JAKARTA, EKOIN.CO – Jet tempur menjadi simbol supremasi kekuatan militer modern yang memadukan kecepatan, kelincahan, dan kecanggihan teknologi. Namun, di balik kemegahannya, pengoperasian pesawat ini menelan biaya fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah hanya untuk satu jam terbang.
Gabung WA Channel EKOIN
Laporan terbaru pada Jumat (15/8/2025) mengungkap lima jet tempur termahal di dunia dari sisi biaya operasional. Faktor utama yang membuatnya mahal meliputi teknologi mesin kelas atas, sistem siluman, dan sensor mutakhir.
F-22 Raptor, Pemimpin Biaya Operasional Jet Tempur
F-22 Raptor buatan Lockheed Martin menempati posisi teratas sebagai jet tempur termahal untuk dioperasikan, dengan ongkos mencapai sekitar Rp1,39 miliar per jam terbang. Angka ini dipicu oleh lapisan kulit siluman berteknologi tinggi, mesin ganda berkinerja ekstrem, dan perawatan khusus yang memerlukan ketelitian tinggi.
Selain itu, konsumsi bahan bakar yang besar dan kebutuhan suku cadang eksklusif membuat biaya F-22 jauh melampaui rivalnya. Perawatan rutin pun tidak bisa dilakukan sembarangan, karena memerlukan teknisi terlatih dengan prosedur ketat.
Faktor Pendorong Mahal di Dunia Jet Tempur
Tingginya biaya pengoperasian jet tempur bukan hanya karena harga beli yang selangit. Operasional sehari-hari, termasuk persiapan sebelum terbang, penggantian komponen, hingga pemeriksaan pasca-misi, membutuhkan sumber daya besar.
Kemampuan stealth membuat beberapa model harus menjalani perawatan pada lapisan cat khusus yang menyerap radar, sehingga prosesnya memakan waktu lebih lama dan biaya lebih tinggi.
Jet-jet generasi kelima seperti F-22 dan F-35 bahkan memiliki sistem avionik kompleks yang terus diperbarui untuk mengimbangi perkembangan teknologi pertahanan lawan. Setiap pembaruan membutuhkan pengujian ekstensif dan pelatihan ulang pilot maupun kru teknis.
Selain F-22, daftar ini juga mencakup model ternama lainnya dengan biaya operasional per jam di kisaran ratusan juta rupiah. Beberapa di antaranya memiliki jangkauan terbang luar biasa, kecepatan supersonik, serta kemampuan membawa senjata presisi tinggi.
Di sisi lain, negara yang mengoperasikan jet tempur ini biasanya mempertimbangkan faktor strategis. Meski mahal, keberadaannya dianggap vital untuk menjaga kedaulatan udara dan sebagai deterrent terhadap potensi ancaman.
Pengeluaran miliaran per jam untuk satu jet tempur dianggap sepadan dengan manfaat yang diberikannya dalam misi pertahanan. Namun, efisiensi biaya tetap menjadi perhatian, terutama di tengah anggaran militer yang harus dibagi dengan kebutuhan lain.
Ke depan, pengembangan jet tempur diarahkan agar biaya operasional bisa ditekan tanpa mengorbankan performa. Beberapa produsen mulai menguji material baru, desain aerodinamika yang lebih efisien, serta mesin hemat bahan bakar.
Meski demikian, tantangan terbesar tetap pada keseimbangan antara teknologi mutakhir dan kemampuan negara untuk membiayai operasionalnya secara berkelanjutan.
Dengan terus berkembangnya teknologi militer, jet tempur generasi masa depan diprediksi akan lebih pintar, lebih cepat, namun tetap menjadi investasi besar yang memerlukan strategi matang dalam pengelolaannya.
Jet tempur menjadi simbol kemajuan teknologi pertahanan sekaligus tantangan dalam manajemen anggaran militer. Biaya operasionalnya yang tinggi mencerminkan kerumitan perawatan dan kebutuhan teknis yang luar biasa.
Negara yang mengoperasikannya harus memiliki strategi pendanaan yang kuat agar pesawat tetap siap tempur tanpa mengganggu pos anggaran lain.
Perkembangan teknologi memang membawa kemampuan luar biasa, tetapi juga konsekuensi biaya yang tak sedikit.
Dengan inovasi berkelanjutan, diharapkan biaya dapat ditekan sehingga jet tempur tetap efektif namun lebih efisien.
Pada akhirnya, keberadaan pesawat ini bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga cerminan komitmen menjaga keamanan nasional. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





