Jakarta EKOIN.CO – Pagar beton yang dibangun di perairan Cilincing, Jakarta Utara, menuai keluhan dari para nelayan. Mereka menyebut keberadaan pagar beton itu mengganggu aktivitas melaut serta menurunkan hasil tangkapan ikan. Polemik ini mendapat perhatian serius, hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung turun langsung memberikan penjelasan resmi terkait pembangunan tersebut.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru
Sejumlah nelayan lokal menyatakan kondisi mereka kian sulit sejak pagar beton berdiri di tengah laut. Rizky, salah satu nelayan, menuturkan pagar tersebut menjadi hambatan besar saat mereka mencari ikan di wilayah tangkapan yang biasa dilalui.
Penjelasan Gubernur Soal Pagar Beton
Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan pagar beton di Cilincing bukan tanpa alasan. Ia menyebut keberadaan pagar tersebut merupakan bagian dari proyek penguatan kawasan pesisir untuk mencegah abrasi sekaligus melindungi masyarakat pesisir dari ancaman gelombang tinggi.
“Pagar beton di laut Cilincing adalah langkah strategis untuk menjaga keamanan kawasan pesisir, namun kami tetap memperhatikan kebutuhan nelayan,” kata Pramono Anung dalam keterangannya.
Menurutnya, pemerintah sedang mencari solusi agar pagar beton itu tidak sepenuhnya mengganggu aktivitas nelayan. Pramono menambahkan bahwa evaluasi teknis akan dilakukan, termasuk pembukaan jalur khusus bagi perahu nelayan yang terdampak.
Nelayan Minta Solusi Konkret
Di sisi lain, nelayan berharap agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan mata pencaharian mereka. Rizky menuturkan, sejak ada pagar beton, hasil tangkapan ikan semakin berkurang karena area tangkap mereka menyempit.
“Kami jadi susah cari ikan, hasilnya menurun. Harapan kami ada jalan keluar supaya kami tetap bisa melaut,” ujarnya.
Beberapa nelayan juga mengkhawatirkan potensi konflik antar nelayan jika ruang tangkap semakin terbatas. Situasi ini membuat kebutuhan sehari-hari mereka makin sulit dipenuhi.
Pemerintah daerah berencana menggelar dialog terbuka dengan perwakilan nelayan untuk mencari jalan tengah. Diskusi tersebut akan melibatkan dinas terkait agar langkah yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Pakar kelautan menilai pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur pesisir dan keberlangsungan ekonomi nelayan. Menurut mereka, pagar beton bisa bermanfaat jika dirancang dengan akses yang ramah terhadap kapal nelayan tradisional.
Pramono menegaskan kembali bahwa semua pihak akan dilibatkan dalam evaluasi agar kebijakan pagar beton tidak merugikan nelayan Cilincing. “Kami tidak ingin pembangunan ini menimbulkan masalah baru, melainkan solusi bagi semua,” tegasnya.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan keresahan nelayan bisa mereda, sambil menunggu langkah konkret yang akan diambil pemerintah. Situasi di Cilincing kini menjadi sorotan publik karena menyangkut keberlangsungan hidup ribuan nelayan kecil.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





