EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
kesejahteraan guru

Sri Mulyani Naikkan Anggaran untuk Kesejahteraan Guru

Anggaran pendidikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik dikoreksi dari Rp 178,7 triliun menjadi Rp 274,7 triliun, menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan guru.

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
22 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengoreksi besar anggaran pendidikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik. Semula dipatok Rp 178,7 triliun, kini angkanya melonjak menjadi Rp 274,7 triliun. Koreksi ini diumumkan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR pada Kamis, 21 Agustus 2025. Perubahan signifikan ini memicu harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia.

Angka sebelumnya sempat Sri Mulyani sampaikan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 pada 15 Agustus 2025. Adanya perbedaan ini, menurut Luky Alfirman, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, karena ada komponen yang belum masuk perhitungan. “Perhitungan sebelumnya belum memasukkan semua komponen belanja pegawai untuk gaji dan tunjangan guru, dosen, dan tenaga kependidikan di semua daerah,” jelasnya.

Baca juga : Sri Mulyani Minta Danantara Bantu Beban Berat APBN, Swasta Diminta Ikut Andil

Perubahan anggaran ini menunjukkan lonjakan signifikan pada beberapa komponen. Tunjangan profesi guru (TPG) aparatur sipil negara (ASN) daerah naik dari Rp 68,7 triliun menjadi Rp 69 triliun. Sementara itu, TPG pegawai negeri sipil (PNS), tunjangan profesi dosen (TPD) PNS, dan gaji pendidik meningkat drastis dari Rp 82,9 triliun menjadi Rp 120,3 triliun. Anggaran untuk TPG non-PNS dan TPD non-PNS sendiri tetap sama, masing-masing sebesar Rp 19,2 triliun dan Rp 3,2 triliun.

Anggaran Pendidikan Tetap 20 Persen, Ada Porsi untuk Guru

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan alokasi anggaran pendidikan tetap mencapai 20 persen dari APBN, dengan total nilai Rp 757,8 triliun untuk RAPBN 2026. Angka ini didistribusikan melalui berbagai jalur, mulai dari transfer ke daerah (TKD), Kementerian/Lembaga (K/L), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak Rp 253,4 triliun disalurkan melalui TKD untuk tunjangan guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan berbagai bantuan lainnya.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

Melalui K/L, anggaran pendidikan yang disalurkan mencapai Rp 243,9 triliun, mencakup belanja di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Agama (Kemenag), dan kementerian terkait lainnya. Selain itu, porsi besar sebesar Rp 223,6 triliun juga dialokasikan untuk program MBG yang akan menjangkau 71,9 juta siswa dan santri. Sisa Rp 37 triliun masuk dalam belanja pembiayaan, mendukung berbagai program beasiswa LPDP dan revitalisasi sekolah.

Lonjakan anggaran pendidikan ini terjadi setelah berbagai kritik deras dari berbagai pihak, terutama terkait isu kesejahteraan guru. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sebelumnya sempat menyoroti janji kampanye Presiden Prabowo Subianto mengenai upah minimum guru non-ASN. Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul, sempat pesimistis janji tersebut akan terpenuhi, mengingat alokasi besar untuk program MBG. “Ingat Prabowo-Gibran waktu kampanye pernah menjanjikan upah minimum guru non-ASN. Itu harusnya diwujudkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Mengkritik dan Mengangkat Isu Kesejahteraan Guru

Tak hanya dari P2G, kritik juga sempat ditujukan kepada Sri Mulyani sendiri. Pada 7 Agustus 2025, ia sempat mengungkit gaji tenaga pendidik sebagai tantangan keuangan negara. “Menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” kata Sri Mulyani. Pernyataan ini menuai kecaman dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Sekretaris Jenderal FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menilai pernyataan itu seolah menekankan bahwa pemerintah sudah maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Padahal, menurutnya, amanah Undang-Undang Guru dan Dosen masih banyak yang belum dijalankan. Koreksi anggaran yang dilakukan Sri Mulyani, terlepas dari alasan teknis, tampaknya menjadi respons atas desakan publik yang menginginkan perhatian lebih pada kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.

Baca juga : Anas Ultimatum Sri Mulyani Soal BPJS Yang Bakal Naik

Kenaikan anggaran ini bisa jadi angin segar bagi jutaan guru di Indonesia yang selama ini berjuang. Peningkatan tunjangan dan gaji yang signifikan diharapkan dapat mendorong motivasi dan kualitas para pendidik, sehingga menciptakan efek domino positif bagi kualitas pendidikan nasional. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, namun implementasinya tetap harus diawasi agar benar-benar sampai pada sasaran yang tepat. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: anggaran pendidikanKemenkeukesejahteraan guruRAPBN 2026Sri Mulyanitunjangan guru
Post Sebelumnya

Rangkap Jabatan 33 Wamen dan Menteri Dilaporkan ke KPK

Post Selanjutnya

Korlantas Polri Gelar Rapat Peringatan Hari Keselamatan LLAJ 

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

BPS mencatat masih ada 7,35 juta orang pengangguran di Indonesia hingga November 2025.

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 6,66 persen, diikuti Banten, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Riau. Sejumlah provinsi lain...

Ilustrasi. Foto: klampok.id

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menekankan bahwa ketersediaan lahan menjadi faktor kunci kelancaran proyek di daerah. Selama lahan siap digunakan, proses konstruksi dapat berjalan...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Post Selanjutnya
Korlantas Polri Gelar Rapat Peringatan Hari Keselamatan LLAJ 

Korlantas Polri Gelar Rapat Peringatan Hari Keselamatan LLAJ 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.