MOSKWA, EKOIN.CO – Tentara Rusia mencatat kemenangan terbesar dalam perebutan wilayah Ukraina dalam setahun terakhir, dengan menguasai 110 kilometer persegi hanya dalam waktu 24 jam. Capaian ini tercatat pada Selasa (13/8/2025) dan menjadi pencaplokan wilayah terbesar sejak akhir Mei 2024.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Menurut analisis AFP terhadap data dari Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Amerika Serikat, biasanya Rusia membutuhkan lima hingga enam hari untuk merebut wilayah seluas itu. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan militer Rusia meningkat tajam.
Rusia Percepat Perebutan Wilayah
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui pasukan Rusia telah maju hingga 10 kilometer mendekati kota pertambangan batu bara Dobropillia, wilayah timur Ukraina. Meski demikian, ia menegaskan Kyiv akan segera “menghancurkan” kekuatan tersebut.
Rusia juga mengklaim telah menguasai dua desa di sekitar Dobropillia. Wilayah ini terletak di Donetsk, area yang diklaim Kremlin telah dianeksasi sejak September 2022. Data menunjukkan, sekitar 70 persen pencapaian militer Rusia tahun ini berada di wilayah tersebut.
Hingga 12 Agustus 2025, Moskwa mengklaim mengendalikan 79 persen Ukraina timur, meningkat signifikan dari 62 persen pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini menandakan laju serangan yang semakin cepat sejak awal April 2025.
Target Baru: Pokrovsk hingga Kramatorsk
Tentara Rusia telah berusaha merebut kota pertambangan Pokrovsk selama lebih dari 18 bulan, setelah sukses menguasai Bakhmut pada Mei 2023. Dua kota besar terakhir yang masih dikuasai Ukraina di wilayah timur, Sloviansk dan Kramatorsk, kini berada dalam ancaman jatuh ke tangan Rusia.
Sloviansk dan Kramatorsk menjadi pusat logistik penting di garis depan dan menjadi benteng pertahanan Ukraina di Donetsk. Jika kedua kota ini jatuh, maka jalur suplai dan koordinasi militer Ukraina di timur akan terganggu besar-besaran.
Data dari ISW menunjukkan bahwa sejak 1 Januari hingga 12 Agustus 2025, Rusia telah merebut lebih dari 6.100 kilometer persegi wilayah Ukraina, empat kali lipat dari capaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, angka ini masih di bawah 1 persen dari total wilayah Ukraina sebelum perang, termasuk Krimea dan Donbass.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada Jumat (15/8/2025) untuk membicarakan perkembangan konflik ini. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi salah satu momen diplomatik penting di tengah meningkatnya eskalasi.
Saat ini, Rusia memiliki kendali penuh atau sebagian atas 19 persen wilayah Ukraina. Capaian ini mengukuhkan posisi Moskwa sebagai pihak yang terus memperluas pengaruh militernya di kawasan timur.
- Rusia mencatat pencaplokan wilayah terbesar di Ukraina dalam satu tahun terakhir.
- Pergerakan pasukan semakin cepat sejak April 2025.
- Donetsk menjadi fokus utama perebutan wilayah.
- Kota-kota strategis seperti Sloviansk dan Kramatorsk kini terancam.
- Pertemuan Trump–Putin berpotensi mempengaruhi arah konflik.
- Ukraina perlu memperkuat pertahanan di kota logistik utama.
- Negara-negara sekutu harus mempercepat bantuan militer.
- Diplomasi internasional perlu diintensifkan untuk mencegah eskalasi.
- Media harus memantau perkembangan di Donetsk secara ketat.
- Warga sipil di wilayah konflik perlu segera dievakuasi.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





