Jakarta, EKOIN – CO – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama sejumlah mitra strategis meluncurkan rangkaian acara Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2025 yang akan digelar pada 6–9 November 2025 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) optimistis penyelenggaraan tahun ini dapat melampaui capaian transaksi tahun sebelumnya yang mencapai USD 20,4 juta atau sekitar Rp300 miliar.
Acara yang memasuki tahun kelima ini akan mengusung tema “Essential Laboratory”, menghadirkan kolaborasi antara desainer lokal dengan tren global, serta diharapkan menjadi acuan mode muslim untuk tahun 2026. Menurut Busan, tema ini mencerminkan proses kreatif layaknya laboratorium yang penuh ide inovatif sehingga menghasilkan karya dengan nilai ekonomi tinggi dan daya saing global.
“Keberhasilan tahun lalu adalah hasil kolaborasi luar biasa berbagai pihak. Tahun ini kita targetkan capaian transaksi USD 22–25 juta, bahkan diharapkan lebih,” ujar Busan saat konferensi pers, Selasa (12/8).
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan seminar, fasilitasi bisnis, dan business matching antara pelaku usaha dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Tahun ini, lebih dari 239 brand akan berpartisipasi dengan koleksi yang memadukan identitas lokal dan tren global.
Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan pihaknya terus mendukung JMFW sebagai bagian dari misi menjadikan Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia. “Kami berkolaborasi sejak tahap inkubasi, pelatihan, hingga memasarkan brand-brand unggulan ke pasar internasional,” ujarnya.
Bank Indonesia, melalui Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi Syariah Imam Martono, menyampaikan dukungan terhadap industri fashion muslim yang dinilai strategis dalam mendukung transformasi ekonomi berkelanjutan. BI mendorong pembiayaan syariah, peningkatan inklusi keuangan, serta akses pasar melalui berbagai ajang internasional.
Busan menekankan bahwa JMFW bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga wadah membangun jejaring global bagi UMKM. “Dari Januari hingga Juni 2025 saja, transaksi ekspor UMKM yang difasilitasi perwakilan perdagangan sudah mencapai Rp1,4 triliun, bahkan banyak yang tercapai tanpa pertemuan tatap muka,” ungkapnya.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, perbankan, dan mitra internasional, JMFW 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia di peta mode muslim dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.





