan hanya untuk menghadirkan listrik yang andal dan terjangkau, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan energi nasional,” ungkap Jisman.

Ia mengungkapkan bahwa PLN juga telah menyiapkan pengembangan enam klaster gasifikasi di berbagai wilayah strategis seperti Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Papua bagian Utara dan Selatan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

PLN Dorong Efisiensi dan Ketahanan Energi Lokal

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat transisi energi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Melalui sinergi berbagai pihak, kami tidak hanya membangun infrastruktur gasifikasi, tetapi juga membangun masa depan energi yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Ia menambahkan, sistem kelistrikan Nias saat ini memiliki cadangan daya 20 megawatt, atau sekitar 43% dari beban puncak, cukup untuk menopang berbagai sektor produktif.

Menurutnya, langkah gasifikasi ini diperkirakan dapat menghemat Rp72,4 miliar per tahun dan mencapai Rp153 miliar saat beroperasi penuh, menciptakan ruang investasi baru dan mendorong pertumbuhan konsumsi listrik yang meningkat 11%.

Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tertinggi di wilayah Sumatra dan menjadi indikator positif bagi potensi ekonomi daerah.

Infrastruktur Gasifikasi Didesain Ramah Lingkungan

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa proyek ini akan melibatkan pembangunan tangki LNG berkapasitas 3.000 meter kubik dengan kemampuan regasifikasi hingga 13 MMSCFD.

Infrastruktur tersebut akan menopang PLTMG dengan kapasitas awal 35 megawatt yang direncanakan meningkat menjadi 59 megawatt pada fase berikutnya.

Rakhmad menyebutkan bahwa proyek ini berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 30%, atau setara 29 ribu ton CO₂ per tahun, dan hingga 47 ribu ton CO₂ saat kapasitas penuh.

“Kami sangat berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar proyek ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi lebih dari 150 ribu pelanggan di Nias,” jelas Rakhmad.

Pengurangan emisi ini dinilai strategis dalam mendukung agenda keberlanjutan dan pengurangan jejak karbon sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Dampak Sosial dan Ekonomi di Wilayah Terpencil

Pembangunan ini dipandang membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat Nias, termasuk penciptaan lapangan kerja serta peningkatan infrastruktur penunjang ekonomi lokal.

Dengan infrastruktur listrik yang lebih stabil dan efisien, sektor UMKM, perikanan, dan pariwisata di Nias akan memperoleh manfaat langsung dari proyek gasifikasi ini.

PLN juga menargetkan bahwa pasokan gas alam bisa meningkatkan keterjangkauan biaya listrik, mengurangi beban masyarakat, dan memacu pertumbuhan wirausaha baru.

Sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di daerah kepulauan.

Langkah ini juga mendekatkan Indonesia pada target bauran energi bersih dan swasembada listrik di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Proyek gasifikasi PLTMG Nias merupakan bagian dari transformasi strategis sektor energi nasional, yang tidak hanya berfokus pada efisiensi tetapi juga keberlanjutan. Dengan pengembangan infrastruktur ini, PLN menunjukkan komitmen terhadap transisi energi berbasis gas alam sebagai alternatif BBM.

Sinergi antara PLN, pemerintah pusat, dan masyarakat lokal menjadi pilar utama dalam mewujudkan keberhasilan program ini. Keberadaan infrastruktur gasifikasi mampu menjawab tantangan kelistrikan di wilayah kepulauan, sekaligus membuka potensi pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, dan dorongan terhadap UMKM lokal, proyek ini menjadi contoh konkret bagaimana pembangunan energi dapat berperan sebagai katalis kesejahteraan masyarakat. Proyek ini diharapkan menjadi model replikasi untuk wilayah lain di Indonesia.(*)

Tags: Darmawan Prasodjoefisiensi energienergi ramah lingkungan.gasifikasiinvestasi daerahJisman P. Hutajuluketahanan energilistrik NiasLNGpembangunan infrastrukturpengurangan emisiPLNPLTMG NiasPrabowo SubiantoRakhmad Dewantoswasembada energitransisi energiUMKM
Post Sebelumnya

Jasa Marga Raih Penghargaan Infrastruktur Terbaik 2025

Post Selanjutnya

Oki Menang BGCC Makassar, Siap Terbang ke Thailand

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Oki Menang BGCC Makassar, Siap Terbang ke Thailand

Oki Menang BGCC Makassar, Siap Terbang ke Thailand

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.