Selangor EKOIN.CO – Rumah Hamka Malaysia resmi diresmikan pada Minggu (14/9/2025) di Batu Caves, Selangor. Acara ini dihadiri oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah, PCIM Malaysia, perwakilan KBRI Kuala Lumpur, serta perwakilan Kerajaan Malaysia. Rumah Hamka diharapkan menjadi pusat dakwah, literasi, dan persatuan lintas bangsa.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Rumah yang dinamai dari ulama besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka ini menjadi simbol penghormatan atas warisan intelektual dan spiritual beliau. Kehadirannya di Malaysia diharapkan mampu memperkuat dakwah dan persaudaraan umat di tingkat internasional.
Ketua PCIM Malaysia, Fauzi Fatkhur, menegaskan Rumah Hamka merupakan pusat peradaban yang bisa membentuk generasi berilmu dan berakhlak mulia. “Alhamdulillah pagi ini kita bisa hadir dalam peresmian Rumah Hamka Malaysia. Keberadaan Rumah Hamka ini diharapkan dapat menjadi pusat peradaban untuk generasi berilmu dan berakhlak mulia, serta berguna bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Simbol Persatuan Umat
Fauzi menjelaskan bahwa Rumah Hamka merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi umat. Menurutnya, 2024 menjadi tahun bersejarah karena pembelian Rumah Hamka berhasil dilunasi, sekaligus pengesahan legal PCIM Malaysia.
“Rumah Hamka simbol persatuan dari berbagai lapisan masyarakat dalam ukhuwah Islamiyah, demi kemashlahatan umat. Keberadaan rumah ini bukti nyata kekuatan kolaborasi semua pihak,” kata Fauzi.
Ia berharap Rumah Hamka tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga sarana membangun umat yang beradab dan bermartabat. Dengan semangat ukhuwah, semua pihak diajak untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan fungsi rumah dakwah ini.
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, yang hadir dalam peresmian menegaskan Rumah Hamka terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya warga Muhammadiyah. Ia juga mengingatkan pesan Buya Hamka agar lebih mengutamakan persamaan daripada perbedaan.
“Saya juga ingin menyebut nasihat dari Buya Hamka, jangan membiasakan melihat perbedaan, tapi selalulah membangun persamaan. Karena dengan persamaan kita bisa membangun persaudaraan,” jelas Agus.
Agus menambahkan, perjuangan umat harus didasarkan pada keikhlasan. Menurutnya, keikhlasan adalah bahasa hati yang mampu menyentuh hati orang lain. “Keikhlasan tidak bisa dilihat, namun berasal dari hati dan menyentuh hati. Lakukan semua dengan bahasa ikhlas,” tuturnya.
Dukungan Diplomatik dan Kerajaan
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Danang Waskito, menyampaikan apresiasi atas berdirinya Rumah Hamka. Ia berharap keberadaannya dapat membawa kebaikan, ilmu pengetahuan, serta semangat perjuangan Buya Hamka.
“Paling tidak ini merupakan upaya kita bersama untuk selalu meningkatkan ilmu pengetahuan, karena Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai ulama besar namun juga sebagai sastrawan,” ujar Danang.
Ia mengungkapkan bahwa Kerajaan Selangor juga menaruh perhatian pada literasi yang diwariskan Buya Hamka. Karya sastra dan pemikiran beliau menjadi jembatan yang memperkuat hubungan lintas budaya dan agama.
Selain itu, Danang menekankan bahwa Rumah Hamka dapat menjadi tempat pengayoman bagi warga Indonesia di Malaysia. “Kami senang tadi ada pernyataan dari Pak Ketua PCIM Malaysia, bahwa rumah ini terbuka untuk semua, sebagai juga perlindungan bagi warga kita. KBRI tentu juga melakukan hal itu, tapi alangkah baiknya apabila semua ikut melakukannya,” ungkapnya.
Acara peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai pihak, baik dari organisasi Indonesia maupun Malaysia. Kehadiran Rumah Hamka di Selangor menjadi momentum penting dalam memperkuat dakwah, literasi, dan persatuan lintas bangsa.
Rumah Hamka di Malaysia menandai lahirnya pusat dakwah dan literasi yang melintasi batas negara. Peresmian ini tidak hanya untuk mengenang Buya Hamka, tetapi juga melanjutkan warisan dakwah beliau.
Peran Rumah Hamka sebagai simbol persatuan menjadikannya lebih dari sekadar tempat. Ia adalah ruang kolaborasi umat, tempat belajar, sekaligus pengayom bagi masyarakat.
Dukungan dari KBRI dan Kerajaan Malaysia menegaskan pentingnya diplomasi budaya dalam menjaga harmoni antarbangsa. Keberadaan Rumah Hamka adalah contoh nyata hubungan baik Indonesia dan Malaysia.
Pesan-pesan keikhlasan dan persamaan yang dikemukakan dalam acara ini mempertegas peran dakwah yang universal. Rumah Hamka diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam, tetapi juga masyarakat luas.
Dengan semangat kolaborasi, Rumah Hamka berpotensi menjadi pusat literasi, persatuan, dan dakwah lintas bangsa yang berkelanjutan di masa depan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





