Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pejabat pimpinan tinggi madya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam keputusan tersebut, Ahmad Erani Yustika ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang baru menggantikan pejabat sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat tata kelola sektor energi nasional.
Perombakan Pejabat ESDM
Perombakan pejabat di Kementerian ESDM itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 147/TPA Tahun 2025 yang ditandatangani pada 10 September 2025. Keputusan ini mencakup beberapa jabatan penting yang dinilai strategis dalam mendukung kebijakan energi nasional.
Selain Ahmad Erani Yustika yang kini menjabat sebagai Sekjen, sejumlah posisi lain diisi pejabat baru sesuai rekomendasi Tim Penilai Akhir (TPA). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas birokrasi dalam menghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.
Ahmad Erani sebelumnya dikenal sebagai akademisi sekaligus birokrat dengan rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan pembangunan. Dengan latar belakang tersebut, ia diharapkan mampu membawa pembaruan di lingkungan kementerian yang memegang peran vital dalam sektor energi dan sumber daya mineral.
Kebijakan Energi Nasional
Pergantian pejabat di Kementerian ESDM diyakini akan berpengaruh langsung terhadap kebijakan energi nasional. Sebagai Sekjen baru, Ahmad Erani akan berperan besar dalam mengawal implementasi program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan energi, transisi energi, hingga pemanfaatan sumber daya mineral.
Prabowo menekankan pentingnya konsolidasi internal agar Kementerian ESDM lebih adaptif terhadap dinamika global. Tantangan seperti fluktuasi harga minyak, pergeseran energi fosil ke energi terbarukan, serta pengelolaan sumber daya alam menjadi fokus utama yang harus ditangani.
Perubahan struktur pejabat ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal itu penting agar program-program energi nasional dapat dijalankan lebih merata dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Sejumlah pengamat menilai penunjukan Ahmad Erani sebagai Sekjen menandai orientasi baru yang lebih menekankan pendekatan berbasis data dan kebijakan ekonomi. Dengan gaya kepemimpinannya yang dikenal sistematis, ia dinilai mampu menjembatani antara perumusan kebijakan dan implementasi teknis di lapangan.
Selain itu, perombakan pejabat di Kementerian ESDM menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menata kembali birokrasi untuk mendukung agenda pembangunan jangka panjang. Dengan begitu, sektor energi diharapkan dapat lebih siap menghadapi tuntutan transformasi global.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





