EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Ustaz Das’ad Kritik Pemblokiran Rekening Pasif Merugikan Nasabah

Ustaz Das’ad Kritik Pemblokiran Rekening Pasif Merugikan Nasabah

Kebijakan pemblokiran rekening bisa memicu krisis kepercayaan. Biaya aktivasi pemblokiran rekening dinilai memberatkan nasabah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

MAKASSAR, EKOIN.CO – Kasus pemblokiran rekening oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali menjadi sorotan publik setelah penceramah nasional Ustaz Das’ad Latif mengaku menjadi korban. Rekening miliknya di salah satu bank pelat merah diblokir hanya karena tidak aktif selama tiga bulan. Padahal, dana di rekening tersebut hendak digunakan untuk membayar pembelian semen dan besi pembangunan masjid.
Ikuti berita terbaru EKOIN lewat WA Channel

Ustaz Das’ad menuturkan, ia baru mengetahui rekeningnya diblokir ketika aplikasi mobile banking di ponselnya mendadak tidak bisa digunakan. Setelah mendatangi bank, pihaknya diminta membayar biaya pengaktifan kembali sebesar Rp100 ribu. Ia mengaku kaget dengan kebijakan ini dan mempertanyakan dasar logisnya.

Penceramah asal Sulawesi Selatan itu menilai kebijakan pemblokiran rekening pasif ini menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Apalagi, jumlah nasabah yang terdampak bisa mencapai jutaan orang. “Kalau ada 120 juta rekening yang diblokir, kali Rp100 ribu, berapa jumlahnya?” ujarnya.

Menurut Das’ad, uang dalam rekeningnya memang tidak besar jika dibandingkan kasus-kasus korupsi atau pencucian uang. Namun, dana itu sangat penting untuk kelancaran pembangunan masjid yang sedang digarap. Ia pun menyesalkan proses aktivasi kembali yang memakan waktu hingga tujuh hari.

Kebijakan Pemblokiran Dinilai Meresahkan

Kebijakan pemblokiran rekening yang disertai biaya aktivasi kembali ini dinilai membebani masyarakat. Das’ad menegaskan bahwa kebijakan keuangan seharusnya dibuat untuk melindungi nasabah, bukan merugikan mereka.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ia mengingatkan pernyataan Presiden bahwa komplain seharusnya diproses dan diselesaikan di hari yang sama. Namun, kenyataannya, ia harus menunggu hampir seminggu untuk bisa mengakses kembali uangnya.

Das’ad juga menyoroti citra buruk yang bisa muncul akibat pemblokiran ini. Ia menilai, masyarakat bisa berprasangka bahwa pemilik rekening terlibat tindak pidana, padahal kasusnya hanya soal rekening pasif.

“Setahu saya, yang diblokir rekeningnya itu karena ada dugaan tindak pidana. Masa saya dianggap begitu hanya karena rekening pasif?” keluhnya.

Bagi Das’ad, kebijakan ini justru kontraproduktif terhadap upaya pemerintah meningkatkan kepercayaan masyarakat pada sektor perbankan. Ia menilai, jika kepercayaan hilang, masyarakat bisa menarik uang mereka dari bank secara besar-besaran.

Dampak pada Kepercayaan Publik

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Jika masyarakat enggan menyimpan uang di bank akibat kebijakan pemblokiran rekening, dampaknya bisa sangat besar bagi stabilitas ekonomi.

Das’ad mengatakan, “Bayangkan kalau rakyat sudah tidak percaya dengan bank, maka uang akan diambil. Bukankah itu akan lebih membahayakan?”

Ia menambahkan, kebijakan publik harus dibuat dengan hati-hati dan mempertimbangkan dampak sosial serta ekonomi. Keputusan yang terburu-buru dan tanpa kajian bisa merusak ekosistem keuangan.

Dalam kasusnya, nominal yang diblokir sekitar Rp300 juta. Ia menilai, nominal ini jelas berbeda dengan uang triliunan rupiah yang bisa memicu kecurigaan. “Tidak masuk akal kalau dianggap mencurigakan,” ujarnya.

Kebijakan PPATK yang membebankan biaya Rp100 ribu untuk aktivasi kembali rekening pasif ini memunculkan pertanyaan besar di masyarakat. Apakah ini murni untuk efisiensi, atau ada motif lain?

Sementara itu, PPATK belum memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme dan alasan penetapan biaya tersebut. Masyarakat pun menunggu kejelasan, terutama mereka yang terdampak langsung.

Bagi Das’ad, kritik ini adalah bentuk kecintaannya pada negara. Ia berharap pemerintah dan lembaga keuangan bisa meninjau ulang kebijakan ini. “Supaya rakyat percaya kepada bank. Percaya kepada pengelolaan keuangan,” tegasnya.

Bila tidak ada perbaikan, ia khawatir masalah ini bisa melebar menjadi krisis kepercayaan publik terhadap bank. Hal ini tentu akan berisiko pada kestabilan ekonomi nasional.

Kepercayaan publik adalah aset yang sangat berharga. Sekali hilang, membangunnya kembali membutuhkan waktu lama dan biaya besar. Oleh karena itu, setiap kebijakan di sektor perbankan harus memprioritaskan kepentingan dan kenyamanan nasabah.


Pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan biaya aktivasi pemblokiran rekening.
Perlu dibuat mekanisme komplain yang cepat dan transparan.
Sosialisasi kebijakan perbankan harus dilakukan secara menyeluruh.
Bank sebaiknya memberikan alternatif solusi tanpa biaya tambahan.
Perlindungan terhadap nasabah harus menjadi prioritas utama.

Kasus yang menimpa Ustaz Das’ad menjadi cermin permasalahan di sektor perbankan.
Pemblokiran rekening pasif berisiko menurunkan kepercayaan publik.
Kebijakan yang memberatkan nasabah dapat berdampak sistemik.
Diperlukan evaluasi kebijakan secara menyeluruh.
Kepercayaan publik harus dijaga demi stabilitas ekonomi. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: bankbiaya aktivasikepercayaan publiknasabahpemblokiran rekeningPPATK
Post Sebelumnya

Pangkas Birokrasi dan Efisiensi Pengelolaan, Legislator Minta Bentuk Kementerian Pangan

Post Selanjutnya

PBB Diminta Investigasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Celios Bongkar Kejanggalan Data

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
PBB Diminta Investigasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Celios Bongkar Kejanggalan Data

PBB Diminta Investigasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Celios Bongkar Kejanggalan Data

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.