EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Neraca Pembayaran Indonesia Stabil di 2025

Neraca Pembayaran Indonesia Stabil di 2025

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
24 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Kinerja neraca pembayaran Indonesia pada triwulan II 2025 menunjukkan kondisi yang relatif stabil meskipun dihantam ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, defisit NPI tercatat sebesar USD 6,7 miliar, namun posisi cadangan devisa tetap kokoh di angka USD 152,6 miliar. Nilai cadangan tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor dan utang luar negeri jangka pendek, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ikuti update terbaru di WA Channel EKOIN

Cadangan devisa yang masih tinggi ini menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Meski tekanan eksternal meningkat, fondasi moneter tetap terjaga. Bank Indonesia memastikan kondisi ini memberi ruang kebijakan yang lebih fleksibel.

Defisit Neraca Pembayaran Terkendali

Pada periode yang sama, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar USD 3,0 miliar atau 0,8% dari PDB. Angka ini meningkat dari defisit USD 0,2 miliar (0,1% PDB) pada triwulan I 2025. Penyebab utamanya berasal dari penurunan ekspor migas dan kenaikan impor barang seiring kebutuhan industri yang lebih tinggi.

Neraca perdagangan barang masih menjadi penopang, dengan surplus mencapai USD 10,58 miliar. Ekspor barang tumbuh menjadi USD 67,98 miliar, terutama didukung produk agrikultur, mesin, alat transportasi, serta bahan kimia. Namun, impor juga meningkat signifikan menjadi USD 57,39 miliar dari USD 52,95 miliar pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, ekspor migas tertekan akibat harga minyak dunia yang rata-rata hanya USD 65,69 per barel pada Agustus 2025. Meski defisit migas masih ada, nilainya sedikit mengecil dibanding periode lalu.

Berita Menarik Pilihan

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

Di sisi lain, neraca jasa masih membukukan defisit USD 5,5 miliar. Beban transportasi dan biaya perjalanan luar negeri menjadi penyumbang utama. Neraca pendapatan primer juga melebar dengan defisit USD 9,8 miliar akibat pembayaran dividen, bunga, dan imbal hasil investasi asing.

Namun, neraca pendapatan sekunder mencatat surplus USD 1,7 miliar. Faktor pendukung utamanya adalah remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terus meningkat hingga 4 juta orang, serta tambahan hibah dari luar negeri.

Modal Asing dan Investasi Langsung Menjadi Penopang

Pada transaksi modal dan finansial, defisit tercatat sebesar USD 5,2 miliar. Hal ini berbeda dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih mencatat net inflow. Meski demikian, investasi langsung (FDI) tetap menunjukkan tren positif dengan kenaikan menjadi USD 2,6 miliar. Capaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Untuk investasi portofolio, sempat terjadi arus keluar modal asing dari surat utang domestik akibat ketidakpastian global. Kendati demikian, pada periode tertentu masih tercatat surplus sekitar USD 1,0 miliar. Investasi lainnya menghadapi tekanan dari pembayaran pinjaman luar negeri swasta, meskipun ada penarikan pinjaman baru oleh korporasi.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mencermati dinamika global, termasuk perlambatan ekonomi dunia serta fluktuasi harga komoditas. Prospek NPI ke depan diperkirakan tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan yang rendah, berada dalam kisaran 0,5%–1,3% PDB.

Kepercayaan investor, surplus perdagangan barang, serta remitansi PMI dipandang akan menjadi penopang penting bagi keberlanjutan stabilitas neraca pembayaran Indonesia.

Stabilitas neraca pembayaran Indonesia pada triwulan II 2025 tetap terjaga di tengah gejolak global. Defisit memang meningkat, namun cadangan devisa yang tinggi memberi ruang penguatan fundamental ekonomi.

Cadangan devisa USD 152,6 miliar menjadi bantalan penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Posisi ini memberi keyakinan bahwa Indonesia memiliki amunisi cukup menghadapi tekanan global.

Surplus perdagangan barang dan kontribusi remitansi PMI terus menjadi faktor pendorong utama stabilitas eksternal. Kondisi ini memberi optimisme bahwa tekanan dapat diredam.

Bank Indonesia juga memastikan kebijakan moneter akan diarahkan untuk menjaga keseimbangan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global dan volatilitas harga komoditas.

Dengan prospek defisit transaksi berjalan yang rendah dan dukungan investasi, neraca pembayaran Indonesia masih berpeluang terjaga sehat hingga akhir tahun 2025. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Post Sebelumnya

5 Ciri Utama Anda Termasuk Golongan Warga Kelas Bawah

Post Selanjutnya

Tol Paling Ujung Barat Jawa Tembus Bibir Selat Sunda Tahun Depan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BPS mencatat masih ada 7,35 juta orang pengangguran di Indonesia hingga November 2025.

Ironi Lumbung Industri: Jawa Barat Juara Dua Pengangguran Nasional, Tempel Ketat Papua

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 6,66 persen, diikuti Banten, Papua Barat Daya, dan Kepulauan Riau. Sejumlah provinsi lain...

Ilustrasi. Foto: klampok.id

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menekankan bahwa ketersediaan lahan menjadi faktor kunci kelancaran proyek di daerah. Selama lahan siap digunakan, proses konstruksi dapat berjalan...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Post Selanjutnya
Tol Paling Ujung Barat Jawa Tembus Bibir Selat Sunda Tahun Depan

Tol Paling Ujung Barat Jawa Tembus Bibir Selat Sunda Tahun Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.