EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Purbaya Soroti Perbedaan Ekonomi SBY-Jokowi

Purbaya Soroti Perbedaan Ekonomi SBY-Jokowi

Mesin ekonomi Indonesia pincang dalam 20 tahun terakhir. Purbaya menilai perlu langkah cepat agar ekonomi tidak terjebak stagnasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 September 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mesin ekonomi Indonesia pincang dalam dua dekade terakhir. Ia menyoroti perbedaan pola pertumbuhan antara era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) dan Presiden Joko Widodo (2014-2024).
Ikuti berita lain di WA Channel EKOIN

Menurut Purbaya, pada masa pemerintahan SBY, ekonomi didorong kuat oleh sektor swasta. Sementara itu, di era Jokowi, pendorong utamanya lebih banyak berasal dari pemerintah lewat pembangunan infrastruktur.

“Dalam 20 tahun terakhir ini, mesin ekonomi kita pincang, satu jalan sana swasta, di sini satu jalan hanya pemerintah,” kata Purbaya dalam acara Great Lecture Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan yang Inklusif Menuju 8% di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ekonomi Era SBY: Swasta Lebih Dominan

Purbaya memaparkan, pada era SBY pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 5 hingga hampir 6 persen. Angka ini ditopang aktivitas sektor swasta yang tumbuh signifikan.

“Zaman Pak SBY bangun infrastruktur sedikit kan, pertumbuhan ekonominya mendekati 5 persen rata-rata ya, pertumbuhan kreditnya 21 persen, M0-nya 17 persen,” jelasnya.

Berita Menarik Pilihan

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

Pertumbuhan kredit perbankan yang tinggi menunjukkan peran besar sektor swasta dalam menggerakkan roda ekonomi. Hal ini berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan pasar.

Ekonomi Era Jokowi: Pemerintah Jadi Motor Utama

Berbeda dengan era sebelumnya, pembangunan infrastruktur menjadi strategi utama Jokowi. Namun, kontribusi swasta justru melambat.

Pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya mendekati 5 persen. Uang beredar (M0) tumbuh rata-rata 7 persen, bahkan sempat nyaris nol. Kredit perbankan tercatat di bawah 10 persen.

“Dia bangun infrastruktur sebanyak apapun hanya menggerakkan government sector, private sectornya lambat atau berhenti makanya tumbuhnya hanya di bawah 5 persen,” ujarnya.

Selain itu, rasio utang pemerintah di era Jokowi mencapai rata-rata 34,31 persen dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibanding era SBY yang 31,65 persen.

Dana Pemerintah Mengendap di BI

Purbaya menyoroti kebijakan pemerintah menempatkan dana hingga Rp 800 triliun di Bank Indonesia. Padahal, dana tersebut bersumber dari pinjaman dengan bunga sekitar 7 persen.

“Itu efisien atau enggak? Saya enggak tahu. Tapi dari situ aja ada pemborosan,” ungkapnya.

Ia juga menilai Bank Indonesia ikut memperketat likuiditas dengan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sehingga memperlambat laju ekonomi.

Ancaman Jebakan Ekonomi dan Solusi

Menurut Purbaya, jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, masyarakat bisa terjebak dalam situasi ekonomi sulit.

“Kalau ekonomi seperti saya ngelihatnya itu ini jebakan ekonomi, tinggal tunggu jatuhnya kalau enggak cepat-cepat diperbaiki,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, ia memindahkan Rp 200 triliun dana pemerintah dari BI ke perbankan. Kebijakan ini diperkirakan mampu menambah pertumbuhan uang beredar hingga 20 persen dalam waktu dekat.

“Nanti kalau sudah saya perbaiki, ya (pertumbuhan ekonomi) 6-6,5 persen bisalah kira-kira atau bisa lebih cepat,” kata Purbaya optimistis.

Kondisi ekonomi Indonesia selama 20 tahun terakhir menunjukkan perbedaan tajam antara dominasi swasta pada era SBY dan dominasi pemerintah di era Jokowi.

Pertumbuhan yang cenderung stagnan di bawah 5 persen menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan dampak sosial dan finansial lebih luas.

Penumpukan dana di BI serta perlambatan kredit menunjukkan adanya masalah dalam distribusi likuiditas.

Purbaya mengingatkan bahwa bila tidak segera diatasi, jebakan ekonomi bisa menjadi kenyataan.

Dengan langkah pemindahan dana ke perbankan, diharapkan ekonomi dapat bergerak lebih cepat dan inklusif. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


.

Tags: ekonomijebakan ekonomimesin ekonomiPemerintahpertumbuhanswasta
Post Sebelumnya

Pembentukan BPN Masuk Prioritas Program Cepat Prabowo di RKP 2025

Post Selanjutnya

Kasus Penipuan CPNS dan Mobil Jazz

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Post Selanjutnya
Kasus Penipuan CPNS dan Mobil Jazz

Kasus Penipuan CPNS dan Mobil Jazz

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.