EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Bantuan Pangan Terancam, Anggaran 2026 Tak Cukup, RI Hadapi Risiko Kisruh Beras Lagi

Bantuan Pangan Terancam, Anggaran 2026 Tak Cukup, RI Hadapi Risiko Kisruh Beras Lagi

Bantuan pangan beras terancam berhenti akibat minimnya anggaran 2026. Usulan tambahan Rp22,53 triliun diajukan untuk mencegah kisruh beras.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
5 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Polemik bantuan pangan kembali mencuat setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan minimnya alokasi anggaran 2026 yang hanya mencapai Rp233,29 miliar. Kondisi ini dinilai rawan memicu kisruh beras, karena anggaran tersebut jauh dari cukup untuk menopang program bantuan pangan. Ikuti update terbaru di WA Channel EKOIN.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut anggaran itu masih dalam bentuk pagu indikatif dan belum diputuskan secara resmi. “Yang ada pagu indikatifnya baru Rp233,29 miliar. Rencananya sudah ada, tapi belum diketok, anggarannya belum ada. Saya kan ngusulin. Rencana programnya sudah ada,” ujarnya.

Arief menegaskan jumlah tersebut jelas tidak mencukupi. Menurutnya, agar bantuan pangan tetap berjalan, diperlukan tambahan alokasi anggaran yang signifikan. “Iya, supaya bisa ada bantuan pangan dan SPHP di tahun depan,” tegasnya.

Usulan Tambahan Anggaran Pangan

Berdasarkan catatan Bapanas, pagu Rp233,29 miliar itu terbagi untuk program ketersediaan pangan serta dukungan manajemen. Namun, jumlah tersebut tidak mampu menopang program strategis ketahanan pangan.

Untuk itu, Arief mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp22,53 triliun. Usulan itu mencakup penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp2,05 triliun, bantuan pangan beras Rp20,46 triliun bagi 18 juta keluarga penerima manfaat, serta bantuan pangan bencana Rp17,92 miliar.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Jika tambahan ini disetujui, total kebutuhan anggaran Bapanas tahun 2026 membengkak menjadi Rp22,76 triliun. Angka tersebut terdiri atas Rp233,29 miliar dari pagu indikatif, ditambah Rp22,53 triliun usulan tambahan.

Dampak Jika Anggaran Tidak Mencukupi

Arief menekankan, tanpa dukungan anggaran memadai, program bantuan pangan rentan terhenti. Kondisi ini dikhawatirkan memicu keresahan masyarakat, terutama di tengah dinamika harga beras yang kerap fluktuatif.

Ia juga menyampaikan bahwa program bantuan pangan beras selama ini berperan penting menjaga stabilitas sosial. Penyaluran kepada jutaan keluarga penerima manfaat dianggap mampu menekan potensi gejolak di masyarakat.

Lebih jauh, program SPHP pun dipandang krusial dalam menjaga keseimbangan harga di pasaran. Jika anggaran tidak tersedia, harga beras bisa melonjak, dan masyarakat berpenghasilan rendah akan paling terdampak.

Arief menutup keterangannya dengan menegaskan urgensi penambahan anggaran. “Anggaran ini akan digunakan untuk penyaluran SPHP, bantuan pangan beras, serta bantuan bencana alam. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran tahun 2026 menjadi Rp22,76 triliun yang terdiri atas Rp233,29 miliar SBPA (surat bersama pagu anggaran), serta Rp22,53 triliun usulan tambahan,” pungkasnya.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: anggaranbantuan panganBapanasBeraskisruhSPHP
Post Sebelumnya

Hari Pelanggan Nasional 2025, BNI Perkuat UMKM Ramah Lingkungan

Post Selanjutnya

Embung Tremas Resmi Diresmikan di Pacitan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Embung Tremas Resmi Diresmikan di Pacitan

Embung Tremas Resmi Diresmikan di Pacitan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.