Bekasi EKOIN.CO – Jalan Pangeran Jayakarta di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, ditutup pada Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 18.02 WIB akibat kerusuhan yang melibatkan ratusan orang tak dikenal. Massa disebut datang dari arah Kranji menuju Medan Satria dan langsung menyerang aparat kepolisian menggunakan batu. Kata pamungkas dalam berita ini adalah kerusuhan.
Gabung WA Channel EKOIN di sini
Seorang warga sekitar, Imam (50), menegaskan bahwa para pelaku bukan warga setempat. “Kami pastikan tidak kenal, bukan warga kami, itu orang tidak dikenal,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Pernyataan ini memperjelas bahwa kerusuhan tidak melibatkan masyarakat lokal.
Polisi Bubarkan Massa Kerusuhan
Aparat kepolisian yang berjaga sempat menjadi sasaran lemparan batu dari massa. Situasi semakin tegang sehingga polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengurai kericuhan. Aksi itu membuat massa mundur, meski sebagian masih bertahan di sekitar lokasi Jalan Pangeran Jayakarta.
Berdasarkan pantauan jurnalis di lapangan, para pengendara yang hendak melintas diimbau mencari jalur alternatif. Di antaranya bisa melalui Jalan Utama Sudirman dan jalur lain di sekitar Bekasi Utara. Penutupan akses jalan dilakukan demi mencegah dampak lebih luas dari kerusuhan.
Video Kerusuhan Beredar di Media Sosial
Rekaman video yang menarasikan kericuhan di Kota Bekasi beredar luas di media sosial pada Minggu sore. Dalam tayangan itu terlihat suasana tegang antara massa dan aparat, lengkap dengan kepulan gas air mata yang ditembakkan untuk membubarkan kerusuhan.
Hingga malam hari, kepolisian masih berjaga di titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan lanjutan. Warga sekitar diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Kerusuhan di kawasan Pangeran Jayakarta ini menambah daftar panjang insiden massa yang mengganggu keamanan di Kota Bekasi. Aparat menegaskan langkah hukum akan diambil terhadap para pelaku yang terbukti memicu kekacauan.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian akibat kerusuhan tersebut. Namun, pihak kepolisian memastikan situasi berangsur terkendali setelah langkah tegas dilakukan di lokasi kejadian.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada, terutama jika melintasi jalur yang berdekatan dengan titik kerusuhan. Komunikasi aktif antara warga dan aparat diharapkan mampu mencegah terulangnya insiden serupa.
Kejadian ini juga menjadi perhatian luas, mengingat Bekasi termasuk wilayah penyangga Ibu Kota dengan aktivitas mobilitas yang padat. Setiap gangguan keamanan di wilayah ini berpotensi menghambat akses transportasi publik maupun kendaraan pribadi.
Pihak kepolisian belum mengungkap secara detail asal-usul massa maupun motif kerusuhan. Namun, penyelidikan mendalam dipastikan tengah dilakukan guna mengungkap aktor di balik kericuhan tersebut.
Dengan adanya peristiwa ini, warga Bekasi berharap pemerintah daerah bersama aparat lebih sigap dalam mengantisipasi potensi kerusuhan di kemudian hari. Keamanan dan kenyamanan publik menjadi hal utama yang perlu dijaga bersama.
Kerusuhan di Jalan Pangeran Jayakarta menunjukkan betapa rentannya wilayah perkotaan terhadap aksi massa tidak dikenal. Penutupan jalan menjadi langkah cepat aparat untuk mencegah meluasnya kekacauan.
Aparat kepolisian bergerak cepat menggunakan gas air mata agar situasi segera terkendali. Meski massa mundur, sebagian masih bertahan dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Rekaman video kerusuhan yang menyebar di media sosial membuat publik semakin waspada. Namun, informasi di lapangan memastikan keadaan berangsur pulih meski masih dijaga ketat aparat.
Hingga kini, pihak kepolisian belum membeberkan motif dan dalang di balik kerusuhan tersebut. Hal ini menjadi PR besar agar keamanan Bekasi kembali stabil.
Warga diimbau tidak mudah terprovokasi, menjaga komunikasi dengan aparat, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur rawan kerusuhan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





