WAMENA, EKOIN.CO – Ketua DPR Provinsi Papua Pegunungan, Yos Elopere, menyerukan keterlibatan penuh pengusaha asli Papua dalam proyek pembangunan 2.200 rumah bantuan Presiden Prabowo Subianto. Seruan ini disampaikan untuk mencegah potensi konflik sosial yang dapat muncul jika pekerjaan hanya dikuasai pihak luar.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Yos menegaskan, mulai dari proses lelang, penunjukan kontraktor, hingga rekrutmen tenaga tukang, pemerintah harus memprioritaskan putra-putri Papua. Ia meyakini langkah ini akan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program tersebut.
“Kasih kesempatan leluasa kepada pengusaha orang asli Papua. Kalau pekerjaan diambil alih pihak luar, akan timbul kecemburuan dan bisa berujung penolakan di lapangan,” ujarnya di Wamena, Kamis (14/08/2025).
Menurutnya, pengusaha dan pekerja lokal memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani proyek berskala besar. Selain itu, keterlibatan mereka diyakini akan berdampak pada terciptanya keamanan dan dukungan penuh terhadap proses pembangunan.
Pembangunan Rumah Harus Prioritaskan OAP
Yos mengungkapkan bahwa Papua Pegunungan memiliki banyak pengusaha berpengalaman, tukang terampil, dan tenaga kerja yang siap berkontribusi. Ia menekankan, keterlibatan tersebut akan mendorong rasa tanggung jawab dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelancaran proyek.
“Orang Papua juga banyak yang punya usaha, banyak tukang, dan ingin menjadi karyawan. Kalau mereka dilibatkan, mereka akan ikut menjaga keamanan proyek di wilayahnya,” tegasnya.
Selain itu, Yos meminta pemerintah menerapkan standar dan kebijakan khusus dalam tender proyek. Kebijakan ini diharapkan memberi peluang yang lebih besar bagi pengusaha lokal dibandingkan pihak luar.
Ia menilai, persaingan yang sehat antar-pengusaha asli Papua akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan meminimalkan gesekan sosial. “Kalau sesama anak Papua yang ikut lelang, pasti ada rasa puas dan tidak timbul kecurigaan,” ujarnya.
Pembangunan 2.200 Rumah Ditargetkan Lancar
Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan proyek pembangunan 2.200 rumah di wilayah Papua Pegunungan. Proyek ini mencakup delapan kabupaten dengan tujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Yos menilai, jika proses sejak awal hingga akhir melibatkan pengusaha dan tenaga kerja lokal, proyek akan berjalan tanpa hambatan. Selain mengurangi potensi konflik, hal ini akan memberi manfaat langsung berupa peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Pihak DPR Papua Pegunungan, kata Yos, siap memantau jalannya proyek untuk memastikan semua tahapan sesuai prosedur dan mengedepankan pengusaha OAP. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi demi keberhasilan program nasional tersebut.
Kehadiran rumah layak huni ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan fisik pembangunan, tetapi juga bukti adanya pemerataan kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat Papua.
- Proyek pembangunan 2.200 rumah di Papua Pegunungan dinilai penting untuk mengatasi kebutuhan hunian masyarakat.
- Ketua DPR Papua Pegunungan menekankan perlunya melibatkan pengusaha asli Papua sejak awal proses.
- Keterlibatan OAP diyakini dapat mencegah konflik dan menciptakan rasa memiliki.
- Kebijakan tender khusus diperlukan agar pengusaha lokal memiliki peluang yang setara.
- Pembangunan diharapkan berjalan lancar dan memberi manfaat langsung bagi warga.
- Pemerintah perlu memastikan regulasi yang mendukung pengusaha lokal dalam proyek nasional.
- Pelatihan dan penguatan kapasitas tukang serta pengusaha lokal harus digalakkan.
- Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat setempat perlu intensif untuk mencegah miskomunikasi.
- Sistem pengawasan proyek harus transparan dan akuntabel.
- Partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan proyek harus terus ditingkatkan.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





