JAKARTA EKOIN.CO – Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah muncul daftar nama calon menteri dan wakil menteri baru. Dalam daftar tersebut, sejumlah figur dari berbagai latar belakang disebut berpeluang masuk dalam jajaran pemerintahan, mulai dari politisi, akademisi, hingga tokoh militer. Nama Grace Natalie, Said Iqbal, hingga Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman termasuk di antara kandidat kuat. Gabung WA Channel EKOIN di sini.
Reshuffle Kabinet dan Nama Baru
Berdasarkan informasi yang beredar, ada tujuh nama yang dikaitkan dengan reshuffle kabinet kali ini. Mereka adalah Grace Natalie dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Prof. Dr. Arif Satria dari IPB, Said Iqbal yang juga Presiden KSPI sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Putri Komarudin dari Partai Golkar, Dr. MS Komber dari Papua, Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala BP Taskin, serta Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mantan KSAD sekaligus penasihat presiden.
Isu ini menimbulkan perhatian besar karena menghadirkan tokoh-tokoh dengan latar belakang berbeda. Dari politisi muda hingga akademisi, bahkan aktivis buruh dan mantan pejabat militer, semuanya masuk dalam radar reshuffle.
Publik melihat bahwa jika daftar tersebut benar, wajah kabinet akan semakin berwarna. Kehadiran tokoh seperti Said Iqbal menandakan masuknya perwakilan buruh dalam lingkaran kekuasaan. Sementara itu, nama Grace Natalie dan Putri Komarudin dianggap sebagai representasi generasi muda politik.
Respons Tokoh Terkait Reshuffle
Menanggapi kabar tersebut, Budiman Sudjatmiko mengaku tidak mengetahui kebenarannya. “Wah saya tak tahu tentang hal ini ya. Waduh maaf banget saya tidak tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).
Sikap hati-hati Budiman memunculkan spekulasi bahwa proses reshuffle masih dalam tahap internal, dengan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo juga sudah melakukan reshuffle di lima kementerian. Perombakan itu mencakup Kemenko Polkam, Kementerian Keuangan, Kementerian P2MI, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo serius dalam memperkuat kabinetnya, terutama untuk menjawab tantangan domestik dan global. Dengan dinamika politik dan ekonomi yang semakin kompleks, penyegaran kabinet dinilai menjadi strategi penting.
Nama Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman pun ikut menarik perhatian. Mantan KSAD ini dikenal dekat dengan Presiden Prabowo dan belakangan berperan sebagai penasihat presiden. Jika benar masuk kabinet, Dudung akan memperkuat peran militer dalam pemerintahan.
Tidak hanya itu, figur akademisi seperti Prof. Arif Satria dan Dr. MS Komber disebut mampu memberi warna baru dalam pengambilan kebijakan berbasis riset dan kebutuhan daerah, termasuk Papua.
Dengan komposisi tersebut, publik menilai reshuffle kabinet kali ini bisa menjadi salah satu yang paling menarik. Perpaduan politisi muda, aktivis buruh, akademisi, dan militer mencerminkan strategi Presiden Prabowo untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai jadwal pelantikan atau kepastian nama-nama tersebut. Publik masih menunggu langkah resmi Presiden Prabowo.
Jika benar dilakukan dalam waktu dekat, reshuffle kabinet ini diyakini akan membawa dampak besar pada dinamika politik nasional dan arah kebijakan pemerintahan ke depan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





