EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Sawah Hilang, Dedi Tegaskan Kompensasi Tiga Kali Lipat

Sawah Hilang, Dedi Tegaskan Kompensasi Tiga Kali Lipat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang tetap berjalan, namun menekankan pentingnya kompensasi sawah hingga tiga kali lipat

Irvan oleh Irvan
18 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, Ekonomi dan Bisnis, Lingkungan dan Pertanian
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Ekoin.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang berjalan sesuai rencana. Proyek yang kini memasuki tahap akhir tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada tahun depan. Namun, Dedi menyoroti hilangnya area persawahan akibat pembangunan pabrik tersebut.

 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Dedi menyampaikan hal itu usai mengikuti upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada Minggu (17/8/2025). Ia menegaskan bahwa walaupun pembangunan berjalan lancar, aspek lingkungan dan ketersediaan pangan tidak boleh diabaikan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

 

“Kalau pembangunan kan terus, tahun depan produksi. Hari ini tinggal, tapi pembangunannya berjalan,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya kepada awak media.

 

Pabrik Mobil Listrik BYD Masuki Tahap Akhir

Pabrik mobil listrik BYD yang berlokasi di Kabupaten Subang merupakan salah satu proyek strategis di sektor otomotif dan energi ramah lingkungan. Pembangunan pabrik ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong transisi kendaraan berbasis listrik di Indonesia.

 

Saat ini, pekerjaan fisik pabrik terus berlanjut dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Pemerintah daerah mendukung penuh keberlanjutan pembangunan tersebut, karena dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Barat di sektor industri hijau.

 

Meski begitu, perhatian khusus tetap diarahkan pada dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar, terutama lahan pertanian produktif yang tergusur. Dedi Mulyadi mengingatkan agar seluruh aspek teknis, termasuk kompensasi lahan, diselesaikan dengan baik oleh pihak perusahaan.

 

“Rekomendasi teknis tentang adanya, sebenarnya judulnya sawah gitu loh. Tapi sawahnya udah nggak ada, kan di kita biasa tuh. Judulnya hutan lindung, hutannya nggak ada gitu loh. Tetapi walaupun sawahnya nggak ada, rekomendasi teknisnya harus dibuat,” ucap Dedi.

 

Kompensasi Sawah Hingga Tiga Kali Lipat

Gubernur Jawa Barat menegaskan aturan mengharuskan adanya penggantian lahan sawah yang hilang akibat pembangunan pabrik tersebut. Ia menyebut, sawah yang hilang harus diganti hingga tiga kali lipat di lokasi lain agar tidak mengurangi ketahanan pangan daerah.

 

“Dan kemudian komitmennya adalah, sawah yang sudah tidak ada itu, nggak tahu tidak adanya sejak kapan, kan gitu, itu harus tergantikan, di LP2B itu, menjadi tiga kali lipat. Makanya saya lagi menjajaki, bertemu dengan Bupati Indramayu, membuka lahan baru,” jelasnya.

 

Saat ini, Dedi mengaku sedang berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mencari lahan baru yang bisa dijadikan pengganti. Menurutnya, di Indramayu terdapat banyak areal yang sebelumnya berupa hutan, namun kini telah digunakan sebagai sawah tadah hujan.

 

“Karena Indramayu itu banyak tuh areal-areal yang dulunya hutan, kemudian hari ini sudah dibuat pesawahan, tapi belum teknis irigasinya. Masih tadah hujan, padi gogo. Nah ini akan kita ubah menjadi daerah irigasi teknis,” pungkasnya.

 

Langkah tersebut dinilai penting karena selain memberikan pengganti sawah yang hilang, juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan irigasi teknis. Hal ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan pembangunan industri di Jawa Barat.

 

Selain itu, pemerintah juga memastikan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kompensasi lahan. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyimpangan yang merugikan masyarakat maupun mengurangi daya dukung lingkungan.

BACA JUGA 

InJourney Pesta Rakyat di Sarinah Meriahkan HUT ke-80 RI Hadirkan Seni, Kuliner, dan Hiburan Spektakuler

 

Jika kompensasi sawah berjalan sesuai aturan, maka proyek pabrik mobil listrik BYD dapat menjadi contoh pembangunan industri berkelanjutan yang tetap memperhatikan aspek ekologi dan kebutuhan hidup masyarakat.

 

Pemerintah daerah optimistis keberadaan pabrik tersebut akan memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun teknologi. Namun, keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama agar pembangunan berjalan seimbang.

 

Dalam waktu dekat, pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pihak BYD akan menindaklanjuti komitmen terkait lahan pengganti sawah. Kesepakatan ini diharapkan menjadi solusi agar pembangunan tidak menimbulkan masalah baru di bidang ketahanan pangan.

 

Keseimbangan antara kebutuhan industri dan keberlanjutan lingkungan menjadi tantangan besar dalam proyek ini. Pemerintah berupaya agar Jawa Barat tidak hanya menjadi pusat industri kendaraan listrik, tetapi juga tetap menjaga statusnya sebagai lumbung pangan nasional.

 

Dengan komitmen kuat dan koordinasi lintas daerah, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga harmoni antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan hidup di masa mendatang.

 

Pemerintah juga berencana melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan pengganti agar kebermanfaatannya bisa dirasakan secara langsung. Pendekatan partisipatif ini menjadi salah satu cara agar kompensasi sawah berjalan optimal.

 

Apabila semua rencana terlaksana sesuai dengan tahapan, maka pembangunan pabrik mobil listrik BYD tidak hanya akan memperkuat sektor otomotif nasional, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.

 

Dengan demikian, proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat sekitar maupun untuk kepentingan bangsa dalam jangka panjang.

Tags: Dedi MulyadiIndramayukompensasi lahanpabrik mobil listrik BYDsawah hilangSubang
Post Sebelumnya

Sindikat Bisnis Pupuk Subsidi Dibongkar Polisi Amankan 17,8 Ton di Ngawi

Post Selanjutnya

BNIdirect Bisnis Hadir Permudah Keuangan UMKM

Irvan

Irvan

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
BNIdirect Bisnis Hadir Permudah Keuangan UMKM

BNIdirect Bisnis Hadir Permudah Keuangan UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.