EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Rupiah Terperosok, Jadi Nomor Dua di Asia

Rupiah Terperosok, Jadi Nomor Dua di Asia

Rupiah menjadi mata uang terlemah kedua di Asia, hanya kalah dari dolar Taiwan. Pelemahan dolar AS akibat sinyal dovish The Fed belum mampu dimanfaatkan rupiah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
24 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah mencatat pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Jumat (22/8/2025), rupiah berada di level Rp16.335 per dolar AS atau melemah 0,34%. Kondisi ini menandai tren penurunan beruntun selama lima hari dan menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan pelemahan terbesar kedua di kawasan Asia. Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Rupiah Tertekan Dolar

Dalam sepekan terakhir, rupiah telah merosot 1,11%, hanya sedikit lebih baik dari dolar Taiwan yang terkoreksi 1,16%. Sementara itu, ringgit Malaysia berada di posisi ketiga dengan pelemahan 0,36%. Sebaliknya, peso Filipina justru menjadi pemimpin penguatan dengan apresiasi 1,06% terhadap dolar AS, diikuti oleh won Korea 0,35% dan yen Jepang 0,17%.

Pergerakan beragam mata uang Asia ini terjadi di tengah dinamika indeks dolar AS (DXY). Pada awal pekan, indeks dolar sempat menguat, namun berbalik melemah tajam setelah pidato Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Jackson Hole Simposium pada Jumat malam (22/8/2025) waktu Indonesia.

Indeks dolar AS akhirnya ditutup turun 0,92% ke level 97,71. Pelemahan ini memberi ruang bagi sejumlah mata uang Asia untuk menguat, meski rupiah justru tidak ikut mengambil peluang tersebut.

Sinyal The Fed dan Dampaknya

Pidato Powell yang bernada dovish memberi sinyal meningkatnya risiko pelemahan pasar tenaga kerja di AS. Hal itu mendorong ekspektasi besar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada rapat FOMC 16-17 September mendatang.

Berita Menarik Pilihan

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan bunga 25 basis poin naik menjadi 85%, lebih tinggi dari 72% sebelum pidato Powell. “Dolar jatuh, peluang pemangkasan September meningkat, dan pelaku pasar jelas bersiap untuk lebih banyak pelonggaran ke depan,” ujar Karl Schamotta, Chief Market Strategist Corpay Toronto, dikutip dari Reuters.

Namun pelemahan dolar tidak serta merta menjadi keuntungan bagi rupiah. Tekanan terhadap mata uang garuda justru berlanjut, dipengaruhi faktor eksternal dan kepercayaan pasar yang masih rapuh.

Selain itu, sentimen politik di Washington turut menambah tekanan. Presiden AS Donald Trump kembali menimbulkan ketidakpastian dengan ancaman memecat Gubernur The Fed Lisa Cook atas dugaan penyalahgunaan kredit properti. Situasi ini memperburuk tekanan terhadap greenback, namun rupiah tetap kesulitan memanfaatkan kondisi tersebut.

Analis menilai, jika tren dovish The Fed berlanjut, peluang penguatan rupiah masih terbuka dalam jangka pendek. Namun untuk saat ini, volatilitas tinggi membuat investor lebih berhati-hati.

Dengan posisi rupiah sebagai mata uang terlemah kedua di Asia, pasar menantikan langkah stabilisasi lebih lanjut dari otoritas dalam negeri. Kinerja rupiah akan sangat bergantung pada kombinasi faktor global dan strategi kebijakan domestik dalam beberapa pekan mendatang.

Rupiah kembali melemah signifikan dan menjadi salah satu yang paling tertekan di Asia. Kondisi ini terjadi meski dolar AS sendiri sedang mengalami pelemahan akibat sinyal dovish The Fed.

Pasar menilai ekspektasi pemangkasan suku bunga September mendatang akan menjadi penentu arah mata uang utama. Jika benar terealisasi, rupiah berpeluang memperoleh ruang penguatan.

Namun, ketidakpastian politik di AS dan sentimen global yang masih rapuh membuat kondisi pasar tetap tidak menentu. Investor cenderung menunggu kepastian langkah kebijakan moneter sebelum mengambil risiko lebih besar.

Dalam jangka pendek, stabilisasi rupiah sangat dipengaruhi faktor eksternal. Pemerintah dan Bank Indonesia dituntut sigap merespons dinamika global agar rupiah tidak terus terperosok.

Ke depan, langkah koordinatif dan penguatan fundamental ekonomi menjadi kunci agar rupiah mampu bertahan menghadapi tekanan pasar global. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Asia.dolarkurspelemahanrupiahThe Fed
Post Sebelumnya

Grup Salim Masuk Bisnis Pertambangan Lewat MBSS

Post Selanjutnya

BATIC 2025, Satu Dekade Inspirasi Inovasi Digital di Asia Pasifik

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

8 Aksi Percepatan Reformasi Bursa, Momentum Tingkatkan Kualitas Pasar Modal Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,03 pada perdagangan Rabu (4/2). Namun,...

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional. Sumber dok bankbsi.co.id

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Syariah Indonesia Tbk kini telah resmi menyandang Status Persero Bank Syariah Indonesia secara administratif terhitung...

Post Selanjutnya
BATIC 2025, Satu Dekade Inspirasi Inovasi Digital di Asia Pasifik

BATIC 2025, Satu Dekade Inspirasi Inovasi Digital di Asia Pasifik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.