EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Zelenskyy Lunak Soal Wilayah, Tetap Tegas Menolak Serahkan Kepada Rusia

Zelenskyy Lunak Soal Wilayah, Tetap Tegas Menolak Serahkan Kepada Rusia

Zelenskyy mulai melunak soal wilayah namun menegaskan Ukraina tak akan menyerahkan tanahnya kepada Rusia. Rencana perdamaian Eropa menawarkan kompromi wilayah demi mengakhiri perang

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KYIV, EKOIN.CO – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dilaporkan mulai melunak terkait isu wilayah, namun tetap menegaskan tidak akan menyerahkan tanah Ukraina kepada Rusia. Informasi ini muncul di tengah rencana perdamaian yang didukung oleh sejumlah negara Eropa, yang membuka peluang berakhirnya perang melalui kompromi tertentu.
(Baca Juga : Rencana Perdamaian Ukraina–Rusia)

Menurut laporan The Telegraph, opsi kompromi wilayah itu hanya mencakup area yang saat ini berada di bawah kontrol militer Rusia, termasuk “Republik Rakyat Donetsk”, “Republik Rakyat Luhansk”, wilayah Zaporizhzhia, Kherson, dan Semenanjung Krimea. Rencana ini berpotensi menghentikan pertempuran dengan penguasaan de-facto Rusia atas daerah yang telah didudukinya.
(Baca Juga : Update Konflik Ukraina–Rusia)

Rencana Perdamaian dan Opsi Penyerahan Wilayah

Sumber menyebutkan, Ukraina baru akan menerima perjanjian perdamaian jika mendapatkan jaminan keamanan yang kuat. Syarat tersebut meliputi komitmen pasokan senjata dari negara-negara sekutu dan percepatan proses keanggotaan di NATO. Persyaratan ini dianggap menjadi pengaman utama jika sebagian wilayah memang dilepas demi menghentikan perang.
(Baca Juga : NATO dan Ukraina)

Pejabat Eropa menilai Zelenskyy memiliki peluang besar memengaruhi opini publik Ukraina, terutama di kalangan pemilih yang mulai terbuka pada kemungkinan kompromi wilayah untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Dukungan internasional pun dinilai penting untuk menjaga stabilitas pascaperdamaian.
(Baca Juga : Sikap Eropa terhadap Konflik Ukraina)

Namun, Zelenskyy tetap menegaskan bahwa prinsip kedaulatan Ukraina tidak bisa ditawar. Ia menyatakan, “Kami tidak akan menyerahkan wilayah kami kepada siapa pun,” menutup spekulasi bahwa ia akan sepenuhnya menyetujui rencana yang memberi Rusia kontrol penuh atas area yang mereka duduki.
(Baca Juga : Pernyataan Tegas Zelenskyy)

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Manuver Diplomatik Menjelang Pertemuan Putin–Trump

Rencana perdamaian ini muncul menjelang pertemuan penting antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di Alaska pada 15 Agustus 2025. Gedung Putih dan Kremlin telah mengonfirmasi agenda tersebut, yang diperkirakan akan membahas isu keamanan global, termasuk sengketa wilayah di Ukraina.
(Baca Juga : Pertemuan Putin–Trump)

Duta Khusus Presiden AS, Steve Witkoff, sempat mengusulkan pertemuan tiga pihak yang melibatkan Putin, Trump, dan Zelenskyy secara bersamaan. Namun, Rusia menolak dan memilih fokus pada pembicaraan bilateral dengan AS, mengisyaratkan bahwa masalah wilayah Ukraina masih menjadi topik sensitif.
(Baca Juga : Usulan Pertemuan Tiga Pihak)

Putin sendiri mengatakan bahwa pertemuan dengan Zelenskyy “masih mungkin” terjadi, tetapi syarat-syaratnya harus dipenuhi terlebih dahulu. Ia menilai kondisi saat ini belum memungkinkan dialog langsung terkait sengketa wilayah tersebut.
(Baca Juga : Syarat Pertemuan Putin–Zelenskyy)

Sementara itu, berbagai pihak menilai bahwa langkah Zelenskyy yang melunak ini bisa jadi strategi diplomatik untuk memperkuat posisi Ukraina menjelang pembicaraan besar di tingkat internasional. Isu wilayah pun menjadi kunci dalam setiap skenario penyelesaian konflik.
(Baca Juga : Strategi Diplomasi Ukraina)

Para analis memperingatkan bahwa jika kompromi wilayah benar-benar diambil, hal ini dapat menciptakan preseden berbahaya bagi sengketa internasional di masa depan. Namun, sebagian pihak melihatnya sebagai langkah realistis untuk mengakhiri penderitaan rakyat.
(Baca Juga : Analisis Perdamaian Ukraina)


Situasi ini menunjukkan dilema besar yang dihadapi Ukraina antara mempertahankan seluruh wilayah kedaulatannya atau menerima sebagian kehilangan demi menghentikan perang.
Rencana perdamaian yang didukung Eropa memberikan harapan, namun masih penuh syarat dan ketidakpastian.
Zelenskyy harus menjaga keseimbangan antara tuntutan rakyat, sekutu, dan realitas geopolitik.
Pertemuan Putin–Trump berpotensi menjadi momen penting dalam menentukan arah konflik ini.
Keputusan akhir terkait wilayah akan menjadi babak krusial dalam sejarah Ukraina.

Ukraina perlu mempertimbangkan semua aspek strategis sebelum mengambil keputusan terkait wilayah.
Diplomasi multilateral harus dioptimalkan untuk mendapatkan jaminan keamanan yang kuat.
Dukungan publik harus dijaga melalui komunikasi yang transparan.
Perlu ada strategi jangka panjang untuk mencegah konflik berulang di masa depan.
Negara-negara pendukung harus konsisten memberi bantuan agar Ukraina tetap kuat dalam menjaga kedaulatannya.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: NATOperdamaianRusiaUkrainawilayahZelenskyy
Post Sebelumnya

Jakarta Muslim Fashion Week 2025 Targetkan Transaksi Lebih Besar, Siap Jadi Kiblat Mode Muslim Dunia

Post Selanjutnya

Tengah Diburu Kejagung, Riza Chalid Akan Ditetapkan Sebagai Buronan Internasional 

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Riza Chalid jadi buronan Internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice

Tengah Diburu Kejagung, Riza Chalid Akan Ditetapkan Sebagai Buronan Internasional 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.