Kuningan, – EKOIN – CO – Pemerintah terus memperkuat strategi pembangunan inklusif dari desa untuk menekan angka kemiskinan. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) bersama RISE Institute resmi meluncurkan Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (29/8).

Program PINTAR ditujukan untuk memperluas akses layanan keuangan di desa dengan intervensi berupa produk keuangan, edukasi literasi keuangan, dan peningkatan aksesibilitas layanan. Pilot project perdana menyasar 187 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Paninggaran yang masuk desil 1–4 atau penerima bantuan sosial.

“Dengan kolaborasi seluruh pihak, termasuk lembaga keuangan dan RISE Institute, dalam tiga bulan ke depan kita harapkan sudah terlihat progres nyata dari 187 KPM ini dalam penguatan ekonomi keluarga,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.
Desa Paninggaran dipilih karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan produk unggulan kopi yang berpeluang menembus pasar ekspor Eropa. Kehadiran DNKI, pemerintah daerah, dan mitra strategis diharapkan mampu mendorong masyarakat desa mengembangkan usaha produktif sekaligus mengurangi kemiskinan.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Ismail Riyadi, menambahkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 1,7 juta agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang siap memperluas akses layanan keuangan digital hingga ke pelosok desa. OJK juga siap mengintegrasikan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) dengan PINTAR untuk memperkuat pemberdayaan UMKM desa melalui edukasi, permodalan, asuransi, dan peningkatan kapasitas usaha.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan, Erdiriyo, menegaskan pentingnya kesinambungan program ini. “Mari jadikan momen ini sebagai awal kerja sama berkelanjutan, agar setiap keluarga desa tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan sejahtera, serta menjadi percontohan bagi desa lain,” ujarnya.
Peluncuran Program PINTAR turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Kepala Desa Paninggaran, perwakilan lembaga keuangan, dan masyarakat setempat.
Dengan target menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026, pemerintah berharap PINTAR menjadi katalisator pembangunan desa sekaligus penguat fondasi inklusi keuangan nasional.





