Canberra, EKOIN.CO – Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, tiba di Canberra, Australia, Rabu (27/8/2025), untuk menghadiri forum tingkat tinggi 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting. Pertemuan ini menjadi agenda penting untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. Gabung WA Channel EKOIN.
Kehadiran Sjafrie disambut secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Australia di Bandara Canberra dengan jajar kehormatan. Agenda ini menandai momentum diplomasi strategis antara kedua negara.
Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan RI, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama pertahanan dan diplomasi. “Kunjungan kerja Menhan RI ke Australia dalam rangka melaksanakan 2+2 Foreign and Defence Ministers’ Meeting bersama Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri kedua negara,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Kerja Sama Pertahanan di Indo-Pasifik
Pertemuan 2+2 Indonesia-Australia dipandang sebagai wadah strategis untuk membangun sinergi pertahanan yang lebih solid. Forum ini juga menjadi arena untuk memperkuat koordinasi diplomasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Menurut Frega, kedua negara memiliki kepentingan strategis yang sama, terutama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kerja sama pertahanan ini mencakup upaya meningkatkan interoperabilitas militer dan memperdalam hubungan bilateral.
Selain itu, forum ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat mekanisme pertahanan bersama. Mulai dari keamanan maritim, penanggulangan terorisme, hingga diplomasi multilateral, semua isu strategis dibahas secara mendalam.
Diplomasi dan Stabilitas Kawasan
Kunjungan Sjafrie juga mempertegas posisi Indonesia yang aktif berkontribusi pada keamanan kawasan. “Kunjungan kerja ini juga mencerminkan tekad Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia, baik di bidang pertahanan maupun diplomasi, sebagai bagian dari kontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” tuturnya.
Pertemuan 2+2 ini merupakan bagian dari tradisi diplomasi yang rutin dilakukan antara Indonesia dan Australia. Kedua negara secara konsisten meneguhkan komitmen dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan.
Melalui forum ini, Indonesia dan Australia memperlihatkan keseriusan dalam menghadapi dinamika keamanan yang berkembang, termasuk ancaman non-tradisional yang membutuhkan kolaborasi erat.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini juga menunjukkan sikap terbuka untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan negara-negara sahabat, termasuk Australia, demi terciptanya stabilitas Indo-Pasifik.
Komunikasi intensif antar pejabat pertahanan dan luar negeri di forum ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan hubungan bilateral. Dengan demikian, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan kawasan.
Pertemuan ini menjadi salah satu bentuk nyata diplomasi pertahanan Indonesia yang menempatkan stabilitas regional sebagai prioritas utama. Indonesia terus menunjukkan bahwa komitmen keamanan kawasan bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret.
Pertemuan 2+2 di Canberra memperlihatkan keseriusan Indonesia dan Australia dalam memperkuat kerja sama pertahanan. Forum ini menjadi wadah strategis yang mengedepankan kepentingan bersama di Indo-Pasifik.
Komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan tercermin dari pembahasan isu-isu keamanan, mulai dari maritim hingga terorisme. Hal ini menunjukkan adanya sinergi nyata dalam diplomasi pertahanan.
Indonesia melalui kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan sikap aktif dalam membangun stabilitas kawasan. Langkah ini sekaligus memperdalam hubungan bilateral dengan Australia.
Keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti ini memperkuat posisi sebagai negara yang berperan penting dalam menjaga keamanan regional. Hal itu sejalan dengan visi menjaga perdamaian Indo-Pasifik.
Sinergi pertahanan Indonesia-Australia diharapkan menjadi landasan untuk memperluas kerja sama dengan negara lain di kawasan, sehingga stabilitas Indo-Pasifik tetap terjaga. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





